{"id":63049,"date":"2026-07-22T19:13:11","date_gmt":"2026-07-22T12:13:11","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/07\/22\/saham-grup-barito-terbang-prajogo-pangestu-rebut-lagi-takhta-orang-terkaya-indonesia\/"},"modified":"2026-07-22T19:13:11","modified_gmt":"2026-07-22T12:13:11","slug":"saham-grup-barito-terbang-prajogo-pangestu-rebut-lagi-takhta-orang-terkaya-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/07\/22\/saham-grup-barito-terbang-prajogo-pangestu-rebut-lagi-takhta-orang-terkaya-indonesia\/","title":{"rendered":"Saham Grup Barito Terbang, Prajogo Pangestu Rebut Lagi Takhta Orang Terkaya Indonesia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\">Reli saham-saham Grup Barito mengantarkan pendirinya, Prajogo Pangestu, kembali menduduki posisi sebagai orang terkaya di Indonesia. Berdasarkan daftar\u00a0<span class=\"s1\"><em>Forbes Real-Time Billionaires<\/em><\/span>\u00a0per Rabu (22\/7\/2026), kekayaan Prajogo melonjak menjadi\u00a0<span class=\"s1\">US$28,6 miliar<\/span>\u00a0atau sekitar\u00a0<span class=\"s1\">Rp512 triliun<\/span>, melampaui pendiri PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p class=\"p1\">Lonjakan kekayaan tersebut terjadi seiring penguatan saham-saham emiten yang berada dalam kelompok usaha Barito selama beberapa hari terakhir. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), hingga PT Petrosea Tbk (PTRO) kompak mencatatkan kenaikan.<\/p>\n<p class=\"p1\">Mengacu pada data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BRPT menguat sekitar\u00a0<span class=\"s1\">8,28% dalam sepekan<\/span>, sementara BREN naik\u00a0<span class=\"s1\">6%<\/span>\u00a0dalam sehari. Di saat yang sama, CUAN melonjak\u00a0<span class=\"s1\">15,2%<\/span>\u00a0dalam sepekan dan CDIA terapresiasi\u00a0<span class=\"s1\">13,39%<\/span>. Saham PTRO juga menguat\u00a0<span class=\"s1\">4,92%<\/span>, sedangkan TPIA naik\u00a0<span class=\"s1\">1,33%<\/span>.<\/p>\n<p class=\"p1\">Kenaikan kapitalisasi pasar emiten-emiten tersebut berdampak langsung terhadap valuasi kepemilikan saham Prajogo Pangestu, yang menjadi sumber utama pertumbuhan kekayaannya.<\/p>\n<p class=\"p1\">Berdasarkan data\u00a0<span class=\"s1\"><em>Forbes Real-Time Billionaires<\/em><\/span>, kekayaan Prajogo kini mencapai\u00a0<span class=\"s1\">US$28,6 miliar<\/span>, menempatkannya di peringkat\u00a0<span class=\"s1\">84 orang terkaya dunia<\/span>\u00a0sekaligus kembali menjadi individu terkaya di Indonesia.<\/p>\n<p class=\"p1\">Sementara itu, Low Tuck Kwong berada di posisi kedua dengan total kekayaan\u00a0<span class=\"s1\">US$20,2 miliar<\/span>. Selisih kekayaan keduanya mencapai sekitar\u00a0<span class=\"s1\">US$8,4 miliar<\/span>\u00a0atau setara\u00a0<span class=\"s1\">Rp150 triliun<\/span>.<\/p>\n<p class=\"p1\">Prajogo memperoleh sebagian besar kekayaannya dari kepemilikan di sejumlah perusahaan yang bergerak di sektor petrokimia, energi, energi baru terbarukan, pertambangan, hingga jasa penunjang tambang. Portofolionya meliputi BRPT, BREN, TPIA, CUAN, serta perusahaan jasa pertambangan PTRO.<\/p>\n<p class=\"p1\">Perubahan posisi dua konglomerat tersebut kembali menunjukkan besarnya pengaruh pergerakan harga saham terhadap daftar orang terkaya, terutama bagi pemegang saham pengendali perusahaan terbuka dengan kapitalisasi pasar besar.<\/p>\n<p class=\"p1\">Selain sektor energi dan petrokimia, daftar miliarder Indonesia juga memperlihatkan dominasi sektor perbankan, manufaktur, pusat data (<span class=\"s1\"><em>data center<\/em><\/span>), hingga barang konsumsi sebagai penyumbang utama kekayaan para pengusaha nasional.<\/p>\n<p class=\"p1\">Di bawah Prajogo dan Low Tuck Kwong, posisi ketiga ditempati pemilik Grup Djarum R. Budi Hartono dengan kekayaan\u00a0<span class=\"s1\">US$19,6 miliar<\/span>, disusul Michael Hartono sebesar\u00a0<span class=\"s1\">US$18,9 miliar<\/span>.