{"id":82351,"date":"2026-08-16T20:52:22","date_gmt":"2026-08-16T13:52:22","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/08\/16\/pengangguran-lulusan-sarjana-capai-1-jutapakar-ungkap-ketidaksesuaian-kurikulum-dan-kebutuhan-industri\/"},"modified":"2026-08-16T20:52:22","modified_gmt":"2026-08-16T13:52:22","slug":"pengangguran-lulusan-sarjana-capai-1-jutapakar-ungkap-ketidaksesuaian-kurikulum-dan-kebutuhan-industri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/08\/16\/pengangguran-lulusan-sarjana-capai-1-jutapakar-ungkap-ketidaksesuaian-kurikulum-dan-kebutuhan-industri\/","title":{"rendered":"Pengangguran Lulusan Sarjana Capai 1 Juta,Pakar Ungkap Ketidaksesuaian Kurikulum dan Kebutuhan Industri \u200e"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\">WACANA BERITA<\/a><\/strong> \u2013 Tingginya angka pengangguran dari kalangan lulusan perguruan tinggi menjadi sorotan. \u200eBerdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional BPS Mei 2026, sebanyak 1.033.182 orang berlatar belakang sarjana terapan, S-1, S-2, dan S-3 tercatat berstatus pengangguran.<br \/>\u200e<br \/>\u200ePengamat ekonomi Universitas Insan Cendekia Mandiri (UICM) Bandung, Deni Rizky, menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan antara dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi, dengan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cKemarin ternyata pas bulan Mei bahwa salah satu paling banyak\u00a0 pengangguran itu dari lulusan sarjana. Nah, ini artinya ada masalah nih antara sektor pendidikan dengan lapangan pekerjaan,\u201d ujar Deni Saat dihubungi Koran Mandala Minggu (16\/8\/2026)<br \/>\u200e<br \/>\u200eMenurutnya, persoalan tersebut menunjukkan adanya ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Karena itu, perguruan tinggi dinilai perlu melakukan penyesuaian kurikulum agar lebih relevan dengan perkembangan industri.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cNah, ini masalahnya ketidaksesuaian. Berarti artinya kamu harus menyesuaikan kurikulumnya, ya. Antara perguruan tinggi kampus dengan kurikulum yang memang dibutuhkan industri,\u201d katanya.<br \/>\u200e<br \/>\u200eDeni menilai lulusan perguruan tinggi idealnya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Terlebih, perkembangan industri saat ini berlangsung cepat seiring masuknya investasi dan berkembangnya teknologi baru.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cKan harusnya sekarang itu kelulusan perguruan tinggi itu sama dengan apa yang dibutuhkan industri,\u201d ucapnya.<br \/>\u200e<br \/>\u200eIa mencontohkan perkembangan industri kendaraan listrik yang membutuhkan sumber daya manusia dengan kemampuan sesuai teknologi terbaru. Namun, menurutnya, masih terdapat kesenjangan antara teknologi yang digunakan industri dengan pengalaman praktik yang diperoleh mahasiswa.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cIndustri menginginkan Investasi di Jawa Barat itu tentang kendaraan listrik, Tapi sekarang mahasiswa kampus-kampus gitu, praktiknya menggunakan kendaraan tahun 80-an, gitu ya,\u201d tuturnya.<br \/>\u200e<br \/>\u200eKondisi tersebut, lanjut Deni, menunjukkan pentingnya kolaborasi yang lebih kuat antara perguruan tinggi dan sektor industri.<br \/>\u200e<br \/>\u200eIa mendorong perusahaan, khususnya sektor manufaktur, untuk turut terlibat dalam pengembangan pendidikan melalui pembentukan kelas industri maupun program pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cMakanya perguruan tinggi ya harus bisa berkolaborasi dengan sektor-sektor industri,\u201d ujarnya.<br \/>\u200e<br \/>\u200eMenurut Deni, kolaborasi tersebut tidak hanya memberikan keuntungan bagi mahasiswa karena memperoleh pengalaman dan kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar, tetapi juga dapat membantu perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang siap bekerja.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201c jadi misalkan sektor-sektor manufaktur itu mempunyai skema untuk berinvestasi. Karena ini akan memangkas anggaran untuk mereka. Mereka kan bisa buka kelas industri, dapat tenaga kerja yang berkualitas, dan siap untuk dibuat industri,\u201d katanya.<br \/>\u200e<br \/>\u200eSelain perguruan tinggi dan industri, Deni menilai pemerintah memiliki peran penting dalam menjembatani kebutuhan kedua sektor tersebut. Pemerintah perlu memastikan terdapat keterhubungan antara kurikulum pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cTapi kan ini hal ini peran pemerintah juga bagaimana menjembatani antara kurikulum perguruan tinggi dengan kebutuhan industri,\u201d pungkasnya.<br \/>\u200e<br \/>\u200eIa berharap sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri dapat diperkuat sehingga lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang benar-benar dibutuhkan pasar kerja.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/daerah\/221373\/pengangguran-lulusan-sarjana-capai-1-jutapakar-ungkap-ketidaksesuaian-kurikulum-dan-kebutuhan-industri\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WACANA BERITA \u2013 Tingginya angka pengangguran dari kalangan lulusan perguruan tinggi menjadi sorotan. \u200eBerdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional BPS Mei 2026, sebanyak 1.033.182 orang berlatar belakang sarjana terapan, S-1, S-2, dan S-3 tercatat berstatus pengangguran.\u200e\u200ePengamat ekonomi Universitas Insan Cendekia Mandiri (UICM) Bandung, Deni Rizky, menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan antara dunia pendidikan, khususnya perguruan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":82352,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-82351","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"2 months ago","modified":"2 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82351","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=82351"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82351\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/82352"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=82351"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=82351"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=82351"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}