{"id":74873,"date":"2026-08-06T05:35:24","date_gmt":"2026-08-05T22:35:24","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/08\/06\/roy-jones-jr-ungkap-momen-terbesar-dalam-kariernya\/"},"modified":"2026-08-06T05:35:24","modified_gmt":"2026-08-05T22:35:24","slug":"roy-jones-jr-ungkap-momen-terbesar-dalam-kariernya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/08\/06\/roy-jones-jr-ungkap-momen-terbesar-dalam-kariernya\/","title":{"rendered":"Roy Jones Jr Ungkap Momen Terbesar dalam Kariernya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div><span class=\"hide\">Wacana Berita &#8211;<\/span><\/p>\n<p class=\"intro\"><strong>Berita Tinju \u2013<\/strong><a href=\"https:\/\/www.ligaolahraga.com\/tag\/roy-jones-jr\">Roy Jones Jr<\/a> mengungkapkan satu momen paling bersejarah sepanjang karier profesionalnya di atas ring.<\/p>\n<p>Petinju yang lama dianggap sebagai salah satu terbaik lintas divisi itu memulai karier profesional pada 1989, setahun setelah meraih medali perak Olimpiade 1988 di Seoul. Puncak kejayaannya terjadi sepanjang dekade 1990-an saat ia merebut gelar dunia di kelas middleweight, super-middleweight, dan light-heavyweight, termasuk lewat kemenangan atas Mike McCallum, James Toney, dan Bernard Hopkins.<\/p>\n<p>Namun, menurut Jones, pencapaian terbesarnya justru hadir pada 2003. Saat itu ia naik kelas ke heavyweight dan menumbangkan juara dunia WBA, John Ruiz, melalui kemenangan angka mutlak. Keberhasilan tersebut kerap disebut sebagai raihan terbesar dalam kariernya.<\/p>\n<p>Dalam wawancara di Ring Champs bersama Ak &amp; Barak, Jones menegaskan bahwa gelar heavyweight itulah momen terbaik sepanjang perjalanan profesionalnya. Ia menyebut pencapaian tersebut bersifat historis karena menjadikannya satu-satunya petinju yang memulai karier di kelas 154 pound dan kemudian menjadi juara dunia heavyweight.<\/p>\n<p>Meski begitu, kiprahnya di kelas berat tidak berlangsung lama. Jones kembali turun ke kelas 175 pound dan menyatukan gelar dunia light-heavyweight versi WBC dan WBA setelah mengalahkan sesama petinju Amerika Serikat, Antonio Tarver, di Mandalay Bay Events Center, Las Vegas.<\/p>\n<p class=\"tag\"> Artikel Tag: <a href=\"https:\/\/www.ligaolahraga.com\/tag\/roy-jones-jr\" class=\"tag-link\">roy jones jr<\/a><\/p>\n<p><span class=\"hide\">Published by Wacana Berita at https:\/\/www.ligaolahraga.com\/tinju\/roy-jones-jr-ungkap-momen-terbesar-dalam-kariernya<\/span><\/div>\n<p><script> (function (d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = \"\/\/connect.facebook.net\/en_US\/sdk.js#xfbml=1&version=v2.5&appId=647543805350428\"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));<\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.ligaolahraga.com\/tinju\/roy-jones-jr-ungkap-momen-terbesar-dalam-kariernya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita &#8211; Berita Tinju \u2013Roy Jones Jr mengungkapkan satu momen paling bersejarah sepanjang karier profesionalnya di atas ring. Petinju yang lama dianggap sebagai salah satu terbaik lintas divisi itu memulai karier profesional pada 1989, setahun setelah meraih medali perak Olimpiade 1988 di Seoul. Puncak kejayaannya terjadi sepanjang dekade 1990-an saat ia merebut gelar dunia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":74875,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,6],"tags":[],"class_list":["post-74873","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-sports"],"relative_dates":{"created":"2 months ago","modified":"2 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74873","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=74873"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74873\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/74875"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=74873"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=74873"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=74873"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}