{"id":80103,"date":"2026-08-13T17:58:07","date_gmt":"2026-08-13T10:58:07","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/08\/13\/btn-gandeng-ppatk-renovasi-puluhan-rumah-tak-layak-huni-di-berbagai-daerah\/"},"modified":"2026-08-13T17:58:07","modified_gmt":"2026-08-13T10:58:07","slug":"btn-gandeng-ppatk-renovasi-puluhan-rumah-tak-layak-huni-di-berbagai-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/08\/13\/btn-gandeng-ppatk-renovasi-puluhan-rumah-tak-layak-huni-di-berbagai-daerah\/","title":{"rendered":"BTN Gandeng PPATK Renovasi Puluhan Rumah Tak Layak Huni di Berbagai Daerah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memperbaiki 20 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi keluarga prasejahtera di empat wilayah Indonesia. Kolaborasi tersebut digelar ke berbagai daerah untuk menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia yang masih tinggal di hunian tidak layak.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Sebanyak 20 RTLH tersebut tersebar masing-masing lima unit di Lebak, Cianjur, Sukabumi, dan Purworejo. Program ini melanjutkan kolaborasi BTN-PPATK pada 2025 yang telah memperbaiki 15 rumah, sehingga selama dua tahun sebanyak 35 rumah telah menjadi penerima manfaat.<\/p>\n<p>Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, perbaikan RTLH menjadi salah satu solusi untuk menjangkau masyarakat yang belum memiliki kemampuan memperoleh rumah melalui pembiayaan maupun memperbaiki rumah secara mandiri. Terlebih, sekitar satu dari tiga keluarga Indonesia masih tinggal di rumah yang belum memenuhi seluruh kriteria hunian layak.<\/p>\n<p>\u201cBTN hidup dari industri perumahan dan kami memahami betul bahwa belum semua segmen masyarakat bisa mendapatkan rumah melalui KPR, terutama masyarakat pada desil 1, 2, 3 dan sebagian desil 4 yang masih memiliki keterbatasan untuk membayar angsuran. Karena itu, salah satu solusi yang bisa kita lakukan adalah melalui bedah rumah,\u201d ujar Nixon di Desa Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (13\/8\/2026).<\/p>\n<p>Menurut Nixon, penyelesaian persoalan rumah tidak layak huni membutuhkan keterlibatan banyak pihak. BTN dan PPATK pun berkomitmen menjadikan program bedah rumah sebagai kegiatan tahunan dengan menyasar wilayah yang masih menghadapi kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.<\/p>\n<p>\u201cApa yang kita lakukan hari ini memang masih bagian kecil. Tetapi kalau semua korporasi dan institusi memiliki gerakan yang sama, ribuan rumah bisa kita perbaiki setiap tahun. Kita tidak hanya menunggu pemerintah, korporasi juga bisa bergerak bersama dan dampaknya langsung dirasakan masyarakat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Pada kesempatan yang sama, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan, program bedah rumah merupakan bagian dari Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang Indonesia yang telah memasuki usia 24 tahun dan menjadi gerakan bersama berbagai pemangku kepentingan.<\/p>\n<p>\u201cDalam rangka Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang Indonesia yang ke-24, kami bersama seluruh stakeholder, pada kesempatan ini bersama BTN, membangun dan memperbaiki rumah untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan kebutuhan dasar berupa papan. Ke depan kegiatan seperti ini akan terus kami laksanakan bersama BTN,\u201d ujar Ivan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read627447\/btn-ubah-strategi-bisnis-esg-kini-jadi-pertimbangan-ekspansi-pembiayaan-perumahan\">BTN Ubah Strategi Bisnis, ESG Kini Jadi Pertimbangan Ekspansi Pembiayaan Perumahan<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read627466\/jasindo-dorong-kesadaran-asuransi-rumah-di-tengah-program-3-juta-rumah\">Jasindo Dorong Kesadaran Asuransi Rumah di Tengah Program 3 Juta Rumah<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu, dampak program juga dirasakan salah seorang penerima manfaat, Sanatra, yang sebelumnya tinggal bersama keluarganya di rumah dengan kondisi rusak dan bocor.<\/p>\n<p>\u201cDulu rumahnya mau roboh, bocor. Mau memperbaiki enggak punya uang, karena untuk makan dan kebutuhan anak-anak saja. Alhamdulillah sekarang sudah bagus. Senang banget, saya, istri, sama anak. Terima kasih banget kepada BTN,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah juga mengapresiasi langkah yang dilakukan BTN dan PPATK. Menurutnya, tingkat kemiskinan di Kabupaten Lebak masih sekitar 8,03%, dengan sekitar 5.000 warga berada dalam kategori kemiskinan ekstrem sehingga turut memengaruhi kondisi tempat tinggal masyarakat.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>\u201cKami sangat berterima kasih kepada PPATK yang telah memberikan perhatian kepada daerah kami dan juga kepada BTN. Kabupaten Lebak masih menghadapi persoalan kemiskinan. Karena itu, kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus hadir di Kabupaten Lebak,\u201d sebut Amir.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div>\n<p class=\"fs-7 m-0 p-3\">Mau Berita Terbaru Lainnya dari Wacana Berita? Yuk Follow Kami di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAiEJQekbu_XfrMeCH3tRfl7kkqFAgKIhCUHpG7v136zHgh97UX5e5J?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\" class=\"fw-bold\" target=\"_blank\">Google News<\/a> dengan <strong>Klik Simbol Bintang<\/strong>.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read628423\/btn-gandeng-ppatk-renovasi-puluhan-rumah-tak-layak-huni-di-berbagai-daerah\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memperbaiki 20 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi keluarga prasejahtera di empat wilayah Indonesia. Kolaborasi tersebut digelar ke berbagai daerah untuk menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia yang masih tinggal di hunian tidak layak. Sebanyak 20 RTLH [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":80104,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-80103","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 months ago","modified":"2 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80103","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=80103"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80103\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/80104"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=80103"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=80103"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=80103"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}