
Gugatan hukum yang dilayangkan Denny Indrayana terkait keabsahan ijazah setingkat SMA/SMK milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memantik reaksi keras dari berbagai pihak.
Rismon Sianipar secara terbuka menyebut bahwa basis argumentasi gugatan tersebut dibangun di atas narasi keliru yang selama ini digaungkan oleh Roy Suryo.
Rismon menyoroti klaim Roy Suryo yang menyimpulkan bahwa UTS Insearch di Sydney, Australia, hanyalah lembaga kursus bahasa Inggris berdurasi 6 bulan.
Menurut Rismon, kesimpulan tersebut diambil secara prematur pascakunjungan Roy ke UTS Insearch, di mana penilaiannya hanya bersandar pada asumsi sepihak orang-orang Indonesia yang kebetulan mengambil kelas bahasa di sana, tanpa menelaah dokumen kurikulum resmi lembaga terkait.
Berdasarkan dokumen resmi UTS Insearch tahun 2004, lembaga pendidikan tersebut menawarkan jenjang akademik yang komprehensif, bukan sekadar tempat kursus. Program tersebut meliputi:
English Program: General English, Academic English Program (AEP), dan Direct Entry English Program.
Foundation Studies: Program transisi (bridging) lintas negara bagi siswa yang telah menempuh pendidikan setara kelas 10 dan 11 (dibuktikan dengan GCE O Level Singapura).
Program Diploma: Mencakup Diploma of Business/Economics, Diploma of IT, Diploma of Communication, hingga Diploma of Science and Design.
“Jika kita bertumpu pada dokumen resmi UTS Insearch, argumentasi Roy Suryo yang mengatakan lembaga itu hanya menawarkan kursus bahasa Inggris sebenarnya sudah runtuh,” tegas Rismon.
Fakta Pertemuan dengan Dirjen Dikdasmen 2025
Lebih lanjut, Rismon membeberkan fakta pertemuan pada tahun 2025 yang dihadiri oleh dirinya, Roy Suryo, Jahmada Girsang, dan Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Dr. Sutanto. Dalam pertemuan tersebut, Dirjen secara gamblang telah memaparkan alur rekam jejak pendidikan Wapres Gibran:
1. Menempuh Secondary 3 dan Secondary 4 di Orchid Park Secondary School Singapura (setara kelas 10 dan 11 SMA).
2. Melanjutkan program Foundation Studies di UTS Insearch (dengan syarat masuk setara kelas 11 atau Year 11).
3. Menyelesaikan program Diploma of Business Studies di UTS Insearch selama kurun waktu 2004-2007.
“Dari pengakuan Dr. Sutanto, Gibran memiliki sertifikat kelulusan Diploma. Atas dasar itulah dikeluarkan surat keterangan penyetaraan SMK. Meskipun kami berempat mendengar langsung penjelasan Dirjen Dikdasmen, Roy Suryo tetap bersikeras pada narasinya. Ini sangat disayangkan,” ungkap Rismon.
Uji Kesetaraan Pendidikan Lintas Negara di MK
Rismon memprediksi langkah Denny Indrayana akan menemui jalan buntu di Mahkamah Konstitusi (MK) jika sidang terus berlanjut. Pihak Kemendikdasmen diyakini siap membuka bukti akademik, termasuk sertifikat GCE O Level dan Diploma of Business Studies.
Pemerintah juga diperkirakan akan menghadirkan ahli sistem pendidikan untuk membedah legitimasi penyetaraan (cross-border education equivalence). Para ahli akan membedah komparasi kurikulum, kompetensi inti, silabus, dan capaian pembelajaran (learning outcomes).
Sidang ini akan menjadi krusial untuk memberikan pemahaman kepada majelis hakim terkait perbedaan fundamental dua sistem pendidikan dunia:
Sistem Akademik UNESCO (Indonesia): Menggunakan format 6-3-3 (6 tahun SD, 3 tahun SMP, 3 tahun SMA).
Sistem British/Cambridge Oriented Academy: Menggunakan format 6–4/5–2 (6 tahun SD, 4-5 tahun Secondary, dan 2 tahun Post-Secondary sebagai persiapan universitas atau vokasi).
Di akhir pernyataannya, Rismon mengingatkan agar polemik tumpang tindih (overlapping) terminologi pendidikan ini tidak dimanfaatkan demi manuver politik pragmatis.
Ia menyinggung latar belakang politik Denny Indrayana dan Roy Suryo agar tidak mengorbankan warga negara yang menempuh pendidikan di sistem asing hanya karena ketiadaan nomenklatur “SMA” atau “SMK” secara tertulis di negara asalnya.
