{"id":85441,"date":"2026-08-20T20:05:52","date_gmt":"2026-08-20T13:05:52","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/08\/20\/teknologi-subsurface-pangkas-biaya-proyek-strategis-indonesia-hingga-jutaan-dolar\/"},"modified":"2026-08-20T20:05:52","modified_gmt":"2026-08-20T13:05:52","slug":"teknologi-subsurface-pangkas-biaya-proyek-strategis-indonesia-hingga-jutaan-dolar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/08\/20\/teknologi-subsurface-pangkas-biaya-proyek-strategis-indonesia-hingga-jutaan-dolar\/","title":{"rendered":"Teknologi Subsurface Pangkas Biaya Proyek Strategis Indonesia hingga Jutaan Dolar"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Pemanfaatan teknologi pemodelan bawah permukaan (<em>subsurface<\/em>) dinilai semakin penting untuk mendukung keberhasilan proyek-proyek strategis di Indonesia. Selain meningkatkan akurasi pengambilan keputusan, teknologi tersebut juga mampu memangkas biaya, mengurangi risiko proyek, serta mempercepat penyelesaian pembangunan di sektor pertambangan, energi, panas bumi, hingga infrastruktur.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Director Business Development Asia Pasifik Seequent,\u00a0Scott Moore, mengatakan Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar pada sektor-sektor yang bergantung pada pemahaman kondisi bawah permukaan. Menurutnya, pengelolaan data geologi yang akurat menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, dan pembangunan infrastruktur nasional.<\/p>\n<p>&#8220;Indonesia memiliki peluang ekonomi di industri yang terkait dengan\u00a0<em>subsurface<\/em> atau bawah permukaan yang besar dan beragam, mencakup pertambangan dan mineral, panas bumi, energi, dan infrastruktur sipil,&#8221; ujar Scott, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (20\/8\/2026).<\/p>\n<p>Ia menjelaskan sektor-sektor tersebut berkontribusi terhadap pendapatan ekspor, ketahanan energi, pembangunan industri, konektivitas nasional, serta penciptaan lapangan kerja terampil. Karena itu, pemahaman kondisi bawah permukaan tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga berdampak langsung pada efisiensi biaya, produktivitas, mitigasi risiko, dan ketepatan waktu penyelesaian proyek.<\/p>\n<p>Seequent mengungkapkan penerapan teknologi\u00a0<em>subsurface<\/em>\u00a0telah memberikan dampak signifikan pada sejumlah proyek di Indonesia.<\/p>\n<p>Pada proyek nikel\u00a0PT Stargate\u00a0di Sulawesi, penggunaan perangkat lunak Seequent mampu mengurangi kebutuhan pengeboran hingga\u00a080%, menghemat biaya sekitar\u00a0US$8 juta, serta meningkatkan produktivitas tenaga kerja hingga\u00a050%.<\/p>\n<p>Sementara itu, pada proyek\u00a0Lumut Balai Unit 3\u00a0milik\u00a0PT Pertamina Geothermal Energy, pemanfaatan alur kerja\u00a0Leapfrog\u00a0yang disesuaikan berhasil menurunkan risiko pengeboran dari\u00a048% menjadi 15%, sekaligus menghasilkan penghematan biaya pengeboran sebesar\u00a0US$1,5 juta.<\/p>\n<p>Di sektor infrastruktur, teknologi Bentley dan Seequent juga diterapkan pada proyek\u00a0Jalan Trans-Papua\u00a0yang dikerjakan\u00a0PT Hutama Karya. Optimalisasi desain melalui teknologi tersebut menghasilkan penghematan hingga\u00a0US$1 juta\u00a0dan mempercepat penyelesaian proyek sekitar dua bulan.<\/p>\n<p>&#8220;Pemahaman terkait bawah permukaan yang lebih baik dapat mengurangi pekerjaan yang tidak diperlukan, meningkatkan produktivitas, dan membantu tim mengembangkan sumber daya serta menyelesaikan proyek lebih cepat,&#8221; kata Scott.<\/p>\n<p>Selain meningkatkan efisiensi, teknologi\u00a0<em>subsurface<\/em>\u00a0juga dinilai mendukung target keberlanjutan. Menurut Seequent, informasi geologi dan rekayasa yang lebih akurat membantu perusahaan mengurangi ketidakpastian, mengevaluasi alternatif desain, serta meminimalkan pekerjaan ulang yang berpotensi meningkatkan biaya maupun dampak lingkungan.