
Berita Sepak Bola: Gelandang Timnas Prancis, Manu Kone, mengaku sampai harus “mencubit dirinya sendiri” saat melihat pelatih baru Les Bleus, Zinedine Zidane, mengikat tali sepatunya dan ikut serta dalam sesi latihan tim.
Pria berusia 54 tahun yang dianggap sebagai salah satu playmaker terbaik sepanjang masa tersebut tampil memukau saat mengalirkan umpan dan melepaskan umpan silang di hadapan para pemainnya yang terpana.
“Apa yang membuat saya terkejut selama minggu pertama latihan adalah jangkauan tekniknya. Ia tidak kehilangan kemampuannya sedikit pun,” ujar Manu Kone pada hari Selasa (29/9/2026) jelang laga UEFA Nations League melawan Italia di Stade de France.
“Melihatnya secara langsung bahkan lebih luar biasa, terutama di usianya sekarang. Memang benar saya masih kecil ketika ia mendekati akhir kariernya. Melihat ia masih memiliki teknik seperti itu sekarang berarti kemampuannya pasti sangat luar biasa pada masanya,” kata gelandang berusia 25 tahun tersebut menambahkan.
Dua gol Zidane pada laga final Piala Dunia 1998 saat menumbangkan Brasil menjadikannya megabintang secara instan. Prestasi tersebut disusul raihan Ballon d’Or serta gelar juara Euro 2000 bersama Prancis. Bagi Kone, berkesempatan menimba ilmu langsung dari sosok legendaris tersebut menjadi berkah tersendiri untuk perkembangan kariernya di lini tengah.
“Sebuah kehormatan bisa dilatih oleh Zidane, seorang legenda dunia. Ia menyuruh saya bermain bebas dan memberi saya kepercayaan diri. Ia dulunya seorang gelandang, jadi sebagai gelandang saya mendengarkan semua yang ia katakan dan saya hanya bisa belajar di sisinya. Ia banyak memberi saran tentang posisi saya dan memberi saya tanggung jawab lebih,” tutur Kone menjelaskan proses pelatihannya.
Kehadiran Zidane di kursi kepelatihan Prancis mendapat sorotan publik yang sangat masif, bahkan melampaui kepopuleran beberapa bintang utama di dalam skuad. Kone menilai hal tersebut sangat wajar mengingat rekam jejak luar biasa yang dimiliki sang pelatih.
“Kita tidak boleh terkejut, kita hanya bisa memberi selamat atas kariernya. Kita akan melihat hal itu pada hari Jumat, apresiasi luar biasa yang akan ia dapatkan (saat melawan Italia),” kata Kone.
Pada laga debut kepelatihan Zinedine Zidane Jumat lalu, Prancis memetik kemenangan 1-0 atas Turkiye. Dalam pertandingan tersebut, Zidane memplot Kone di peran gelandang tengah bertahan guna menjaga kedalaman lini belakang.
Meski baru saja mencetak dua gol untuk Roma saat bersua Inter Milan di ajang Serie A dua pekan lalu, Kone sejauh ini belum mengemas gol dari 21 penampilannya bersama Les Bleus. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah menjalankan instruksi taktis dari sang pelatih.
“Gol itu akan datang. Namun yang terpenting adalah memenuhi perintah dan kebutuhan pelatih,” kata Manu Kone mengakhiri keterangannya.
Artikel Tag: prancis, zinedine zidane, uefa nations league, manu kone
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/bola/manu-kone-puji-kualitas-teknik-zinedine-zidane-di-latihan-timnas-prancis
