{"id":60550,"date":"2026-07-19T20:11:05","date_gmt":"2026-07-19T13:11:05","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/07\/19\/novak-djokovic-ungkap-pilihan-sulit-orang-tuanya-untuk-mendukung-mimpinya\/"},"modified":"2026-07-19T20:11:05","modified_gmt":"2026-07-19T13:11:05","slug":"novak-djokovic-ungkap-pilihan-sulit-orang-tuanya-untuk-mendukung-mimpinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/07\/19\/novak-djokovic-ungkap-pilihan-sulit-orang-tuanya-untuk-mendukung-mimpinya\/","title":{"rendered":"Novak Djokovic Ungkap Pilihan Sulit Orang Tuanya Untuk Mendukung Mimpinya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div><span class=\"hide\">Wacana Berita &#8211;<\/span><\/p>\n<p class=\"intro\">Berita Tenis: Di tengah kekacauan Yugoslavia tahun 1999, <a href=\"https:\/\/www.ligaolahraga.com\/tag\/novak-djokovic\">Novak Djokovic<\/a> yang berusia 11 tahun berani bermimpi menjadi petenis peringkat 1 dunia.<\/p>\n<p>Saat itu, Republik Federal Yugoslavia (Serbia dan Montenegro saat ini) terjebak dalam fase akhir Perang Kosovo, kawasan tersebut mengalami salah satu periode tersulitnya.<\/p>\n<p>Namun, saat petenis berkebangsaan Serbia mengejar mimpi tersebut, adik-adiknya, Marko dan Djordje, terpaksa melakukan pengorbanan mereka sendiri.<\/p>\n<p>Keluarga sang petenis selamat dari perang, tetapi kesulitan keuangan yang menyusul tidak membuat hidup mereka lebih mudah. \u200b\u200bOrang tuanya tetap melakukan segala yang mereka bisa untuk mendukung ambisi tenisnya. Tetapi, kesempatan yang sama tidak tersedia bagi adik-adiknya, yang juga ingin mengikuti jejak kakak laki-laki mereka.<\/p>\n<p>Lagipula, petenis berusia 39 tahun telah memilih tenis, olahraga yang menuntut investasi finansial yang signifikan sejak awal dan dengan kondisi keluarga yang sudah sulit, mendukung tiga calon petenis bukan pilihan yang memungkinkan.<\/p>\n<p>Namun, petenis berkebangsaan Serbia yang saat itu berusia 11 tahun melihat pengorbanan yang dilakukan saudara-saudaranya. Hal tersebut justru mendorongnya untuk lebih gigih meraih kesuksesan, memperbaiki situasi keuangan keluarganya, dan menepati janji pada dirinya sendiri, janji yang akhirnya akan ia tepati.<\/p>\n<p>\u201cDua adik laki-laki saya juga ingin bermain tenis dan mereka tidak benar-benar menerima dukungan yang memadai seperti yang saya dapatkan. Orang tua saya merasa tidak enak, tetapi mereka harus membuat pilihan. Jadi, saya bersumpah pada diri sendiri bahwa saya akan membalas budi orang tua dan saudara-saudara saya agar mereka memiliki kehidupan terbaik,\u201d jelas Djokovic di CBS Mornings<\/p>\n<p>Ketika ia berusia 12 tahun, percakapan dengan ayahnya menandai titik balik, membuatnya jauh lebih bertanggung jawab dan serius tentang masa depannya.<\/p>\n<p>\u201cSaya tidak punya pilihan selain sukses,\u201d ujar Djokovic di Fanatics Fest 2026, New York. \u201cSaya berusia 12 tahun dan ayah saya mengirim saya ke sana, dan kami membicarakan hal ini di dermaga. Ia memiliki $10 dan ia meletakkannya di atas meja, lalu ia berkata, \u2018Hanya itu yang kita punya\u2019.\u201d<\/p>\n<p>\u201cSaya harus menjadi dewasa, saya harus menjadi pria yang bukan diri saya sebenarnya, saya hanyalah seorang anak kecil. Saya harus bertanggung jawab, saya harus menekan emosi saya, saya harus menjadi kurang bermain-main dan lebih serius.\u201d<\/p>\n<p>Dan ketika anda menyaksikan mantan petenis peringkat 1 dunia bermain, anda masih dapat melihat ketajaman tersebut dalam cara ia mendekati lapangan. Tetapi mungkin intensitas tersebut dibentuk oleh keadaan sulit yang ia hadapi saat tumbuh dewasa di kampung halamannya.<\/p>\n<p>Ada sesuatu yang merendahkan hati sekaligus kuat tentang hal tersebut. Perjuangan di tahun-tahun pembentukan sang petenis tidak hanya membentuk pribadi seperti dirinya saat ini, tetapi juga meninggalkan jejak pada pesaing tangguh yang akhirnya akan dilihat dunia di lapangan tenis.<\/p>\n<p>Dunia akan segera menyaksikan petenis berkebangsaan Serbia memenangkan 24 gelar Grand Slam dan mengumpulkan hampir semua trofi yang ditawarkan tenis. Tetapi di balik layar, ia melakukan sesuatu yang sama bermakna. Ia mengubah nasib keluarganya dan diam-diam menepati janji yang telah ia buat kepada ayah dan adik-adiknya, yaitu mencapai puncak tertinggi dalam olahraga ini.<\/p>\n<p>Saat ini, Djokovic berdiri sebagai petenis tersukses dalam sejarah tenis bersama Margaret Court dengan masing-masing mengoleksi 24 gelar Grand Slam.<\/p>\n<p>Seorang anak laki-laki yang pernah berlatih di lapangan tenis Belgrade yang porak-poranda akibat perang kini telah menjadi seorang pria yang mengukir namanya dalam sejarah tenis. Dan mungkin, dengan caranya sendiri, perjalanan Djokovic juga merupakan penghormatan kepada pengorbanan yang dilakukan saudara-saudaranya untuknya selama ini.<\/p>\n<p class=\"tag\"> Artikel Tag: <a href=\"https:\/\/www.ligaolahraga.com\/tag\/novak-djokovic\" class=\"tag-link\">novak djokovic<\/a><\/p>\n<p><span class=\"hide\">Published by Wacana Berita at https:\/\/www.ligaolahraga.com\/tenis\/novak-djokovic-kuak-pilihan-sulit-orang-tuanya-untuk-mendukung-mimpinya<\/span><\/div>\n<p><script> (function (d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = \"\/\/connect.facebook.net\/en_US\/sdk.js#xfbml=1&version=v2.5&appId=647543805350428\"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));<\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.ligaolahraga.com\/tenis\/novak-djokovic-kuak-pilihan-sulit-orang-tuanya-untuk-mendukung-mimpinya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita &#8211; Berita Tenis: Di tengah kekacauan Yugoslavia tahun 1999, Novak Djokovic yang berusia 11 tahun berani bermimpi menjadi petenis peringkat 1 dunia. Saat itu, Republik Federal Yugoslavia (Serbia dan Montenegro saat ini) terjebak dalam fase akhir Perang Kosovo, kawasan tersebut mengalami salah satu periode tersulitnya. Namun, saat petenis berkebangsaan Serbia mengejar mimpi tersebut, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":60551,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,6],"tags":[],"class_list":["post-60550","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-sports"],"relative_dates":{"created":"3 months ago","modified":"3 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60550","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=60550"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60550\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/60551"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=60550"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=60550"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=60550"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}