{"id":68087,"date":"2026-07-28T21:03:51","date_gmt":"2026-07-28T14:03:51","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/07\/28\/pengamat-ungkap-skema-ideal-percepatan-transformasi-angkot-listrik\/"},"modified":"2026-07-28T21:03:51","modified_gmt":"2026-07-28T14:03:51","slug":"pengamat-ungkap-skema-ideal-percepatan-transformasi-angkot-listrik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/07\/28\/pengamat-ungkap-skema-ideal-percepatan-transformasi-angkot-listrik\/","title":{"rendered":"Pengamat Ungkap Skema Ideal Percepatan Transformasi Angkot Listrik"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\">WACANA BERITA<\/a><\/strong> \u2013 Transformasi angkutan kota (angkot) konvensional menuju angkot berbasis listrik di Bandung dinilai perlu disiapkan dengan skema yang tepat agar tidak hanya mengganti kendaraan, tetapi juga menjamin keberlanjutan usaha pengemudi dan pelayanan transportasi publik.<br \/>\u200e<br \/>\u200eDosen Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) Sony Sulaksono mengungkapkan, gagasan awal angkot listrik sebenarnya muncul dari koperasi angkutan umum yang mendapatkan tawaran uji coba kendaraan berbasis baterai dari perusahaan karoseri.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cSebenarnya inisiasi angkot listrik awalnya ada pada teman-teman koperasi angkutan umum. Mereka mendapat tawaran dari perusahaan karoseri untuk mencoba jenis angkot bertenaga baterai,\u201d ujar Sony Saat dihubungi Koran Mandala Selasa (28\/7\/2026)<br \/>\u200e<br \/>\u200eMenurutnya, hasil uji coba tersebut memunculkan keinginan dari koperasi pengemudi untuk melakukan transformasi secara bertahap dari angkot konvensional menuju angkot listrik.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cSecara fisik, angkot listrik tersebut sedikit lebih besar dari angkot konvensional. Kemudian dari uji coba tersebut, ada keinginan untuk meneruskan dengan secara bertahap mengganti angkot dengan angkot listrik,\u201d katanya.<br \/>\u200e<br \/>\u200eSony menjelaskan, momentum transformasi tersebut beriringan dengan sejumlah program pemerintah, seperti pengembangan Angkot Pintar oleh Pemerintah Kota Bandung serta rencana pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang membutuhkan angkutan pengumpan atau feeder.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cPemkot Bandung sedang memperkenalkan Angkot Pintar dan Provinsi Jawa Barat sedang mengembangkan BRT yang membutuhkan angkutan pengumpan (feeder) yang berbentuk angkot,\u201d jelasnya.<br \/>\u200e<br \/>\u200eKarena itu, lanjut Sony, rencana yang digagas koperasi pengemudi seperti Kopamas, Kobanter, dan Kobutri kemudian diarahkan menjadi program yang terintegrasi dengan pemerintah daerah.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cTransformasi angkutan menuju angkot listrik yang digagas oleh koperasi-koperasi sopir kemudian diusulkan menjadi program yang terintegrasi dengan pemerintah,\u201d tuturnya.<br \/>\u200e<br \/>\u200eSony menilai perubahan menuju angkot listrik dapat menjadi peluang untuk memperkuat posisi angkot sebagai bagian dari sistem transportasi Bandung dan Bandung Raya. Namun, menurutnya, pemerintah perlu menghadirkan skema yang mampu menjaga keberlangsungan pengemudi.<br \/>\u200e<br \/>\u200eIa menyebut skema pembelian layanan atau buy the service menjadi salah satu konsep yang banyak dibahas bersama komunitas angkot, koperasi, serta pengusaha transportasi.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cPara sopir angkot membentuk badan usaha atau koperasi lalu melakukan pengadaan dan mengoperasikan angkot listrik. Pemerintah menetapkan standar pelayanannya, lalu kemudian membeli layanan angkot yang sudah memenuhi kriteria pelayanan,\u201d ungkapnya.<br \/>\u200e<br \/>\u200eDalam skema tersebut, pembayaran layanan dilakukan berdasarkan kilometer perjalanan dengan standar perhitungan tertentu. Dengan begitu, pendapatan pengemudi dapat lebih terjamin.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cBesaran pelayanan yang dibeli berbasis kilometer dengan standar perhitungan sedemikian rupa sehingga setiap sopir mendapat pendapatan minimal setara UMR,\u201d kata Sony.<br \/>\u200e<br \/>\u200eIa mengatakan, saat ini sejumlah pengusaha dan sopir angkot mulai menjajaki kerja sama dengan investor untuk mendukung pengadaan kendaraan listrik. Namun, mereka masih menunggu kepastian kebijakan dari pemerintah.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cKonsep membeli layanan, pihak pengusaha dan sopir saat ini mulai merintis dengan menggandeng investor, namun mereka masih menunggu kepastian kebijakan dari pemerintah,\u201d ujarnya.<br \/>\u200e<br \/>\u200eSony menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya telah menyatakan kesiapan mendukung rencana transformasi angkot listrik. Namun, mekanisme pelaksanaannya masih membutuhkan pembahasan bersama dinas terkait.<br \/>\u200e<br \/>\u200eMenurutnya, apabila Pemprov Jawa Barat menerapkan skema pembelian layanan, Pemerintah Kota Bandung juga perlu mengambil langkah serupa dengan pembagian peran yang jelas.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cSelayaknya, jika Pemprov mau menjalankan pembelian pelayanan itu, Pemkot Bandung harusnya dapat melakukannya. Tinggal diatur pembagiannya, misalnya untuk angkot feeder oleh pemprov dan non feeder oleh pemkot,\u201d pungkas Sony.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/daerah\/220618\/pengamat-ungkap-skema-ideal-percepatan-transformasi-angkot-listrik\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WACANA BERITA \u2013 Transformasi angkutan kota (angkot) konvensional menuju angkot berbasis listrik di Bandung dinilai perlu disiapkan dengan skema yang tepat agar tidak hanya mengganti kendaraan, tetapi juga menjamin keberlanjutan usaha pengemudi dan pelayanan transportasi publik.\u200e\u200eDosen Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) Sony Sulaksono mengungkapkan, gagasan awal angkot listrik sebenarnya muncul dari koperasi angkutan umum [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":68088,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-68087","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"2 months ago","modified":"2 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68087","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=68087"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68087\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/68088"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=68087"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=68087"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=68087"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}