<\/p>\n<p>Pada proyek Lumut Balai Unit 3, teknologi tersebut mendukung pemodelan bawah permukaan multidisiplin dan integrasi data yang diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon dioksida sekitar 300.000 ton per tahun\u00a0serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil setara sekitar 2.600 barel minyak per hari.<\/p>\n<p>Sementara itu, optimalisasi desain pada proyek Jalan Trans-Papua dilaporkan menghasilkan pengurangan emisi karbon dioksida sebesar\u00a049.672 kilogram.<\/p>\n<p>Seequent juga mulai mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (<em>artificial intelligence\/AI<\/em>) ke dalam alur kerja geosains untuk mengotomatisasi pekerjaan berulang dan membantu para ahli memperoleh analisis lebih cepat. Melalui platform\u00a0Seequent Evo, perusahaan juga menghubungkan berbagai aplikasi dan data geosains agar dapat dimanfaatkan secara lebih terintegrasi.<\/p>\n<p>Di sisi pengembangan sumber daya manusia, Seequent memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra, asosiasi profesi, dan perguruan tinggi, termasuk\u00a0Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI)\u00a0dan Institut Teknologi Bandung (ITB).<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read629706\/investasi-ai-indonesia-melonjak-tapi-kematangan-implementasi-masih-rendah\">Investasi AI Indonesia Melonjak, Tapi Kematangan Implementasi Masih Rendah<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read627676\/indonesia-butuh-9-juta-talenta-digital-itsec-asia-buka-akademi-ai-dan-cybersecurity\">Indonesia Butuh 9 Juta Talenta Digital, ITSEC Asia Buka Akademi AI dan Cybersecurity<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read627425\/cara-menghasilkan-uang-dari-ai-video-di-2026\">Cara Menghasilkan Uang dari AI Video di 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan\u00a0Leapfrog\u00a0dan\u00a0GeoStudio, serta penyelenggaraan Seequent Connect Indonesia 2026\u00a0di Jakarta yang diikuti lebih dari\u00a0100 profesional\u00a0dari kalangan industri, akademisi, dan asosiasi profesi.<\/p>\n<p>Untuk mendukung regenerasi talenta, aplikasi pembelajaran geologi tiga dimensi berbasis\u00a0<em>browser <\/em>Visible Geology\u00a0yang tersedia secara gratis telah digunakan sekitar\u00a03.400 pengguna di Indonesia\u00a0sejak diluncurkan pada Juni 2024. Perusahaan juga menggelar sesi praktik di ITB, Universitas Sriwijaya, serta melibatkan mahasiswa Universitas Indonesia.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Menurut Seequent, penguatan teknologi, kualitas data, dan kompetensi sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam mendukung pengembangan sektor pertambangan, panas bumi, energi, dan infrastruktur menuju visi Indonesia Emas 2045.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read629767\/teknologi-subsurface-pangkas-biaya-proyek-strategis-indonesia-hingga-jutaan-dolar\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Pemanfaatan teknologi pemodelan bawah permukaan (subsurface) dinilai semakin penting untuk mendukung keberhasilan proyek-proyek strategis di Indonesia. Selain meningkatkan akurasi pengambilan keputusan, teknologi tersebut juga mampu memangkas biaya, mengurangi risiko proyek, serta mempercepat penyelesaian pembangunan di sektor pertambangan, energi, panas bumi, hingga infrastruktur. Director Business Development Asia Pasifik Seequent,\u00a0Scott Moore, mengatakan Indonesia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":85442,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-85441","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 months ago","modified":"2 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85441","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=85441"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85441\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/85442"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=85441"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=85441"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=85441"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}