
Minat perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih menghadapi tantangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat baru lima perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).
Kelima calon emiten tersebut menargetkan dana yang dihimpun dari IPO lebih dari Rp2,02 triliun. OJK masih membuka peluang adanya tambahan perusahaan yang masuk pipeline hingga akhir 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, masih terdapat waktu sekitar tiga bulan hingga akhir tahun untuk mendorong penambahan jumlah perusahaan yang melakukan IPO.
“Saat ini sudah ada lima perusahaan di pipeline dengan perkiraan emisi di atas Rp2,02 triliun. Untuk tahun ini, mudah-mudahan masih ada tambahan karena masih tersisa waktu tiga bulan,” ujar Hasan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Hasan belum merinci sektor dari lima calon emiten tersebut. Namun, berdasarkan nilai emisi yang ditargetkan, perusahaan yang masuk pipeline diperkirakan berasal dari skala menengah hingga besar.
Di tengah harapan penambahan emiten baru, proses IPO juga menghadapi dinamika. Salah satunya adalah rencana penawaran umum saham PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) yang mengalami penundaan.
Penundaan tersebut dilakukan setelah terdapat penyesuaian komitmen dari pihak penjamin emisi efek atau underwriter.
Meski demikian, OJK masih mempertahankan target penghimpunan dana di pasar modal sebesar Rp250 triliun hingga akhir 2026. Sampai September 2026, realisasi fundraising telah mencapai Rp169,5 triliun.
“Masih ada sisa waktu. Mudah-mudahan sampai akhir tahun, pasar modal tetap menjadi sarana penghimpunan dana yang sesuai dengan cakrawala waktu dan kebutuhan pemanfaatan dana industri,” kata Hasan.
Baca Juga: BEI Catat 6 Perusahaan Antre IPO, Healthcare Mendominasi
Baca Juga: Hari Pertama Short Selling Resmi Dibuka, BEI Catat 50 Investor Buka Rekening Perdagangan
Sementara itu, data BEI per 25 September 2026 mencatat baru tujuh perusahaan yang resmi melantai di bursa sepanjang 2026. Di sisi lain, terdapat enam perusahaan yang masih dalam proses pendaftaran dengan target penghimpunan dana sekitar Rp2,16 triliun.
Dari sisi sektor, pipeline pencatatan saham tersebut berasal dari sektor kesehatan, energi, dan perindustrian. Sektor kesehatan mencakup tiga perusahaan, energi dua perusahaan, sedangkan perindustrian satu perusahaan.
Berdasarkan skala aset, calon emiten juga tersebar pada berbagai kategori. Sebanyak dua perusahaan masuk kategori aset kecil di bawah Rp50 miliar, dua perusahaan memiliki aset Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, dan dua perusahaan lainnya memiliki aset di atas Rp250 miliar.
