{"id":90085,"date":"2026-08-26T22:49:06","date_gmt":"2026-08-26T15:49:06","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/08\/26\/serangan-siber-indonesia-tembus-257-juta-setara-16-serangan-per-detik\/"},"modified":"2026-08-26T22:49:06","modified_gmt":"2026-08-26T15:49:06","slug":"serangan-siber-indonesia-tembus-257-juta-setara-16-serangan-per-detik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/08\/26\/serangan-siber-indonesia-tembus-257-juta-setara-16-serangan-per-detik\/","title":{"rendered":"Serangan Siber Indonesia Tembus 257 Juta, Setara 16 Serangan per Detik"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Serangan siber terhadap Indonesia semakin agresif sepanjang Semester I 2026. Berdasarkan laporan <em>Ancaman Digital di Indonesia Semester I Tahun 2026<\/em> yang dirilis AwanPintar.id\u00ae, platform <em>intelligence<\/em> ancaman siber nasional milik PT Prosperita Sistem Indonesia, tercatat 257.976.333 serangan menyasar Indonesia selama enam bulan pertama 2026.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Jumlah tersebut setara dengan rata-rata 16 serangan siber per detik dan meningkat 93,33% dibandingkan Semester I 2025 yang mencatat 133.439.209 serangan.<\/p>\n<p>Lonjakan tersebut menunjukkan ruang siber Indonesia semakin menjadi sasaran operasi serangan berskala global. Serangan tidak hanya berupa pemindaian otomatis, tetapi juga mencakup percobaan eksploitasi kerentanan hingga penyebaran <em>malware<\/em>.<\/p>\n<p>Founder AwanPintar.id\u00ae Yudhi Kukuh mengatakan peningkatan serangan antara lain dipicu meluasnya <em>attack surface<\/em> seiring percepatan transformasi digital di sektor pemerintahan, layanan publik, dan dunia usaha.<\/p>\n<p>&#8220;Termasuk oleh masifnya pemanfaatan layanan <em>cloud<\/em>, AI, dan peningkatan transaksi <em>online<\/em> di masyarakat,&#8221; ujar Yudhi.<\/p>\n<p>Menurutnya, kondisi tersebut mendorong organisasi di Indonesia untuk mengadopsi pendekatan keamanan yang lebih adaptif dan berbasis risiko. Penguatan deteksi dini, manajemen kerentanan, serta kesiapan merespons insiden perlu dilakukan secara berkelanjutan.<\/p>\n<h3>Serangan untuk Kuasai Administrator Melonjak<\/h3>\n<p>Salah satu temuan utama dalam laporan tersebut adalah meningkatnya serangan yang bertujuan memperoleh kendali atas administrator sistem atau <em>Attempted Administrator Privilege Gain<\/em>.<\/p>\n<p>Kategori serangan ini melonjak dari 2,76% pada Semester I 2025 menjadi 43,65% pada Semester I 2026. Kenaikan tersebut menunjukkan perubahan pola serangan yang semakin berorientasi pada pengambilalihan kendali sistem.<\/p>\n<p>Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh eksploitasi kerentanan pada layanan yang terekspos ke internet, pencurian kredensial melalui <em>phishing<\/em> dan <em>credential stuffing<\/em>, serta penggunaan <em>bot<\/em> otomatis untuk mencoba mengakses akun dengan hak istimewa.<\/p>\n<p>Pengambilalihan hak administrator menjadi perhatian serius karena dapat menjadi pintu masuk menuju serangan lanjutan, seperti <em>ransomware<\/em>, pencurian data, sabotase sistem, hingga kompromi infrastruktur jaringan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read629534\/kaspersky-ungkap-ai-mulai-jadi-senjata-otonom-kejahatan-siber\">Kaspersky Ungkap AI Mulai Jadi Senjata Otonom Kejahatan Siber<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Manipulasi Protokol Masih Jadi Ancaman Besar<\/h3>\n<p>Sementara itu, <em>Generic Protocol Command Decode<\/em> menjadi kategori serangan terbesar kedua dengan porsi 27,22%. Angka ini turun 41,15% dibandingkan tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>AwanPintar.id\u00ae mendeteksi adanya anomali pada paket data protokol jaringan yang tidak diharapkan atau tidak sah. Teknik tersebut dapat digunakan untuk mengeksploitasi kelemahan dalam komunikasi protokol jaringan, termasuk dalam serangan <em>Distributed Denial of Service<\/em> (DDoS).<\/p>\n<p>Meski mengalami penurunan, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan ancaman siber semakin rendah. Penurunan justru dapat mencerminkan perubahan strategi pelaku yang mulai mengarahkan serangan pada teknik yang lebih spesifik dan berpotensi memberikan dampak lebih besar.<\/p>\n<h3>Upaya Kebocoran Data Meningkat<\/h3>\n<p>Ancaman terhadap informasi penting juga mengalami peningkatan. Kategori <em>Attempted Information Leak<\/em> naik 9,31%, dari 4,66% pada Semester I 2025 menjadi 13,97% pada Semester I 2026.