
DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Barat menegaskan tidak merasa khawatir suaranya akan tergerus dengan langkah politik mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang secara resmi memamerkan Kartu Tanda Anggota PSI dan menyatakan diri sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, menanggapi manuver politik Jokowi yang menjadikan Bandung, Jawa Barat sebagai tempat deklarasi pengumuman ia resmi masuk PSI.
“Begini PDIP itu tak hanya bicara kekuasaan, tapi juga bicara sosial dan politik, budaya semuanya. Kekuasaan itu bukan tujuan, tapi rakyat harus terurus dengan baik,” tegas Ono pada Kamis (1/10/2026).
Ono menilai manuver politik Jokowi serta langkah konsolidasi yang dilakukan PSI merupakan hal yang wajar dalam alam demokrasi. Kendati demikian, PDIP Jawa Barat tetap optimis basis massa dan kekuatan partai tidak akan tergeser.
“Siapapun, sah-sah saja melakukan konsolidasi. Yang penting bagi kami hadir di rakyat, kami optimis tak merasa tergeser oleh PSI,” pungkas Ono.
PDIP Jabar menegaskan komitmennya untuk terus memfokuskan kerja-kerja politik kerakyatan di lapangan ketimbang terjebak dalam perdebatan perebutan pengaruh kekuasaan semata.
