
Wacana Pilpres 2029 kembali memanas setelah nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM disandingkan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Di tengah munculnya sejumlah nama yang disebut dalam bursa politik 2029, mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu justru menilai duet Gibran-KDM semakin terlihat.
“Makin jelas Gibran-KDM,” tulis Said Didu di akun X.
Baca Juga: Ferdinand Hutahean: Gibran dan Jokowi Pasti Saat Ini Tidak Bisa Tidur Nyenyak
Pernyataan tersebut merespons unggahan yang menyebut adanya isu bahwa Jokowi akan menggandeng Dedi Mulyadi untuk dipasangkan dengan Gibran. Salah satu alasannya karena Dedi Mulyadi sedang populer bahkan elektabilitasnya dalam sejumlah survei berhasil mengungguli Prabowo.
Diketahui, hasil survei Tempo Data Science memang menempatkan Dedi Mulyadi sebagai salah satu figur dengan elektabilitas tinggi menjelang Pemilu 2029. KDM memperoleh elektabilitas 42 persen, sementara Prabowo Subianto berada di angka 15 persen.
Mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan berada di posisi berikutnya dengan elektabilitas 10 persen, sedangkan Gibran Rakabuming Raka memperoleh 6 persen. Data tersebut merupakan hasil survei Tempo Data Science yang dilakukan terhadap 1.260 responden di 38 provinsi pada 31 Juli hingga 11 Agustus 2026.
Dalam data yang disampaikan, posisi berikutnya ditempati dua nama sekaligus. Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dan mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masing-masing memperoleh 4 persen.
Selanjutnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memperoleh 3 persen. Sementara mantan Menko Polhukam Mahfud MD berada di posisi terakhir dengan raihan 2 persen.
Meski isu mengenai duet Gibran-KDM kembali mencuat, belum ada kepastian bahwa pasangan tersebut akan benar-benar maju pada Pilpres 2029. Pernyataan mengenai semakin jelasnya duet tersebut sejauh ini merupakan pandangan Said Didu yang disampaikan melalui akun X setelah merespons unggahan terkait wacana tersebut.
