{"id":54778,"date":"2026-07-11T20:09:52","date_gmt":"2026-07-11T13:09:52","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/07\/11\/jejak-kolaborasi-internasional-membangun-informasi-geospasial-indonesia\/"},"modified":"2026-07-11T20:09:52","modified_gmt":"2026-07-11T13:09:52","slug":"jejak-kolaborasi-internasional-membangun-informasi-geospasial-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/07\/11\/jejak-kolaborasi-internasional-membangun-informasi-geospasial-indonesia\/","title":{"rendered":"Jejak Kolaborasi Internasional Membangun Informasi Geospasial Indonesia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\">WACANA BERITA<\/a><\/strong> \u2013 <span role=\"text\">Setiap hari, pemerintah mengambil berbagai keputusan yang berkaitan dengan ruang. Mulai dari menerbitkan sertifikat tanah, membangun jalan, menyusun tata ruang, hingga menentukan kawasan investasi. <\/span><\/p>\n<p><span role=\"text\">Di balik seluruh keputusan tersebut terdapat satu elemen yang jarang menjadi perhatian publik, tetapi memiliki peran yang sangat penting: <a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/?s=geospasial\"><strong data-start=\"620\" data-end=\"644\">informasi geospasial<\/strong>.<\/a><\/span><\/p>\n<p data-start=\"647\" data-end=\"1059\">Informasi mengenai lokasi dan karakteristik suatu wilayah menjadi rujukan dalam pelayanan pertanahan, pembangunan infrastruktur, pengelolaan sumber daya alam, hingga mitigasi bencana. Di negara kepulauan seperti Indonesia, yang memiliki puluhan juta bidang tanah dan ribuan pulau, keberadaan data yang akurat dan terintegrasi menjadi kebutuhan mendasar agar berbagai kebijakan pembangunan dapat berjalan lebih efektif.<\/p>\n<p data-start=\"1061\" data-end=\"1386\">Sebaliknya, ketika setiap instansi menggunakan data yang berbeda, berbagai persoalan dapat muncul. Mulai dari tumpang tindih pemanfaatan ruang, sengketa pertanahan, hingga lambatnya proses perizinan. Karena itu, pembangunan sistem informasi geospasial menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam dua dekade terakhir.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"1x6exss\" data-start=\"1393\" data-end=\"1450\"><span role=\"text\"><strong data-start=\"1395\" data-end=\"1450\">Perjalanan Panjang Membangun Informasi Geospasial Indonesia<\/strong><\/span><\/h3>\n<p data-start=\"1452\" data-end=\"1830\">Transformasi geospasial Indonesia tidak dibangun melalui satu proyek ataupun satu sumber pendanaan. <strong data-start=\"1552\" data-end=\"1597\">Analisis Koran Mandala terhadap 80 proyek dengan total pendanaan puluhan triliun rupiah<\/strong>\u00a0di bidang pemetaan, administrasi pertanahan, tata ruang, pengelolaan sumber daya alam, hingga mitigasi bencana memperlihatkan satu pola yang konsisten: pembangunan sektor ini berlangsung secara bertahap selama lebih dari dua dekade.<\/p>\n<p data-start=\"1832\" data-end=\"2158\">Analisis terhadap berbagai proyek tersebut juga menunjukkan bahwa dukungan lembaga pembangunan internasional tidak semata-mata diwujudkan dalam kegiatan pemetaan atau penyediaan data geospasial. Hampir seluruh program dirancang dengan pendekatan yang lebih komprehensif, mencakup penguatan kelembagaan, pengembangan kapasitas sumber daya manusia (<em data-start=\"1091\" data-end=\"1110\">capacity building<\/em>), modernisasi sistem informasi, penyusunan standar dan regulasi, hingga transfer pengetahuan serta pemanfaatan teknologi digital.<\/p>\n<p data-start=\"1832\" data-end=\"2158\">Implementasinya melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga pemerintah, pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas pemetaan, sektor swasta, hingga organisasi masyarakat sipil. Pendekatan kolaboratif tersebut menunjukkan bahwa pembangunan informasi geospasial dipandang bukan sekadar sebagai proyek teknis, melainkan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta membangun kapasitas nasional agar mampu mengelola informasi ruang secara mandiri dan berkelanjutan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_219893\" aria-describedby=\"caption-attachment-219893\" style=\"width: 1200px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-219893\" src=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/mitra-internsional-pembangunan-geospasial-indonesia-1200x660.webp\" alt=\"mitra-internsional-pembangunan-geospasial-indonesia\" width=\"1200\" height=\"660\" srcset=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/mitra-internsional-pembangunan-geospasial-indonesia-1200x660.webp 1200w, https:\/\/www.koranmandala.