Tuesday, September 29News That Matters

NPL Bank Intidana Turun, Direksi Baru Siapkan Jurus Perkuat Kredit


Wacana Berita, Jakarta –

PT BPR Intidana Sukses Makmur atau Bank Intidana memperkuat jajaran direksi di tengah perbaikan kualitas kredit hingga Agustus 2026. Perseroan menunjuk Eddy Setiawan Hertanto sebagai Direktur Utama dan Iwan Setiawan Yamin sebagai Direktur Kredit, Collection & Special Asset Management.

Penguatan manajemen tersebut diarahkan untuk memperkuat fundamental, meningkatkan kualitas aset dan kredit, serta mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Hingga Agustus 2026, Bank Intidana mencatat total aset sekitar Rp1,32 triliun, kredit yang diberikan sekitar Rp962,30 miliar, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sekitar Rp1,01 triliun.

Perbaikan paling terlihat pada kualitas kredit. NPL Gross turun menjadi 19,59% pada Agustus 2026 dari 24,49% pada Maret 2026. Sementara itu, NPL Net turun menjadi 18,39% dari sebelumnya 23,34%.

Dari sisi permodalan dan profitabilitas, KPMM meningkat menjadi 20,35%, sementara ROE mencapai 1,58% dan ROA 0,13%. Efisiensi operasional juga membaik, tercermin dari BOPO yang turun menjadi 98,86% dari 109,74% pada Maret 2026.

Eddy Setiawan Hertanto akan memimpin strategi penguatan fundamental, produktivitas dan efisiensi, pengembangan bisnis, serta peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.

“Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan Bank Intidana tidak hanya berorientasi pada ekspansi, tetapi juga memiliki kualitas dan memberikan nilai yang berkelanjutan bagi nasabah, pemegang saham dan seluruh stakeholders,” ujar Eddy.

Menurut dia, perbaikan sejumlah indikator hingga Agustus 2026 menjadi momentum untuk melanjutkan transformasi Bank Intidana.

“Kami akan terus memperkuat kualitas aset, meningkatkan efisiensi, memperkuat DPK (Dana Pihak Ketiga) dan mengembangkan bisnis secara prudent. Dengan dukungan tim manajemen dan seluruh karyawan, kami optimistis dapat membangun pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.”

Sementara itu, Iwan Setiawan Yamin akan berfokus pada penguatan kualitas portofolio kredit, percepatan recovery, dan penyelesaian aset bermasalah.

“Kualitas kredit menjadi salah satu fokus utama kami. Kami akan memperkuat proses dari credit origination, monitoring hingga recovery sehingga pertumbuhan kredit dapat berjalan sejalan dengan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko,” kata Iwan.

Iwan memiliki pengalaman lebih dari 35 tahun di industri perbankan, termasuk di bidang credit risk management, recovery asset, special asset management, collection dan recovery.

Baca Juga: Airlangga Ungkap 160 Ton Emas Masuk Bullion Bank Pegadaian dan BSI

Baca Juga: OJK Cabut Izin 15 Bank Sepanjang 2026, BPRS Musyarakah Ummat Terbaru

Baca Juga: Laba VICI Jatuh 44%, Harapan Bangkit Dibebankan ke Semester II

Memasuki periode selanjutnya, Bank Intidana akan melanjutkan agenda penguatan kualitas kredit, percepatan recovery, pengelolaan special asset, peningkatan efisiensi, serta penguatan funding.

Perseroan juga akan mengembangkan produk dan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.

Dengan penguatan jajaran direksi dan perbaikan sejumlah indikator keuangan hingga Agustus 2026, Bank Intidana menargetkan pertumbuhan bisnis yang lebih sehat dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *