{"id":68146,"date":"2026-07-28T22:13:42","date_gmt":"2026-07-28T15:13:42","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/07\/28\/tarif-as-mengancam-industri-padat-karya-apindo-soroti-daya-saing-ekspor-ri\/"},"modified":"2026-07-28T22:13:42","modified_gmt":"2026-07-28T15:13:42","slug":"tarif-as-mengancam-industri-padat-karya-apindo-soroti-daya-saing-ekspor-ri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/07\/28\/tarif-as-mengancam-industri-padat-karya-apindo-soroti-daya-saing-ekspor-ri\/","title":{"rendered":"Tarif AS Mengancam Industri Padat Karya, APINDO Soroti Daya Saing Ekspor RI"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mengingatkan adanya risiko tekanan terhadap industri padat karya nasional akibat kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat. Sektor tekstil, garmen, alas kaki, dan furnitur menjadi kelompok industri yang paling perlu diwaspadai karena memiliki kontribusi besar terhadap pasar ekspor Amerika Serikat.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani, mengatakan tantangan utama bagi Indonesia bukan hanya terkait besaran tarif yang akan dikenakan Amerika Serikat, tetapi juga kemampuan Indonesia bersaing dengan negara lain yang menjadi kompetitor utama dalam perdagangan global.<\/p>\n<p>\u201cYang menjadi perhatian adalah negara lain tuh dapatnya berapa, karena kompetisi kita ini kan di <em>labor intensive<\/em> seperti tekstil, garmen, sepatu, furnitur,\u201d kata Shinta dalam konferensi pers Pra-Rakerkonas APINDO XXXV, di Jakarta, Selasa (28\/7\/2026).<\/p>\n<p>Menurut Shinta, sektor tekstil dan garmen menjadi salah satu yang paling terdampak karena memiliki ketergantungan tinggi terhadap pasar Amerika Serikat. Ia menyebut sekitar 61 persen ekspor tekstil dan garmen Indonesia ditujukan ke pasar Amerika.<\/p>\n<p>\u201cTekstil garmen tuh 61% ekspornya ke Amerika gitu loh. Sepatu, furnitur ini sebenarnya yang menjadi catatan kita,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>APINDO menilai posisi Indonesia dalam persaingan ekspor juga sangat bergantung pada kebijakan tarif negara lain. Shinta mencontohkan, negara pesaing seperti Vietnam, Kamboja, dan Filipina perlu menjadi perhatian karena struktur tarif yang diterapkan terhadap negara-negara tersebut akan menentukan tingkat kompetisi produk Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cKuncinya bukan hanya Indonesia dapat berapa, tapi pesaing kita dapatnya berapa,\u201d kata Shinta.<\/p>\n<p>Selain persoalan tarif, APINDO menyoroti tingginya biaya menjalankan usaha di Indonesia atau <em>cost of doing business<\/em> yang dapat mengurangi daya saing produk nasional.<\/p>\n<p>Menurut Shinta, perbedaan tarif yang kecil dengan negara pesaing belum tentu membuat Indonesia unggul apabila biaya produksi domestik masih lebih tinggi.<\/p>\n<p>\u201cKalau perbedaannya cuma 1-2 persen mungkin kita tetap tidak diuntungkan posisinya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>APINDO menilai pemerintah perlu memperkuat daya saing melalui penyelesaian persoalan struktural, seperti biaya logistik, beban regulasi, dan berbagai faktor yang meningkatkan biaya usaha.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read625228\/perry-warjiyo-mundur-apindo-minta-kejelasan-arah-kebijakan-moneter\">Perry Warjiyo Mundur, APINDO Minta Kejelasan Arah Kebijakan Moneter<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read623063\/askrindo-dan-apindo-kaltara-kolaborasi-dukung-ekosistem-investasi\">Askrindo dan APINDO Kaltara Kolaborasi Dukung Ekosistem Investasi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cJadi kita mesti lihat bukan hanya Indonesia dapat berapa tapi pesaing kita dapatnya berapa. Dan sekali lagi kuncinya tadi kita banyak faktor-faktor lain di luar daripada tarif yaitu <em>non-tariff barriers<\/em> juga memegang peranan penting,\u201d kata Shinta.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Dengan meningkatnya tekanan perdagangan global, APINDO berharap pemerintah dan dunia usaha dapat memperkuat koordinasi agar industri nasional tetap mampu mempertahankan pasar ekspor sekaligus menjaga keberlangsungan sektor padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div>\n<p class=\"fs-7 m-0 p-3\">Mau Berita Terbaru Lainnya dari Wacana Berita? Yuk Follow Kami di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAiEJQekbu_XfrMeCH3tRfl7kkqFAgKIhCUHpG7v136zHgh97UX5e5J?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\" class=\"fw-bold\" target=\"_blank\">Google News<\/a> dengan <strong>Klik Simbol Bintang<\/strong>.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read625249\/tarif-as-mengancam-industri-padat-karya-apindo-soroti-daya-saing-ekspor-ri\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mengingatkan adanya risiko tekanan terhadap industri padat karya nasional akibat kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat. Sektor tekstil, garmen, alas kaki, dan furnitur menjadi kelompok industri yang paling perlu diwaspadai karena memiliki kontribusi besar terhadap pasar ekspor Amerika Serikat. Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani, mengatakan tantangan utama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":68147,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-68146","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 months ago","modified":"2 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68146","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=68146"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68146\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/68147"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=68146"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=68146"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=68146"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}