Wednesday, September 23News That Matters

Rupiah Dibuka Menguat Jelang Pengumuman BI Rate


Wacana Berita, Jakarta –

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan Rabu (23/9/2026). Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka menguat 0,08% atau 15 poin ke posisi Rp17.835 per dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan perdagangan pada hari ini rupiah bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.890 – Rp17.930 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah masih berasal dari perkembangan eksternal, terutama dinamika dolar AS dan ketidakpastian pasar keuangan global. Di tengah kondisi tersebut, Bank Indonesia (BI) terus memperkuat langkah stabilisasi untuk menjaga pergerakan nilai tukar rupiah agar tetap sejalan dengan fundamental perekonomian.

BI menyatakan akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Selain itu, BI melakukan pengelolaan struktur suku bunga di pasar uang melalui penguatan strategi operasi moneter pro-market.

Bank sentral juga memperkuat efektivitas stabilisasi nilai tukar dan menjaga kecukupan likuiditas melalui transaksi underlying untuk swap lindung nilai dengan pemberian insentif. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya BI untuk memperkuat daya tahan pasar valas domestik sekaligus mendorong masuknya aliran modal.

Baca Juga: Sentimen Pergantian Menkeu Jadi Beban, Rupiah Ditutup Makin Terpuruk

Baca Juga: Rupiah Dibuka Melemah, Pasar Cermati Arah Suku Bunga BI

Intervensi pasar juga dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan melalui berbagai instrumen, mulai dari transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, hingga pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Dalam kebijakan moneternya, BI memang mengoptimalkan strategi intervensi valas melalui NDF, spot, dan DNDF untuk memperkuat stabilisasi rupiah. BI juga mempertahankan BI-Rate di level 5,75% dalam RDG Agustus 2026, dengan kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *