
PT Astra Infra mencatat pertumbuhan lalu lintas kendaraan di jaringan jalan tol yang dikelolanya, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan konektivitas antarwilayah. Namun, pertumbuhan trafik tersebut masih berada pada level terbatas.
Group Chief Financial Officer Astra Infra Halim Wahjana mengatakan, secara kumulatif lalu lintas harian di ruas tol Astra Infra diproyeksikan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 2,8% sepanjang 2023–2026.
“Kalau melihat kondisi trafik, tentu berkaitan dengan kondisi ekonomi. Namun kami melihat tahun ini masih bertumbuh sekitar 2,8%,” ujar Halim dalam acara Astra Media Day 2026 di Menara Astra, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Pertumbuhan trafik juga tercermin pada periode mobilitas tinggi seperti Lebaran 2026. Astra Infra mencatat lalu lintas harian selama periode tersebut meningkat 3,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Astra Infra menilai peningkatan trafik didukung oleh semakin kuatnya konektivitas antarwilayah, termasuk pengembangan jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 serta sejumlah ruas strategis yang dikelola perusahaan.
Saat ini, Astra Infra mengelola jaringan jalan tol sepanjang 396 kilometer melalui delapan badan usaha jalan tol (BUJT). Jumlah tersebut setara dengan sekitar 30% dari total ruas Tol Trans Jawa.
Delapan ruas tol yang dikelola Astra Infra meliputi Tangerang–Merak, Cikopo–Palimanan (Cipali), Jombang–Mojokerto, Kunciran–Serpong, Kebon Jeruk–Ulujami, Semarang–Solo, Surabaya–Mojokerto, dan Pandaan–Malang.
Tak hanya jalan tol, Astra Infra juga memperluas portofolio bisnis infrastrukturnya ke sektor pelabuhan dan logistik melalui Astra Infra Port Eastkal, serta layanan infrastruktur melalui Astra Infra Solutions dan Resta Pendopo KM 456.
Halim mengatakan, sebagai investor sekaligus operator infrastruktur, Astra Infra tidak hanya berfokus pada pembangunan aset, tetapi juga memastikan kualitas layanan dan keberlanjutan operasional.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas jalan dan menjaga kualitas aset melalui pemeliharaan rutin. Astra Infra juga melakukan peningkatan kapasitas sejumlah ruas, termasuk melalui penambahan lajur ketiga.
Di ruas Tangerang–Merak, misalnya, dari total 72,5 kilometer yang dikelola, sepanjang 51,1 kilometer telah memiliki tiga lajur. Sementara itu, sepanjang 12,3 kilometer telah memiliki empat lajur yang rampung pada Oktober 2025.
Perusahaan juga melakukan pemeliharaan kualitas jalan di sejumlah titik ruas Cikopo–Palimanan, khususnya KM 110–174, melalui perbaikan lapisan permukaan dan struktur jalan.
“Tujuannya supaya pengguna bisa melewati jalan dalam kondisi aman, nyaman, dan lancar,” kata Halim.
Baca Juga: Kinerja Keuangan Astra: Tertekan Bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat
Baca Juga: Kinerka Keuangan UNTR Anjlok karena 2 Penyebab Ini
Baca Juga: Astra International (ASII) Perketat Investasi di Luar Tiga Bisnis Inti
Selain menjaga kondisi fisik infrastruktur, Astra Infra memperkuat keselamatan operasional melalui penerapan Golden Rules, program keselamatan berbasis perilaku (Behavior Based Safety Program), hingga digitalisasi keselamatan kerja.
Dari sisi sumber daya manusia, Astra Infra terus meningkatkan kompetensi karyawan melalui berbagai program pelatihan. Hingga Juli 2026, perusahaan mencatat 11.743 jam pelatihan teknis telah diberikan melalui Leadership Development Framework dan Astra Infra Academy.
Memasuki usia ke-34 tahun pada Oktober 2026, Astra Infra menegaskan komitmennya untuk memperkuat konektivitas infrastruktur nasional melalui pengembangan portofolio, peningkatan kualitas operasional, serta penguatan budaya keselamatan.
