
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan kecepatan broadband Indonesia mencapai hingga 100 Mbps pada 2029 sebagai bagian dari penguatan konektivitas digital nasional.
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi Fifi Aleyda Yahya mengatakan pemerintah kini tidak hanya berfokus pada perluasan cakupan konektivitas, tetapi juga mendorong meaningful connectivity yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.
“Pemerintah menargetkan kecepatan broadband hingga 100 Mbps pada tahun 2029 insya Allah, serta perluasan fiber optic hingga 90% kecamatan,” ujar Fifi dalam acara Antara Business Forum 2026 di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Menurut Fifi, konektivitas digital harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha. Akses internet, kata dia, tidak cukup hanya cepat, tetapi juga harus stabil, terjangkau, aman, serta mampu menciptakan nilai ekonomi.
“Kita harus memastikan konektivitas tersebut betul-betul menghasilkan nilai, memperkuat kapasitas nasional, dan membangun kepercayaan,” katanya.
Fifi mengatakan Indonesia saat ini telah memiliki fondasi konektivitas yang cukup kuat. Lebih dari 80% masyarakat telah terhubung ke internet, sementara cakupan jaringan 4G telah mencapai 98,96% populasi.
Namun, pemerintah menilai perluasan konektivitas perlu berjalan beriringan dengan penguatan infrastruktur digital lainnya, termasuk pusat data, cloud, dan kapasitas komputasi nasional.
Baca Juga: Komdigi Ungkap AI Bikin Informasi Asli Makin Sulit Dibedakan
Baca Juga: Komdigi Kasih Tenggat 5 Hari untuk 25 PSE, Ada Shopify, Whoosh Hingga Lion Air
Baca Juga: Komdigi Dapat Anggaran Rp11,52 Triliun, Target PNBP Rp27,89 Triliun
Pembangunan infrastruktur tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi di luar Jawa serta wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Di mana ada masyarakat dan dunia usaha, maka harus memiliki kesempatan yang semakin besar untuk terhubung dengan pasar dan ekonomi digital,” ujar Fifi.
Fifi menegaskan transformasi digital Indonesia ke depan tidak hanya diarahkan untuk membuat masyarakat semakin terhubung, tetapi juga memastikan konektivitas tersebut mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat ekosistem digital nasional.
