{"id":73483,"date":"2026-08-04T09:57:46","date_gmt":"2026-08-04T02:57:46","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/08\/04\/asean-ramai-ramai-ejek-timnas-indonesia-usai-dibantai-vietnam-malaysia-ikut-nyinyir-lebih-buruk-dari-kami\/"},"modified":"2026-08-04T09:57:46","modified_gmt":"2026-08-04T02:57:46","slug":"asean-ramai-ramai-ejek-timnas-indonesia-usai-dibantai-vietnam-malaysia-ikut-nyinyir-lebih-buruk-dari-kami","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/08\/04\/asean-ramai-ramai-ejek-timnas-indonesia-usai-dibantai-vietnam-malaysia-ikut-nyinyir-lebih-buruk-dari-kami\/","title":{"rendered":"ASEAN Ramai-ramai Ejek Timnas Indonesia usai Dibantai Vietnam, Malaysia Ikut Nyinyir: Lebih Buruk dari Kami"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Kekalahan telak Timnas Indonesia dari Vietnam di Piala AFF 2026 tidak hanya menyakitkan di atas lapangan. Hasil tersebut juga memancing gelombang komentar pedas dari warganet Asia Tenggara yang ramai-ramai menyoroti performa skuad Garuda.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Sejumlah komentar datang dari Vietnam, Malaysia hingga Thailand. Mereka menjadikan hasil pertandingan sebagai bahan perbincangan di media sosial setelah Indonesia tumbang dengan skor 0-3 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3\/8\/2026).<\/p>\n<p>Salah satu komentar yang paling banyak disorot datang dari akun Facebook asal Vietnam bernama Tommy Nguyen. Ia menyebut sepak bola Indonesia belum menunjukkan perkembangan meski dihuni banyak pemain keturunan.<\/p>\n<p>&#8220;300 juta orang, 22 orang Belanda masih kalah dari tim cadangan Vietnam 3-0, sepak bola Indonesia benar-benar tidak berkembang, terlalu mudah,&#8221; tulis Tommy Nguyen.<\/p>\n<p>Sindiran juga datang dari Malaysia. Akun Facebook bernama Zizan Hasnizan bahkan membandingkan hasil Indonesia dengan pencapaian negaranya saat menghadapi Vietnam.<\/p>\n<p>&#8220;Lebih buruk dari Malaysia. Singapura juga 0-0,&#8221; tulis Zizan Hasnizan.<\/p>\n<p>Sementara itu, akun asal Thailand bernama Van Lian memilih memberikan pujian kepada Vietnam. Menurutnya, kemenangan tersebut lahir berkat permainan yang disiplin dan efektif.<\/p>\n<p>&#8220;Permainan cerdas dari Vietnam,&#8221; tulis Van Lian.<\/p>\n<p>Komentar-komentar tersebut bermunculan tak lama setelah peluit panjang dibunyikan. Kekalahan Indonesia memang menjadi salah satu hasil yang paling mengejutkan di Grup A Piala AFF 2026.<\/p>\n<p>Vietnam tampil dominan sejak awal pertandingan. Tim asuhan Kim Sang-sik langsung membuka keunggulan melalui Nguyen Van Vi yang memanfaatkan serangan balik cepat setelah menerima umpan terobosan Nguyen Hoang Duc.<\/p>\n<p>Tekanan Vietnam berlanjut hanya berselang beberapa menit. Nguyen Hai Long berhasil menggandakan keunggulan setelah lolos dari kawalan pemain Indonesia sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal diantisipasi Nadeo Argawinata.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read626366\/mitchell-baker-jadi-ancaman-vietnam-bongkar-cara-matikan-mesin-gol-timnas-indonesia\">Mitchell Baker Jadi Ancaman, Vietnam Bongkar Cara Matikan Mesin Gol Timnas Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Tertinggal dua gol membuat Indonesia mencoba mengambil alih permainan menjelang turun minum. Namun rapatnya organisasi pertahanan Vietnam membuat peluang-peluang Garuda gagal berbuah gol.<\/p>\n<p>Pada babak kedua, John Herdman mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan memasukkan Beckham Putra, Jens Raven, dan Tim Geypens. Pergantian itu belum mampu mengangkat efektivitas serangan Indonesia.<\/p>\n<p>Vietnam justru kembali menghukum Indonesia lewat Nguyen Xuan Son pada menit ke-71. Penyerang naturalisasi tersebut memanfaatkan bola di dalam kotak penalti untuk menaklukkan Nadeo sekaligus memastikan kemenangan 3-0.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Hasil tersebut menjadi kekalahan pertama Indonesia di Grup A setelah sebelumnya mengalahkan Kamboja dan Timor Leste. Sebaliknya, Vietnam membawa pulang tiga poin penting yang membuka peluang besar mereka melaju ke babak semifinal sebagai juara grup.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div>\n<p class=\"fs-7 m-0 p-3\">Mau Berita Terbaru Lainnya dari Wacana Berita? Yuk Follow Kami di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAiEJQekbu_XfrMeCH3tRfl7kkqFAgKIhCUHpG7v136zHgh97UX5e5J?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\" class=\"fw-bold\" target=\"_blank\">Google News<\/a> dengan <strong>Klik Simbol Bintang<\/strong>.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read626500\/asean-ramai-ramai-ejek-timnas-indonesia-usai-dibantai-vietnam-malaysia-ikut-nyinyir-lebih-buruk-dari-kami\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Kekalahan telak Timnas Indonesia dari Vietnam di Piala AFF 2026 tidak hanya menyakitkan di atas lapangan. Hasil tersebut juga memancing gelombang komentar pedas dari warganet Asia Tenggara yang ramai-ramai menyoroti performa skuad Garuda. Sejumlah komentar datang dari Vietnam, Malaysia hingga Thailand. Mereka menjadikan hasil pertandingan sebagai bahan perbincangan di media sosial [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":67921,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-73483","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 months ago","modified":"2 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73483","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=73483"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73483\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67921"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=73483"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=73483"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=73483"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}