
Joe Howarth perlahan mulai terbiasa dengan sorotan setelah mengawali karier profesionalnya dari panggung-panggung kecil.
Petinju kelas ringan asal Wigan, Inggris, itu kini mulai mendapatkan tempat dalam sejumlah kartu pertandingan besar.
Petinju berusia 24 tahun tersebut akan menghadapi mantan penantang gelar Inggris, Cory O’Regan, akhir pekan ini.
Pertarungan itu menjadi bagian dari laga pendukung sebelum John Hedges mempertahankan gelar kelas penjelajah Inggris melawan Pat Brown.
DAZN akan menyiarkan pertandingan tersebut secara langsung dari Co-op Live Arena, Manchester, Sabtu (19/9) pukul 19.00 BST atau 14.00 ET.
Penampilan pertama Howarth di layar televisi terjadi ketika ia tampil dalam kartu pertandingan Dalton Smith melawan Mathieu Germain pada April 2025.
Sebelumnya, Howarth lebih sering bertinju dalam pertunjukan kecil yang minim sorotan.
Ketika tampil dalam konferensi pers sebelum pertarungan, Howarth yang masih gugup justru memberikan penampilan singkat yang diwarnai kata-kata kasar.
Meski tidak berjalan mulus, kemunculan tersebut menjadi sesuatu yang berbeda dari jawaban-jawaban standar yang biasanya terdengar dalam konferensi pers tinju.
Beberapa hari kemudian, Joe Howarth (15-2, 4 KO) terlihat jauh lebih tenang saat mencatat kemenangan angka dalam enam ronde atas Mario Portillo.
“Ketika pertama kali menjadi petinju profesional, saya tidak pernah berbicara di depan kamera. Sama sekali belum pernah. Sejak saat itu, saya benar-benar tidak menyukai kamera,” kata Howarth kepada The Ring sambil tertawa.
“Sekarang saya mulai lebih baik dan semakin terbiasa dengannya.”
Howarth memang harus semakin nyaman berada di depan kamera. Ia diperkirakan akan terlibat dalam sejumlah pertarungan domestik penting dalam beberapa tahun mendatang.
Bagi sebagian besar penggemar yang tidak rutin menyaksikan pertunjukan kecil atau laga pendukung kartu besar, Howarth mungkin baru dikenal setelah pertarungannya selama 40 menit melawan Giorgio Visioli pada Desember lalu.
Sebagai underdog, Howarth tampil berani, menerima serangan Visioli dan tetap menjaga tekanan meski sempat mendapat pukulan keras pada awal pertarungan.
Ia akhirnya kalah melalui keputusan angka mutlak dalam 10 ronde, tetapi mendapatkan pengalaman berharga.
“Saya baru bersama Dave [Allen, pelatihnya] selama enam bulan, jadi saya pikir pertarungan itu datang terlalu cepat. Namun, kesempatan itu ada dan kami tidak berada dalam posisi untuk menolaknya,” ujarnya.
Joe Howarth menilai dirinya bisa menjalani pertarungan berbeda jika lebih cepat mendekat dan melepaskan pukulan.
Setelah hampir 18 bulan berlatih bersama Allen, Howarth seharusnya menghadapi Josh Holmes yang belum terkalahkan. Cedera Holmes membuat O’Regan (15-1, 3 KO) menjadi lawannya.
O’Regan, petinju kidal dengan gaya sulit ditebak, akan menjadi ujian serius. Namun, laga ini juga menjadi kesempatan bagi Howarth menunjukkan perkembangan permainannya.
“Saya tahu bagaimana dia ingin saya bertinju. Sekarang semuanya mulai menyatu,” kata Howarth. “Bertinju dari belakang, maju ke depan, memberikan tekanan, semuanya.”
Perubahan itu terlihat dibandingkan gaya Howarth saat muncul di kancah regional Inggris Utara sebagai petinju agresif.
“Saya petarung yang benar-benar berbeda dari dulu,” katanya. “Semakin tinggi levelnya, semakin banyak gaya yang akan dihadapi. Anda harus siap menghadapi apa pun.”
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/tinju/joe-howarth-kian-nyaman-menghadapi-sorotan-di-panggung-besar
