{"id":895,"date":"2024-05-11T05:21:13","date_gmt":"2024-05-11T05:21:13","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2024\/05\/11\/kuliner-legendaris-bandung-lontong-kari-kebon-karet-berdiri-sejak-1966\/"},"modified":"2024-05-11T05:21:13","modified_gmt":"2024-05-11T05:21:13","slug":"kuliner-legendaris-bandung-lontong-kari-kebon-karet-berdiri-sejak-1966","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2024\/05\/11\/kuliner-legendaris-bandung-lontong-kari-kebon-karet-berdiri-sejak-1966\/","title":{"rendered":"Kuliner Legendaris Bandung Lontong Kari Kebon Karet, Berdiri sejak 1966"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\">WACANA BERITA<\/a><\/strong> \u2013\u00a0Lontong kari Kebon Karet menjadi salah satu kuliner <a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/tag\/legendaris\/\" class=\"st_tag internal_tag \" rel=\"tag\" title=\"Legendaris\">legendaris<\/a> yang ada di kota Bandung, pasalnya kuliner yang identik dengan kuah kaldunya itu sudah ada sejak 58 tahun lalu.<\/p>\n<p>Hingga kini, lontong karinya masih otentik. Kuliner ini juga telah menjadi tujuan favorit bagi warga lokal, wisatawan, selebriti dan pejabat.<\/p>\n<p>Pemilik lontong kari Kebon Karet Aldi menyebutkan, lontong kari ini pertama kali di buka pad tahun 1966.<\/p>\n<p>\u201cLontong kari ini telah melewati perubahan zaman dan tetap setia pada resep dan kualitasnya,\u201d kata Aldi Jumat 10 Mei 2024.<\/p>\n<p>Saat ini Lontong Kari Kebon Karet dipegang oleh anak keempat dari enam bersaudara.<\/p>\n<p>Menurut Aldi, warung ini terus menerus menghadirkan kualitas bahan terbaik dan pelayanan yang ramah kepada pelanggan.<\/p>\n<p>\u201cKami selalu menjaga kualitas dan terbuka tentang bahan-bahan yang kami gunakan,\u201d ungkap Aldi.<\/p>\n<p>Dengan harga yang sedikit berbeda dari kompetitor, Lontong Kari Kebon Karet menonjol berkat kekentalan santannya dan rasa beras lontong yang unik.<\/p>\n<p>Menu warung ini juga telah berkembang dari hanya lontong kari dan es campur menjadi menyertakan mie kari dan soto.<\/p>\n<p>\u201cHarapan kami adalah melihat kepuasan pelanggan dan mewariskan tradisi ini ke generasi mendatang,\u201d ungkap Aldi.<\/p>\n<p>Meskipun mengalami tantangan infrastruktur terbatas, seperti antrean panjang di akhir pekan, warung ini tetap bisa menyajikan 200-300 porsi per hari dan hingga dua kali lipat di akhir pekan.<\/p>\n<p>\u201cSemoga warung ini terus eksis dan dicintai oleh masyarakat Bandung, mewariskan kelezatan lontong kari kepada generasi mendatang tanpa perubahan yang signifikan dalam cita rasa dan kualitas,\u201d harapnya.<\/p>\n<p>Jadi tunggu apalagi, yuk segera merapat ke Lontong Kari Kebon Karet. (Dwi)***<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/wisata-kuliner\/75371\/kuliner-legendaris-bandung-lontong-kari-kebon-karet-berdiri-sejak-1966\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WACANA BERITA \u2013\u00a0Lontong kari Kebon Karet menjadi salah satu kuliner legendaris yang ada di kota Bandung, pasalnya kuliner yang identik dengan kuah kaldunya itu sudah ada sejak 58 tahun lalu. Hingga kini, lontong karinya masih otentik. Kuliner ini juga telah menjadi tujuan favorit bagi warga lokal, wisatawan, selebriti dan pejabat. Pemilik lontong kari Kebon Karet [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":896,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-895","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/895","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=895"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/895\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/896"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=895"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=895"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=895"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}