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/mitra-internsional-pembangunan-geospasial-indonesia-768x422.webp 768w, https:\/\/www.koranmandala.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/mitra-internsional-pembangunan-geospasial-indonesia-1536x844.webp 1536w, https:\/\/www.koranmandala.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/mitra-internsional-pembangunan-geospasial-indonesia-150x82.webp 150w, https:\/\/www.koranmandala.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/mitra-internsional-pembangunan-geospasial-indonesia-450x247.webp 450w, https:\/\/www.koranmandala.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/mitra-internsional-pembangunan-geospasial-indonesia.webp 1692w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\"\/><figcaption id=\"caption-attachment-219893\" class=\"wp-caption-text\">Proyek Pemetaan Indonesia yang Mendapatkan Dukungan Lembaga Donor Internasional<\/figcaption><\/figure>\n<p data-start=\"2160\" data-end=\"2742\">Dari sisi jumlah proyek, <a href=\"https:\/\/www.worldbank.org\/ext\/en\/home\"><strong data-start=\"2185\" data-end=\"2199\">World Bank<\/strong><\/a> dan <strong data-start=\"2204\" data-end=\"2213\">USAID<\/strong> menjadi lembaga yang paling sering terlibat dengan masing-masing <strong data-start=\"2279\" data-end=\"2298\">sembilan proyek<\/strong>. Di bawahnya terdapat <strong data-start=\"2321\" data-end=\"2370\">Japan International Cooperation Agency (JICA)<\/strong> dengan <strong data-start=\"2378\" data-end=\"2394\">tujuh proyek<\/strong>, <strong data-start=\"2396\" data-end=\"2428\">Asian Development Bank (ADB)<\/strong> sebanyak <strong data-start=\"2438\" data-end=\"2453\">enam proyek<\/strong>, serta <strong data-start=\"2461\" data-end=\"2524\">Global Facility for Disaster Reduction and Recovery (GFDRR)<\/strong> dan <strong data-start=\"2529\" data-end=\"2557\">Pemerintah Belanda (RVO)<\/strong> yang masing-masing mendukung <strong data-start=\"2587\" data-end=\"2602\">lima proyek<\/strong>. Dukungan juga datang dari UNDP, KOICA, DFAT Australia, Uni Eropa, GIZ, hingga berbagai lembaga riset dan organisasi internasional lainnya.<\/p>\n<blockquote>\n<p data-start=\"2160\" data-end=\"2742\"><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/peristiwa\/192068\/proyek-ilaspp-pinjaman-world-bank-integrasi-data-spasial\/\">Pemerintah Kucurkan Pinjaman Rp10 Triliun dari World Bank untuk ILASPP, Menteri Nusron: Peran Surveyor Kunci Keberhasilan<\/a><\/p>\n<\/blockquote>\n<p data-start=\"2744\" data-end=\"3195\">Pola kolaborasi tersebut juga memperlihatkan perubahan fokus pembangunan. Pada fase awal, sebagian besar program diarahkan untuk memperkuat kapasitas survei, pemetaan, dan penyediaan peta dasar. Memasuki dekade berikutnya, ruang lingkupnya berkembang ke modernisasi administrasi pertanahan, pembangunan infrastruktur geospasial, penyusunan tata ruang, pengelolaan sumber daya alam, pengurangan risiko bencana, hingga adaptasi terhadap perubahan iklim.<\/p>\n<p data-start=\"3197\" data-end=\"3549\">Secara kronologis, intensitas kerja sama juga terus meningkat. Dari 80 proyek yang dihimpun, <strong data-start=\"3290\" data-end=\"3340\">lebih dari separuh dimulai pada dekade 2020-an<\/strong>, sedangkan sekitar <strong data-start=\"3360\" data-end=\"3376\">sepertiganya<\/strong> berasal dari dekade 2010-an. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap informasi geospasial semakin besar seiring meningkatnya kompleksitas pembangunan nasional.