
Tsinghua Southeast Asia Center (Tsinghua SEA) memperkuat kolaborasi pendidikan, riset, dan industri antara China, Indonesia, dan Asia Tenggara. Langkah tersebut diarahkan untuk mempercepat pengembangan talenta, inovasi teknologi, serta transformasi ekonomi berbasis pengetahuan.
Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam China-Southeast Asia Forum on Higher Education and Industry Cooperation 2026 yang digelar pada 3–4 Oktober 2026 di United In Diversity (UID) Bali Campus, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali.
Forum yang digelar Tsinghua SEA bersama Tsinghua University, Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Secretariat of the Organizing Committee of China-ASEAN Education Cooperation Week tersebut mempertemukan pemimpin institusi pendidikan, pemerintah, industri, dan akademisi.
Chairman of the Tsinghua University Council Prof. Qiu Yong mengatakan Tsinghua terus memperluas strategi global untuk membangun institusi pendidikan yang lebih terbuka dan terintegrasi.
“Tahun ini menandai peringatan 10 tahun peluncuran Global Strategy Tsinghua University. Pada 2016, Tsinghua memperkenalkan strategi global pertamanya untuk semakin memperkuat keterlibatan global Tsinghua serta membangun universitas berstandar dunia yang lebih terbuka, terintegrasi, dan tangguh,” ujar Qiu.
Menurutnya, perkembangan kecerdasan artifisial (AI) membuat peran perguruan tinggi semakin penting, khususnya dalam menghubungkan universitas, pemerintah, industri, dan masyarakat untuk mempercepat aliran talenta, pengetahuan, dan inovasi.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan sektor industri dalam mempercepat transformasi ekonomi berbasis pengetahuan.
Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan talenta, penelitian, energi, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi agar lebih terhubung dengan kebutuhan industri.
Direktur Eksekutif Tsinghua Southeast Asia Center Shobi Lawalata mengatakan penguatan transfer pengetahuan, terutama di bidang AI, menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
Kolaborasi Tsinghua SEA dan UID bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga telah menjadikan UID Bali Campus sebagai Garuda Spark Innovation Hub untuk mendukung pengembangan talenta muda di bidang AI dan teknologi.
Menurut Shobi, kolaborasi lintas sektor tersebut membuka peluang untuk memperkuat posisi Bali sebagai pusat inovasi, teknologi, dan aksi iklim.
Forum juga melibatkan mitra dari berbagai sektor, termasuk biomedical engineering dan perusahaan energi hijau Envision. Keterlibatan tersebut diarahkan untuk membuka peluang kerja sama Selatan-Selatan, termasuk dalam transisi energi dan pemanfaatan AI.
Kolaborasi pendidikan dan riset diperkuat melalui penandatanganan empat nota kesepahaman (MoU) antara Tsinghua University dan sejumlah perguruan tinggi Indonesia.
MoU tersebut meliputi kerja sama Tsinghua University dengan Institut Teknologi Del (IT Del), Tsinghua Shenzhen International Graduate School dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Tsinghua Shenzhen International Graduate School dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), serta Yangtze Delta Region Institute of Tsinghua University, Zhejiang dengan IPB University.
Kerja sama tersebut mencakup penguatan riset, pertukaran akademik, pengembangan kapasitas, dan inovasi yang diarahkan agar lebih terhubung dengan kebutuhan industri.
Selain MoU, forum menjadi momentum peresmian Envision Indonesia Sustainable Development Center, Tsinghua University, hasil kerja sama dengan Envision Energy untuk mendorong pengembangan proyek infrastruktur net-zero dan pembangunan berkelanjutan.
Tsinghua SEA juga meresmikan SeedWork & SeedRest Capsule, fasilitas capsule dormitory yang merupakan kontribusi alumni Departemen Ilmu Komputer Tsinghua University angkatan 1987 untuk mendukung kegiatan pembelajaran di kawasan tersebut.
Baca Juga: Raksasa Teknologi Terbelah soal AI, Bagaimana dengan Indonesia?
Baca Juga: Indonesia-India Kerja Sama Kembangkan 6G dan Teknologi Kuantum
Presiden United In Diversity Tantowi Yahya mengatakan forum tersebut menjadi bagian dari momentum 10 tahun kerja sama internasional Tsinghua University. Ia juga menyoroti berbagai program kolaborasi yang telah dijalankan bersama kementerian di Indonesia, termasuk Knowledge Innovation Technology Alliance (KITA), Happy Digital X, dan perencanaan infrastruktur digital.
Dengan rangkaian kerja sama tersebut, Tsinghua SEA menempatkan pendidikan tinggi tidak hanya sebagai pusat pengembangan akademik, tetapi juga sebagai penghubung antara riset, industri, teknologi, dan kebutuhan pembangunan.
Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat ekosistem pengembangan talenta dan inovasi sekaligus membuka ruang kerja sama lebih luas antara Indonesia, China, dan negara-negara Asia Tenggara.
