
Komite Olimpiade Internasional (IOC) meluncurkan Trustworthy AI Framework, kerangka pertama untuk penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam Gerakan Olimpiade.
Kerangka ini dirancang untuk membantu organisasi memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, etis, dan aman.
Kerangka tersebut dikembangkan dengan dukungan Deloitte, mitra konsultasi transformasi digital IOC, dan memuat tujuh prinsip utama, yakni keamanan, perlindungan data, keandalan, transparansi, akuntabilitas, keadilan, dan keberlanjutan.
IOC juga menyediakan Trustworthy AI Checklist sebagai alat penilaian mandiri untuk membantu organisasi mengidentifikasi risiko, menerapkan perlindungan, serta menentukan langkah untuk meningkatkan penggunaan AI yang bertanggung jawab.
Kepala AI IOC Alejandro Merino-Madrid mengatakan teknologi tersebut memiliki potensi besar untuk mengubah cara atlet mempersiapkan diri, penyelenggaraan olahraga, hingga pengalaman penggemar dalam menikmati Olimpiade.
“AI memiliki potensi untuk mengubah cara atlet mempersiapkan diri, bagaimana olahraga diselenggarakan, dan bagaimana penggemar menikmati Olimpiade,” kata Merino-Madrid.
Namun, ia menekankan teknologi harus tetap digunakan untuk mendukung olahraga. Menurut dia, perlindungan data atlet, persaingan yang adil, serta pemahaman mengenai penggunaan AI menjadi bagian penting dalam penerapannya.
Kerangka tersebut disusun melalui keterlibatan lebih dari 200 pemimpin dari berbagai unsur Gerakan Olimpiade, termasuk atlet serta para ahli teknologi, tata kelola, dan olahraga.
IOC menyatakan penggunaan AI kini berkembang dalam berbagai aspek olahraga, mulai dari dukungan bagi atlet, operasional pertandingan, keterlibatan penggemar hingga pekerjaan sehari-hari organisasi olahraga.
Perkembangan itu sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai keadilan, data atlet, transparansi, keamanan, dan akuntabilitas.
Tujuh prinsip dalam kerangka tersebut mencakup penggunaan AI yang aman dan terlindungi, perlindungan data pribadi, sistem yang kuat dan andal, transparansi penggunaan AI, tata kelola yang bertanggung jawab, penerapan yang adil dan setara, serta keberlanjutan teknologi untuk masa depan olahraga.
Prinsip-prinsip itu dapat diterapkan sepanjang siklus penggunaan sistem AI, mulai dari tahap perancangan dan pengadaan hingga implementasi serta penggunaan berkelanjutan.
Checklist yang menyertai kerangka tersebut menggunakan tiga tahap penilaian, yaitu mengevaluasi risiko, menerapkan prinsip kepercayaan sepanjang siklus AI, serta meningkatkan pendekatan melalui rekomendasi dan sumber daya yang tersedia.
IOC menegaskan tanggung jawab atas pengembangan dan penggunaan AI secara etis tetap berada pada organisasi yang merancang atau menerapkan sistem tersebut, sesuai lingkungan, teknologi, dan ketentuan yang berlaku.
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/ioc-tetapkan-tujuh-prinsip-penggunaan-ai-dalam-gerakan-olimpiade