<\/p>\n<p data-start=\"3551\" data-end=\"3875\">Tidak ada satu proyek yang membangun seluruh sistem. Masing-masing mengisi bagian yang berbeda dalam perjalanan panjang membangun ekosistem geospasial Indonesia. Sebagian menghasilkan peta dasar, sebagian memperkuat administrasi pertanahan, sebagian lainnya mengembangkan tata ruang, teknologi, maupun kapasitas kelembagaan.<\/p>\n<p data-start=\"3551\" data-end=\"3875\">Penguatan informasi geospasial juga didukung <strong data-start=\"724\" data-end=\"764\">Kebijakan Satu Peta (One Map Policy)<\/strong> dan <strong data-start=\"769\" data-end=\"792\">Satu Data Indonesia<\/strong> yang menjadi landasan integrasi referensi spasial, standardisasi, serta interoperabilitas data antarinstansi. Kedua kebijakan tersebut memperkuat berbagai program kolaborasi internasional dalam membangun sistem informasi geospasial nasional.<\/p>\n<p data-start=\"3877\" data-end=\"4421\">Dalam konteks itulah <strong data-start=\"3898\" data-end=\"3970\"><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/?s=ILASPP\">Integrated Land Administration and Spatial Planning Project<\/a> (ILASPP)<\/strong> hadir. Program yang didukung Bank Dunia ini <strong>bukan<\/strong> menjadi titik awal pembangunan geospasial Indonesia, melainkan kelanjutan dari berbagai reformasi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. ILASPP dirancang untuk memperkuat keterhubungan antara administrasi pertanahan, informasi geospasial, dan tata ruang sehingga seluruhnya dapat digunakan sebagai acuan bersama dalam mendukung pelayanan publik, kepastian hukum, serta perencanaan pembangunan.<\/p>\n<blockquote>\n<p data-start=\"3877\" data-end=\"4421\"><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/peristiwa\/203846\/ilaspp-modernisasi-data-pertanahan-indonesia\/\">ILASPP: Membangun Fondasi Integrasi Data Pertanahan dan Tata Ruang Indonesia<\/a><\/p>\n<\/blockquote>\n<h3 data-section-id=\"1f0tg0a\" data-start=\"4428\" data-end=\"4483\"><span role=\"text\"><strong data-start=\"4430\" data-end=\"4483\">Kolaborasi Internasional dan Kepentingan Nasional<\/strong><\/span><\/h3>\n<p data-start=\"4485\" data-end=\"4755\">Di balik kolaborasi yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade, muncul satu pertanyaan yang kerap mengemuka di ruang publik: mengapa proyek yang didukung lembaga pembangunan internasional juga membuka peluang bagi perusahaan asing untuk mengikuti proses tender?<\/p>\n<p data-start=\"4757\" data-end=\"5135\">Menurut Guru Besar Kebijakan Publik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), <strong data-start=\"4833\" data-end=\"4857\">Prof. Cecep Darmawan<\/strong>, mekanisme tersebut merupakan praktik yang lazim dalam proyek-proyek pembangunan yang didukung lembaga keuangan internasional. Keterbukaan dalam proses pengadaan, kata dia, telah lama diterapkan di berbagai negara sebagai bagian dari tata kelola yang transparan dan kompetitif.<\/p>\n<p data-start=\"5137\" data-end=\"5368\"><em data-start=\"5137\" data-end=\"5334\">\u201cKalau menurut saya tidak ada masalah. Banyak pekerjaan yang memang melibatkan pihak asing, seperti riset kolaborasi maupun proyek-proyek pembangunan. Itu merupakan hal yang sudah biasa terjadi,\u201d<\/em> ujarnya kepada <strong data-start=\"5350\" data-end=\"5367\">Koran Mandala<\/strong>.<\/p>\n<figure id=\"attachment_215644\" aria-describedby=\"caption-attachment-215644\" style=\"width: 1200px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-215644\" src=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/motion_photo_8372647108112252204-1200x675.webp\" alt=\"Guru Besar sekaligus Dekan FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Cecep Darmawan\" width=\"1200\" height=\"675\" srcset=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/motion_photo_8372647108112252204-1200x675.webp 1200w, https:\/\/www.koranmandala.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/motion_photo_8372647108112252204-768x432.webp 768w, https:\/\/www.koranmandala.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/motion_photo_8372647108112252204-1536x864.webp 1536w, https:\/\/www.koranmandala.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/motion_photo_8372647108112252204-150x84.webp 150w, https:\/\/www.koranmandala.