{"id":77500,"date":"2026-08-10T03:17:08","date_gmt":"2026-08-09T20:17:08","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/08\/10\/segunung-masalah-tak-bisa-dijawab-naturalisasi-ala-erick-thohir\/"},"modified":"2026-08-10T03:17:08","modified_gmt":"2026-08-09T20:17:08","slug":"segunung-masalah-tak-bisa-dijawab-naturalisasi-ala-erick-thohir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/08\/10\/segunung-masalah-tak-bisa-dijawab-naturalisasi-ala-erick-thohir\/","title":{"rendered":"Segunung Masalah Tak Bisa Dijawab Naturalisasi ala Erick Thohir"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Masyarakat terus menyoroti kegagalan majunya pihak dari Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Di tengah gencarnya program naturalisasi pemain yang menjadi salah satu strategi federasi, muncul kritik bahwa kebijakan tersebut belum menyentuh akar persoalan pembinaan sepak bola dari Indonesia.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Bidang Komunikasi dan Media, Abdullah Rasyid mengatakan bahwa banyak persoalan belum disentuh oleh Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir. Ia bahkan menyuarakan agar sosok politikus itu mundur dari jabatannya.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read627557\/denny-indrayana-sayembara-temukan-ijazah-gibran-tadinya-akan-berhadiah-rp1-miliar-bukan-rp100-juta\">Denny Indrayana: Sayembara Temukan Ijazah Gibran Tadinya Akan Berhadiah Rp1 Miliar, Bukan Rp100 Juta<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cErick Thohir, Sudah Saatnya Mundur?\u201d ungkap Abdullah, dikutip Senin (10\/8\/2026).<\/p>\n<p>Bagi Abdullah, rentetan kegagalan timnas semestinya tidak hanya dilihat dari komposisi pemain yang tampil di lapangan. Ada pertanyaan jauh lebih besar mengenai ekosistem yang menopang perjalanan seorang pesepak bola nasional sejak usia dini hingga mampu menjadi pemain level tim nasional.<\/p>\n<p>Ia mempertanyakan seberapa besar kesempatan pemain muda mendapatkan pendidikan sepak bola berkualitas serta dukungan yang mereka perlukan untuk berkembang.<\/p>\n<p>\u201cBerapa banyak anak berbakat yang bisa masuk akademi berkualitas? Berapa banyak yang mendapat pelatih dengan standar baik sejak usia dini? Berapa banyak pertandingan kompetitif yang mereka jalani sebelum usia 18 tahun?\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Pertanyaan Abdullah kemudian melebar pada aspek lain yang selama ini menjadi fondasi pembentukan atlet profesional. Ia mempertanyakan kualitas nutrisi, penerapan sport science, pendidikan pemain, hingga sistem pencarian bakat yang digunakan untuk menemukan calon pemain masa depan dari Timnas Indonesia.<\/p>\n<p>Menurutnya, persoalan tersebut jauh lebih kompleks daripada sekadar menentukan siapa pemain yang akan mengenakan seragam bewarna Merah Putih.<\/p>\n<p>\u201cSeberapa bagus nutrisi, sports science, pendidikan dan proses pencarian bakat kita?\u201d lanjut Abdullah.<\/p>\n<p>Abdullah juga memberikan kritik paling tajam terhadap strategi yang saat ini banyak mendapat sorotan, yakni naturalisasi pemain. Program tersebut memang menjadi salah satu bagian penting dalam upaya memperkuat Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.<\/p>\n<p>Namun, naturalisasi menurutnya tidak dapat menjadi jawaban untuk persoalan struktural yang muncul dari pembinaan sepak bola usia dini.<\/p>\n<p>\u201cPertanyaan-pertanyaan itu tidak bisa dijawab dengan naturalisasi,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Diketahui,\u00a0 Timnas Indonesia memang kembali gagal membawa pulang trofi Piala AFF 2026. Skuad John Herdman tersebut tidak mampu menembus semifinal setelah hanya menempati peringkat ketiga Grup A.<\/p>\n<p>Indonesia mengoleksi tujuh poin dari empat pertandingan, hasil dari dua kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan. Posisi tersebut membuat Indonesia berada di bawah Singapura dan Vietnam.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read627548\/puluhan-tahun-kualitas-hidup-warga-jabar-tak-masuk-sepuluh-besar-dedi-mulyadi-kita-perlu-waktu\">Puluhan Tahun Kualitas Hidup Warga Jabar Tak Masuk Sepuluh Besar, Dedi Mulyadi: Kita Perlu Waktu<\/a><\/strong><\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Kegagalan ini memperpanjang penantian timnas untuk meraih gelar Piala AFF. Sepanjang keikutsertaannya dalam kompetisi tersebut, tanah air belum pernah menjadi juara. Bahkan, dalam dua edisi terakhir, skuad ini harus menerima kenyataan tersingkir sebelum mencapai babak semifinal.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div>\n<p class=\"fs-7 m-0 p-3\">Mau Berita Terbaru Lainnya dari Wacana Berita? Yuk Follow Kami di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAiEJQekbu_XfrMeCH3tRfl7kkqFAgKIhCUHpG7v136zHgh97UX5e5J?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\" class=\"fw-bold\" target=\"_blank\">Google News<\/a> dengan <strong>Klik Simbol Bintang<\/strong>.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read627567\/di-balik-kegagalan-timnas-indonesia-segunung-masalah-tak-bisa-dijawab-naturalisasi-ala-erick-thohir\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Masyarakat terus menyoroti kegagalan majunya pihak dari Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Di tengah gencarnya program naturalisasi pemain yang menjadi salah satu strategi federasi, muncul kritik bahwa kebijakan tersebut belum menyentuh akar persoalan pembinaan sepak bola dari Indonesia. Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Bidang Komunikasi dan Media, Abdullah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":77501,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-77500","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 months ago","modified":"2 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/77500","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=77500"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/77500\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/77501"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=77500"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=77500"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=77500"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}