{"id":86999,"date":"2026-08-22T22:03:29","date_gmt":"2026-08-22T15:03:29","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/08\/22\/dari-kehilangan-harta-di-krisis-1998-hingga-ipo-ishak-chandra-ungkap-cara-bangkit-jadi-pengusaha\/"},"modified":"2026-08-22T22:03:29","modified_gmt":"2026-08-22T15:03:29","slug":"dari-kehilangan-harta-di-krisis-1998-hingga-ipo-ishak-chandra-ungkap-cara-bangkit-jadi-pengusaha","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/08\/22\/dari-kehilangan-harta-di-krisis-1998-hingga-ipo-ishak-chandra-ungkap-cara-bangkit-jadi-pengusaha\/","title":{"rendered":"Dari Kehilangan Harta di Krisis 1998 hingga IPO, Ishak Chandra Ungkap Cara Bangkit Jadi Pengusaha"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Co-Founder &amp; Group CEO PT Triniti Dinamik Tbk (TRIN) Ishak Chandra membagikan perjalanan 33 tahun kariernya membangun bisnis, mulai dari kehilangan hampir seluruh aset saat krisis 1998 hingga membawa perusahaan yang dibangunnya melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Perjalanan tersebut dituangkan dalam buku berjudul\u00a0<em>Bermain di Papan Besar<\/em>, yang memuat pengalaman Ishak dalam menghadapi berbagai fase bisnis, mulai dari kegagalan, pengambilan keputusan, hingga strategi membangun perusahaan.<\/p>\n<p>Ishak mengatakan motivasi utama penulisan buku tersebut bukan untuk menceritakan keberhasilan, melainkan membagikan proses dan pengalaman yang membentuk perjalanan bisnisnya.<\/p>\n<p>\u201cSebenarnya motivasi utamanya itu adalah\u00a0<em>sharing<\/em>, bukan tentang cerita sukses ya. Tapi menceritakan bagaimana dan apa yang saya alami untuk mencapai hari ini. Jadi ini seperti\u00a0<em>blueprint<\/em>\u00a0dari seorang Ishak Chandra yang minus, bukan hanya nol ya, hingga bisa jadi hari ini,\u201d ujar Ishak.<\/p>\n<p>Buku tersebut ditulis dalam waktu sekitar lima bulan sejak April 2026. Dalam buku itu, Ishak merangkum perjalanan kariernya sejak bergabung sebagai\u00a0<em>Management Trainee<\/em>\u00a0di Astra International pada 1991, berkarier di Soewarna Business Park, Sinar Mas Land, hingga mendirikan dan memimpin Triniti Land.<\/p>\n<p>Triniti Land kemudian mencatatkan saham perdana di BEI pada 15 Januari 2020.<\/p>\n<h2>Fokus di Satu Industri Jadi Kunci<\/h2>\n<p>Dalam membangun bisnis, Ishak menilai fokus pada satu sektor menjadi salah satu faktor penting untuk menciptakan keunggulan kompetitif.<\/p>\n<p>Menurutnya, setiap industri memiliki siklus naik dan turun sehingga pelaku usaha perlu memahami sektor yang digelutinya secara mendalam.<\/p>\n<p>\u201cMeski saya 35 tahun di industri properti, tapi kalau tentang membangun bisnis, ketika kita menekunkan suatu industri, industri apa pun itu pasti ada naik turunnya. Maka yang perlu kita pelajari adalah fokus pada\u00a0<em>one sector<\/em>\u00a0yang kita kuasai, dengan begitu kita punya\u00a0<em>advantage<\/em>\u00a0lebih besar,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ishak mengatakan keputusan bertahan di sektor properti bukan semata karena industrinya, tetapi karena pemahaman dan kecintaan terhadap bidang yang ditekuni.<\/p>\n<p>\u201cKalau ditanya kok saya tetap di properti, saya bilang saya nggak ngomong properti. Industri apa pun pasti ada naik turunnya.\u00a0<em>We focus with what we love for our life<\/em>,\u201d ujarnya.<\/p>\n<h2>Properti Bergantung Momentum dan Dukungan Pemerintah<\/h2>\n<p>Terkait kondisi sektor properti saat ini, Ishak menilai berbagai insentif pemerintah harus diberikan pada momentum yang tepat agar mampu memberikan dampak terhadap pasar.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan kebijakan seperti pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) maupun subsidi perlu mempertimbangkan kondisi daya beli masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cSaya selalu katakan bahwa insentif, semuanya itu tergantung momen. Kalau momen nggak tepat, itu nggak bakal menstimulus juga. Jadi harus cari momen,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Menurut Ishak, sektor properti memiliki hubungan erat dengan kondisi politik dan kebijakan pemerintah karena merupakan investasi jangka panjang.<\/p>\n<p>\u201cProperti itu sangat relate sama pemerintah dan politik. Karena apa? Karena properti itu adalah\u00a0<em>long term investment<\/em>. Apalagi investasi, kalau misalnya politik nggak stabil, pemerintah nggak support, orang yang mau beli properti apalagi yang investasi, itu pasti akan stop,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Meski demikian, ia menilai pelaku bisnis tetap harus mampu melihat peluang di tengah perubahan kondisi pasar. Menurutnya, penurunan di sektor properti tidak berarti seluruh subsektor mengalami tekanan yang sama.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>\u201cProperti lagi turun, belum tentu semua sektor dan subsektor itu turun. Pasti ada naiknya. Kayak sekarang, properti lagi turun, lagi stagnan, tapi\u00a0<em>data center<\/em> lagi naik. Logistik lagi naik. Jadi sebagai pebisnis, harus pandai melihat peluang,\u201d ujar Ishak.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div>\n<p class=\"fs-7 m-0 p-3\">Mau Berita Terbaru Lainnya dari Wacana Berita? Yuk Follow Kami di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAiEJQekbu_XfrMeCH3tRfl7kkqFAgKIhCUHpG7v136zHgh97UX5e5J?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\" class=\"fw-bold\" target=\"_blank\">Google News<\/a> dengan <strong>Klik Simbol Bintang<\/strong>.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read630160\/dari-kehilangan-harta-di-krisis-1998-hingga-ipo-ishak-chandra-ungkap-cara-bangkit-jadi-pengusaha\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Co-Founder &amp; Group CEO PT Triniti Dinamik Tbk (TRIN) Ishak Chandra membagikan perjalanan 33 tahun kariernya membangun bisnis, mulai dari kehilangan hampir seluruh aset saat krisis 1998 hingga membawa perusahaan yang dibangunnya melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perjalanan tersebut dituangkan dalam buku berjudul\u00a0Bermain di Papan Besar, yang memuat pengalaman Ishak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":87000,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-86999","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 months ago","modified":"2 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86999","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=86999"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86999\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/87000"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=86999"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=86999"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=86999"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}