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/motion_photo_8372647108112252204-450x253.webp 450w, https:\/\/www.koranmandala.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/motion_photo_8372647108112252204.webp 1599w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\"\/><figcaption id=\"caption-attachment-215644\" class=\"wp-caption-text\">Guru Besar sekaligus Dekan FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Cecep Darmawan<\/figcaption><\/figure>\n<p data-start=\"5370\" data-end=\"5664\">Ia menilai keterlibatan perusahaan asing sebaiknya dipahami sebagai upaya menghadirkan kompetisi yang sehat. Melalui proses pengadaan yang terbuka, pemerintah memiliki kesempatan memilih penyedia jasa dengan pengalaman, kualitas, dan kemampuan teknis yang paling sesuai dengan kebutuhan proyek.<\/p>\n<p data-start=\"5666\" data-end=\"5974\">Namun, keterbukaan tersebut tidak berarti mengabaikan kepentingan nasional. Menurut Prof. Cecep, setiap proyek memiliki karakteristik yang berbeda sehingga pemerintah tetap memiliki ruang untuk menentukan mekanisme pengadaan berdasarkan kebutuhan teknologi, kapasitas pelaksana, serta ketentuan yang berlaku.<\/p>\n<p data-start=\"5976\" data-end=\"6129\"><em data-start=\"5976\" data-end=\"6120\">\u201cKalau memang membutuhkan keahlian dari luar dan tidak mengganggu kepentingan nasional, saya kira tidak ada persoalan melibatkan pihak asing,\u201d<\/em> katanya.<\/p>\n<p data-start=\"6131\" data-end=\"6455\">Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan sebuah proyek bukan ditentukan oleh asal negara peserta tender, melainkan oleh kualitas hasil pekerjaan serta manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat. Karena itu, transparansi, akuntabilitas, dan nilai tambah bagi pembangunan harus menjadi prinsip utama dalam setiap proses pengadaan.<\/p>\n<p data-start=\"6457\" data-end=\"6798\">Di sisi lain, keterbukaan juga dapat menjadi pendorong bagi perusahaan nasional untuk terus meningkatkan kualitas, inovasi, dan daya saing. Persaingan yang sehat akan mendorong pelaku industri dalam negeri memperkuat kompetensinya sehingga mampu bersaing, tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga pada proyek-proyek berskala internasional.<\/p>\n<p class=\"\" data-start=\"6800\" data-end=\"7032\"><em data-start=\"6800\" data-end=\"7020\">\u201cBukan berarti semua proyek harus melibatkan pihak asing, tetapi juga bukan berarti semuanya harus ditutup. Yang terpenting adalah melihat kebutuhan proyeknya dan memastikan hasilnya memberikan manfaat bagi Indonesia,\u201d<\/em> pungkasnya. (Tim Mandala)<\/p>\n<blockquote>\n<p data-start=\"6800\" data-end=\"7032\"><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/video\/200147\/mandala-talk-menakar-ilaspp-dari-sudut-pandang-akademisi-geospasial-dr-soni-darmawan\/\">MANDALA TALK: Menakar ILASPP dari Sudut Pandang Akademisi Geospasial &amp;#8211; Dr.Soni Darmawan<\/a><\/p>\n<\/blockquote><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/nasional\/219892\/jejak-kolaborasi-internasional-informasi-geospasial-indonesia\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WACANA BERITA \u2013 Setiap hari, pemerintah mengambil berbagai keputusan yang berkaitan dengan ruang. Mulai dari menerbitkan sertifikat tanah, membangun jalan, menyusun tata ruang, hingga menentukan kawasan investasi. Di balik seluruh keputusan tersebut terdapat satu elemen yang jarang menjadi perhatian publik, tetapi memiliki peran yang sangat penting: informasi geospasial. Informasi mengenai lokasi dan karakteristik suatu wilayah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":54779,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-54778","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54778","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54778"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54778\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54779"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54778"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54778"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54778"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}