
Berita Liga Italia: Luca Toni, mantan punggawa timnas Italia yang menjadi bagian integral dari kemenangan Piala Dunia 2006, memberikan pandangan tajam mengenai kondisi sepak bola Italia saat ini. Toni, yang terkenal dengan dua golnya ke gawang Ukraina di perempat final, menyoroti bahwa Italia saat ini tengah berada di titik terendah setelah tiga kali gagal lolos ke Piala Dunia.
Dalam wawancaranya dengan Tuttosport, Toni menyatakan bahwa ini adalah “tahun nol” bagi sepak bola Italia. “Tidak lolos ke Piala Dunia 2030 akan menjadi tragedi,” tegasnya, sambil menunjukkan bahwa satu-satunya momen kegembiraan yang dialami Italia dalam beberapa tahun terakhir hanyalah kemenangan di Euro 2021.
Toni menekankan bahwa masalah utama bukan hanya terletak pada pelatih atau presiden federasi, tetapi pada akar yang lebih dalam, yakni kurangnya reformasi di level pemuda. Dia mengkritik minimnya fasilitas dan pelatih penuh waktu, yang berdampak pada pengembangan pemain muda. Selain itu, Toni juga mengkritik budaya perekrutan klub-klub Italia yang masih mengutamakan pemain asing, meskipun insentif pajak Decreto Crescita telah dihapuskan. “Juventus menurunkan sepuluh pemain asing adalah sinyal buruk,” ujarnya.
Mengenai kembalinya Roberto Mancini, Toni tetap mendukung meski ada permasalahan komunikasi saat perpisahan di tahun 2023. “Mancini adalah yang terakhir membawa kemenangan bagi Italia,” kata Toni, seraya mendukung perubahan formasi ke 4-3-3. Dia juga berharap Inter, yang saat ini menerapkan formasi 3-5-2, bisa beradaptasi dengan sistem yang lebih fleksibel.
Toni tidak lupa memberikan pujian kepada Pio Esposito, yang sering dibandingkan dengannya. “Dia menggunakan fisiknya dengan baik, meski masih perlu memperbaiki ketajaman di depan gawang,” katanya. Toni juga menyebut dua talenta muda yang layak diperhatikan: Alphadjo Cisse dari AC Milan dan Costantino Favasuli, meski mempertanyakan apakah usia 22 tahun masih bisa dianggap muda.
Saat ini, Cisse menikmati waktu bermain reguler di bawah asuhan Ruben Amorim, sementara Favasuli mendapatkan pujian dari Max Allegri setelah memberikan assist krusial dalam kemenangan Bologna. Toni juga mendukung Gianfranco Zola, yang baru saja ditunjuk oleh presiden FIGC, Giovanni Malago, untuk mengoordinasi proyek pemuda Club Italia.
Artikel Tag: juventus, roberto mancini, luca toni, inter
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/bola/toni-kritik-tajam-juventus-dan-inter-dukung-mancini-hadapi-tahun-nol-italia
