{"id":51777,"date":"2026-07-07T00:59:18","date_gmt":"2026-07-06T17:59:18","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/07\/07\/massimo-ambrosini-ungkap-trauma-istanbul-dan-makna-pembalasan-di-athena\/"},"modified":"2026-07-07T00:59:18","modified_gmt":"2026-07-06T17:59:18","slug":"massimo-ambrosini-ungkap-trauma-istanbul-dan-makna-pembalasan-di-athena","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/07\/07\/massimo-ambrosini-ungkap-trauma-istanbul-dan-makna-pembalasan-di-athena\/","title":{"rendered":"Massimo Ambrosini Ungkap Trauma Istanbul dan Makna Pembalasan di Athena"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div><span class=\"hide\">Wacana Berita &#8211;<\/span><\/p>\n<p class=\"intro\">Berita <a href=\"https:\/\/www.ligaolahraga.com\/tag\/liga-italia\">Liga Italia<\/a>: <a href=\"https:\/\/www.ligaolahraga.com\/tag\/massimo-ambrosini\">Massimo Ambrosini<\/a> mengakui luka kekalahan di final Liga Champions 2005 masih terasa, meski Milan berhasil membalasnya dua tahun kemudian di Athena.<\/p>\n<p>Dalam wawancara di podcast Derbyssimo Legends x MilanNews, mantan kapten <a href=\"https:\/\/www.ligaolahraga.com\/tag\/ac-milan\">AC Milan<\/a> itu mengungkapkan perasaannya terhadap salah satu momen paling kelam dalam sejarah klub.<\/p>\n<p>Massimo Ambrosini tidak bisa menyaksikan ulang pertandingan yang dikenal sebagai &#8220;Miracle of Istanbul&#8221; karena ia tidak bermain akibat cedera.<\/p>\n<p>&#8220;Saya tidak melihatnya lagi karena saya tidak memainkannya. Cukup bagi saya untuk menontonnya dari tribun, karena saya cedera. Saya selalu mengatakan selama 20 tahun.\u201d kenang Ambrosini.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika Anda kalah dalam pertandingan seperti itu, pada level seperti itu, sepenting itu, dan dengan cara seperti itu, tidak ada yang bisa menyembuhkannya.\u201d<\/p>\n<p>Final 2005 di Istanbul menjadi salah satu laga paling dramatis. Milan unggul 3-0 di babak pertama melalui Paolo Maldini dan dua gol Hernan Crespo, namun Liverpool menyamakan kedudukan di babak kedua dan akhirnya menang adu penalti.<\/p>\n<p>Ambrosini sendiri memiliki kenangan pahit lain dari musim 2004-05. Ia mencetak gol sundulan di masa injury time melawan PSV Eindhoven di semifinal yang membawa Milan lolos ke final, namun cedera membuatnya absen di laga puncak.<\/p>\n<p>Kemenangan di Athena dua tahun kemudian terasa sebagai pembebasan. Ambrosini menyebutnya sebagai &#8220;liberasi&#8221; karena memberikan kompensasi yang sangat jarang didapatkan oleh tim mana pun.<\/p>\n<p>Pada final 2007, Milan yang menjadi tim tertua yang pernah tampil di final Liga Champions dengan rata-rata usia 34 tahun berhasil mengalahkan Liverpool 2-1.<\/p>\n<p class=\"tag\"> Artikel Tag: <a href=\"https:\/\/www.ligaolahraga.com\/tag\/ac-milan\" class=\"tag-link\">ac milan<\/a>, <a href=\"https:\/\/www.ligaolahraga.com\/tag\/liga-italia\" class=\"tag-link\">liga italia<\/a>, <a href=\"https:\/\/www.ligaolahraga.com\/tag\/massimo-ambrosini\" class=\"tag-link\">massimo ambrosini<\/a><\/p>\n<p><span class=\"hide\">Published by Wacana Berita at https:\/\/www.ligaolahraga.com\/bola\/massimo-ambrosini-ungkap-trauma-istanbul-dan-makna-pembalasan-di-athena<\/span><\/div>\n<p><script> (function (d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = \"\/\/connect.facebook.net\/en_US\/sdk.js#xfbml=1&version=v2.5&appId=647543805350428\"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));<\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.ligaolahraga.com\/bola\/massimo-ambrosini-ungkap-trauma-istanbul-dan-makna-pembalasan-di-athena\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita &#8211; Berita Liga Italia: Massimo Ambrosini mengakui luka kekalahan di final Liga Champions 2005 masih terasa, meski Milan berhasil membalasnya dua tahun kemudian di Athena. Dalam wawancara di podcast Derbyssimo Legends x MilanNews, mantan kapten AC Milan itu mengungkapkan perasaannya terhadap salah satu momen paling kelam dalam sejarah klub. Massimo Ambrosini tidak bisa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":51778,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,6],"tags":[],"class_list":["post-51777","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-sports"],"relative_dates":{"created":"3 months ago","modified":"3 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51777","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51777"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51777\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51778"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51777"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51777"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51777"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}