<\/p>\n<p class=\"p1\">Posisi kelima dihuni Anthoni Salim dengan kekayaan\u00a0<span class=\"s1\">US$13,3 miliar<\/span>, diikuti pendiri Grup Mayapada Dato Sri Tahir sebesar\u00a0<span class=\"s1\">US$10,6 miliar<\/span>.<\/p>\n<p class=\"p1\">Sementara itu, pendiri PT DCI Indonesia Tbk, Otto Toto Sugiri, berada di posisi ketujuh dengan kekayaan\u00a0<span class=\"s1\">US$9,4 miliar<\/span>, mencerminkan semakin besarnya kontribusi sektor infrastruktur digital terhadap penciptaan nilai perusahaan di pasar modal Indonesia.<\/p>\n<p class=\"p1\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read623833\/saham-konglomerat-berpesta-saat-ihsg-menguat-emiten-prajogo-pangestu-dan-bakrie-paling-moncer\">Saham Konglomerat Berpesta Saat IHSG Menguat, Emiten Prajogo Pangestu dan Bakrie Paling Moncer<\/a><\/strong><\/p>\n<p class=\"p1\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read623505\/prajogo-incar-perusahaan-panas-bumi-filipina-lewat-bren-nilai-transaksi-tembus-us5-miliar\">Prajogo Incar Perusahaan Panas Bumi Filipina Lewat BREN, Nilai Transaksi Tembus US$5 Miliar<\/a><\/strong><\/p>\n<p class=\"p2\">Berikut daftar\u00a0<span class=\"s1\">10 orang terkaya di Indonesia<\/span>\u00a0versi\u00a0<span class=\"s1\"><em>Forbes Real-Time Billionaires<\/em><\/span>\u00a0per 22 Juli 2026:<\/p>\n<ol start=\"1\">\n<li>Prajogo Pangestu \u2013 US$28,6 miliar<\/li>\n<li>Low Tuck Kwong \u2013 US$20,2 miliar<\/li>\n<li>R. Budi Hartono \u2013 US$19,6 miliar<\/li>\n<li>Michael Hartono \u2013 US$18,9 miliar<\/li>\n<li>Anthoni Salim \u2013 US$13,3 miliar<\/li>\n<li>Dato Sri Tahir \u2013 US$10,6 miliar<\/li>\n<li>Otto Toto Sugiri \u2013 US$9,4 miliar<\/li>\n<li>Sri Prakash Lohia \u2013 US$8,6 miliar<\/li>\n<li>Marina Budiman \u2013 US$6,7 miliar<\/li>\n<li>Lim Hariyanto Wijaya Sarwono \u2013 US$6,4 miliar<\/li>\n<\/ol>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p class=\"p4\">Reli saham Grup Barito dalam beberapa hari terakhir sekaligus mempertegas besarnya sensitivitas daftar miliarder terhadap dinamika pasar modal, terutama ketika emiten-emiten berkapitalisasi besar mengalami kenaikan harga secara bersamaan.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div>\n<p class=\"fs-7 m-0 p-3\">Mau Berita Terbaru Lainnya dari Wacana Berita? Yuk Follow Kami di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAiEJQekbu_XfrMeCH3tRfl7kkqFAgKIhCUHpG7v136zHgh97UX5e5J?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\" class=\"fw-bold\" target=\"_blank\">Google News<\/a> dengan <strong>Klik Simbol Bintang<\/strong>.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read624095\/saham-grup-barito-terbang-prajogo-pangestu-rebut-lagi-takhta-orang-terkaya-indonesia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Reli saham-saham Grup Barito mengantarkan pendirinya, Prajogo Pangestu, kembali menduduki posisi sebagai orang terkaya di Indonesia. Berdasarkan daftar\u00a0Forbes Real-Time Billionaires\u00a0per Rabu (22\/7\/2026), kekayaan Prajogo melonjak menjadi\u00a0US$28,6 miliar\u00a0atau sekitar\u00a0Rp512 triliun, melampaui pendiri PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong. Lonjakan kekayaan tersebut terjadi seiring penguatan saham-saham emiten yang berada dalam kelompok [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":63050,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-63049","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 months ago","modified":"2 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63049","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=63049"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63049\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/63050"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=63049"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=63049"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=63049"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}