<\/p>\n<p>Serangan tersebut menyasar informasi bernilai tinggi, seperti akun, data klien, informasi kartu kredit, hingga data sensitif lainnya.<\/p>\n<p>Pelaku dapat memanfaatkan berbagai metode untuk memperoleh data tersebut, mulai dari eksploitasi kerentanan aplikasi, penyalahgunaan kredensial, <em>infostealer<\/em>, hingga kampanye <em>phishing<\/em>.<\/p>\n<p>Teknik <em>brute force<\/em> menjadi salah satu metode yang banyak digunakan, terutama dengan memanfaatkan kata sandi lemah. Dengan dukungan perangkat otomatis, pelaku dapat mencoba ribuan kombinasi nama pengguna dan kata sandi dalam waktu singkat.<\/p>\n<h3>Tiongkok dan AS Jadi Sumber Serangan Dominan<\/h3>\n<p>Dari sisi asal serangan, Tiongkok dan Amerika Serikat menjadi sumber serangan siber terbesar ke Indonesia.<\/p>\n<p>Porsi serangan dari Tiongkok meningkat dari 12,87% menjadi 21,94%. Sementara itu, kontribusi serangan dari Amerika Serikat naik dari 9,07% menjadi 10,83%.<\/p>\n<p>Serangan dari kawasan regional juga perlu menjadi perhatian, termasuk dari Singapura. Infrastruktur digital dengan latensi rendah di negara-negara yang berdekatan dengan Indonesia dapat dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan serangan secara lebih cepat.<\/p>\n<p>Serangan yang teridentifikasi berasal dari dalam negeri juga menunjukkan peningkatan. Banyuwangi tercatat naik dari 0,01% menjadi 4,53%, sedangkan Tangerang meningkat dari 0,03% menjadi 3,46%.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read628711\/prioritaskan-keamanan-siber-warta-ekonomi-anugerahi-cyber-protection-award-2026-ke-sejumlah-perusahaan\">Prioritaskan Keamanan Siber, Wacana Berita Anugerahi Cyber Protection Award 2026 ke Sejumlah Perusahaan<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Kredensial dan Kerentanan Jadi Celah Utama<\/h3>\n<p>Pencurian kredensial masih menjadi salah satu cara utama pelaku untuk memperoleh akses tidak sah ke sistem, aplikasi, maupun layanan digital.<\/p>\n<p>AwanPintar.id\u00ae mencatat penggunaan <em>DoublePulsar Backdoor<\/em> mencapai 99,28% dalam aktivitas yang teridentifikasi. <em>Backdoor<\/em> tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi penyebaran <em>malware<\/em> lainnya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, aktivitas <em>spam<\/em> sempat mengalami penurunan pada awal 2026 sebelum kembali melonjak pada akhir Semester I. Pola serupa juga terlihat pada <em>malware<\/em> yang menurun di awal periode, kemudian meningkat sepanjang Maret hingga Juni 2026.<\/p>\n<p>Kerentanan perangkat lunak juga tetap menjadi sasaran utama. Eksploitasi <em>Common Vulnerabilities and Exposures<\/em> (CVE) melonjak 71% pada Maret 2026. Sementara itu, jumlah <em>Open Source Vulnerabilities<\/em> (OSV) yang dirilis sepanjang Semester I 2026 mencapai 34.804.<\/p>\n<p>Yudhi mengatakan organisasi perlu memperkuat keamanan infrastruktur, menerapkan kata sandi yang kuat dan autentikasi multifaktor (MFA), membatasi hak akses, mengenkripsi data, serta meningkatkan pemantauan aktivitas pengguna.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>&#8220;Peningkatan kesadaran keamanan siber juga penting sehingga organisasi dapat meminimalkan risiko kebocoran informasi yang dapat menimbulkan kerugian finansial maupun reputasi,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read630811\/serangan-siber-indonesia-tembus-257-juta-setara-16-serangan-per-detik\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Serangan siber terhadap Indonesia semakin agresif sepanjang Semester I 2026. Berdasarkan laporan Ancaman Digital di Indonesia Semester I Tahun 2026 yang dirilis AwanPintar.id\u00ae, platform intelligence ancaman siber nasional milik PT Prosperita Sistem Indonesia, tercatat 257.976.333 serangan menyasar Indonesia selama enam bulan pertama 2026. Jumlah tersebut setara dengan rata-rata 16 serangan siber [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":90086,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-90085","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 months ago","modified":"2 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90085","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=90085"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90085\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/90086"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=90085"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=90085"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=90085"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}