{"id":50678,"date":"2026-07-05T12:30:52","date_gmt":"2026-07-05T05:30:52","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/07\/05\/sering-terbangun-tengah-malam-dan-sulit-tidur-lagi-ini-penjelasan-pakar\/"},"modified":"2026-07-05T12:30:52","modified_gmt":"2026-07-05T05:30:52","slug":"sering-terbangun-tengah-malam-dan-sulit-tidur-lagi-ini-penjelasan-pakar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/07\/05\/sering-terbangun-tengah-malam-dan-sulit-tidur-lagi-ini-penjelasan-pakar\/","title":{"rendered":"Sering Terbangun Tengah Malam dan Sulit Tidur Lagi? Ini Penjelasan pakar"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\">WACANA BERITA<\/a><\/strong> \u2013 Sebagian orang pernah mengalami kondisi mudah tertidur di awal malam, tetapi saat terbangun di tengah malam atau menjelang pagi justru kesulitan untuk kembali tidur. Kondisi tersebut ternyata berkaitan dengan mekanisme alami tubuh selama proses tidur.<br \/>\u200e<br \/>\u200ePakar kesehatan sekaligus sleep coac bersertifikat dan praktisi Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBT-I), Vishal Dasani, menjelaskan bahwa pada awal malam tubuh memiliki dorongan tidur (sleep pressure) yang sangat kuat. Kondisi itu membuat seseorang lebih mudah terlelap ketika mulai beristirahat.<br \/>\u200e<br \/>\u200eNamun, setelah beberapa jam tidur, tekanan tidur mulai berkurang karena sebagian kebutuhan istirahat tubuh telah terpenuhi.<br \/>\u200e<br \/>\u200e \u201cDi awal malam dorongan tidur atau sleep pressure kita itu masih sangat kuat. Tapi setelah beberapa jam tidur sleep pressure ini mulai berkurang. Tubuh sudah membayar sebagian kebutuhan tidurnya,\u201d kata Vishal dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, dikutip Minggu, 5 Juli 2026.<br \/>\u200e<br \/>\u200eSelain berkurangnya tekanan tidur, Vishal mengatakan sistem sirkadian tubuh juga mulai bergerak menuju fase bangun. Akibatnya, ketika seseorang terbangun di tengah malam, tubuh menjadi lebih sulit untuk kembali memasuki fase tidur.<br \/>\u200e<br \/>\u200e \u201cDi saat yang sama sistem sirkadian tubuh mulai pelan-pelan bergerak ke arah bangun,\u201d ujarnya.<br \/>\u200e<br \/>\u200eIa menambahkan, menjelang pagi produksi hormon melatonin yang membantu proses tidur mulai menurun, sementara hormon kortisol yang berperan meningkatkan kewaspadaan mulai meningkat. Kondisi tersebut membuat tidur menjadi lebih ringan.<br \/>\u200e<br \/>\u200eTak hanya perubahan hormon, pikiran yang mulai aktif juga menjadi salah satu penyebab seseorang sulit kembali terlelap. Menurut Vishal, banyak orang justru mulai memikirkan berbagai hal setelah terbangun, sehingga memicu rasa cemas.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201dMelatonin mulai turun, kortisol mulai naik menjelang pagi, dan tidur menjadi lebih ringan. Tapi, yang sering bikin makin sulit tidur lagi adalah setelah bangun otak mulai berpikir, \u2018Kenapa saya bangun lagi ya? Besok gimana? Kalau tidur sekarang masih dapat berapa jam ya?\u2019,\u201d tuturnya.<br \/>\u200e<br \/>\u200ePikiran yang terus bekerja membuat sistem kewaspadaan tubuh ikut aktif. Akibatnya, tubuh semakin sulit kembali tidur meskipun seseorang telah berusaha memejamkan mata.<br \/>\u200e<br \/>\u200e \u201cAkhirnya bukan cuma tubuh yang bangun, sistem kewaspadaan juga ikut menyala,\u201d pungkasnya<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/edukasi\/219632\/sering-terbangun-tengah-malam-dan-sulit-tidur-lagi-ini-penjelasan-pakar\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WACANA BERITA \u2013 Sebagian orang pernah mengalami kondisi mudah tertidur di awal malam, tetapi saat terbangun di tengah malam atau menjelang pagi justru kesulitan untuk kembali tidur. Kondisi tersebut ternyata berkaitan dengan mekanisme alami tubuh selama proses tidur.\u200e\u200ePakar kesehatan sekaligus sleep coac bersertifikat dan praktisi Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBT-I), Vishal Dasani, menjelaskan bahwa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":50679,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-50678","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50678","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50678"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50678\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50679"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50678"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50678"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50678"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}