
Berita Liga Italia: Bek Inter Milan, Yann Bisseck mengaku dulu ingin jadi penyerang, mengidolakan Thierry Henry, dan ingin lebih baik di fase menyerang maupun bertahan.
Bek Inter Milan dan timnas Jerman, Yann Bisseck, membahas sosok idola pada awal kariernya dan aspek yang ingin ia tingkatkan dalam panel “Il gigante nerazzurro” di Festival dello Sport, Trento.
Bek berusia 25 tahun itu menyebut legenda Arsenal yang kini jadi pundit di CBS Sport, Thierry Henry, sebagai idolanya karena ia dulu ingin menjadi penyerang.
“Saya bisa berkembang dalam segala hal, saya bukan pemain yang sempurna dan tidak ada pemain yang sempurna. Saya ingin berkembang di kedua fase, menyerang dan bertahan, mencetak lebih banyak gol dan kebobolan lebih sedikit.” ujar Bisseck.
“Semuanya harus ditingkatkan, saya secara pribadi maupun tim. Soal sosok inspirasi? Saya selalu ingin menjadi penyerang.”
“Idola saya Thierry Henry, saya sangat mengaguminya. Sebagai bek, saat tumbuh dewasa, saya punya panutan pada Jerome Boateng, bagi saya dia sangat kuat. Juga Varane, mereka bagi saya yang terbaik,”
Bisseck kemudian bicara soal minat Inter saat dia masih bermain di Denmark. Sang pemain menyebutnya sedikit surealis. Bisseck bergabung dengan Inter dari Aarhus pada Juli 2023 dengan nilai 7 Juta Euro dan meraih Scudetto pertamanya di Inter.
“Saat bermain untuk 5 klub dalam 3 tahun, kamu tidak menyangka akan datang tim sebesar itu. Saya pikir akan melangkah bertahap, tetapi ketika Inter memanggil, ya, kamu tinggal berangkat,”
Artikel Tag: inter milan, liga italia, yann bisseck
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/bola/yann-bisseck-dulu-ingin-jadi-penyerang-idolanya-thierry-henry
