{"id":50662,"date":"2026-07-05T10:49:32","date_gmt":"2026-07-05T03:49:32","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/07\/05\/pengamat-tren-jual-emas-jelang-tahun-ajaran-baru-cerminkan-tekanan-ekonomi-masyarakat-menengah\/"},"modified":"2026-07-05T10:49:32","modified_gmt":"2026-07-05T03:49:32","slug":"pengamat-tren-jual-emas-jelang-tahun-ajaran-baru-cerminkan-tekanan-ekonomi-masyarakat-menengah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/07\/05\/pengamat-tren-jual-emas-jelang-tahun-ajaran-baru-cerminkan-tekanan-ekonomi-masyarakat-menengah\/","title":{"rendered":"Pengamat: Tren Jual Emas Jelang Tahun Ajaran Baru Cerminkan Tekanan Ekonomi Masyarakat Menengah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\">WACANA BERITA<\/a><\/strong> \u2013 Tren masyarakat menjual emas untuk memenuhi kebutuhan biaya sekolah menjelang tahun ajaran baru menjadi sorotan Pengamat Ekonomi Universitas Insan Cendekia Mandiri, Deni Rizky. Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan masih adanya tekanan ekonomi yang dialami masyarakat, khususnya kelompok menengah.<br \/>\u200e<br \/>\u200eDeni mengatakan pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten\/kota, perlu mencermati fenomena tersebut. Pasalnya, masih adanya masyarakat yang harus menjual aset untuk membiayai pendidikan anak menunjukkan akses pendidikan yang diwajibkan hingga jenjang SMA belum sepenuhnya didukung oleh kondisi ekonomi masyarakat.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201dKalau misalkan ternyata masih ada masyarakat kesulitan untuk membeli peralatan sekolah sampai menjual asetnya yang ada dan lain sebagainya, berarti pemerintah yang menggaung-gaungkan bahwa sekolah diwajibkan sampai SMA ini masih belum begitu sempurna, masih gagal. Ini perlu diperhatikan\u201d kata Deni.<br \/>\u200e<br \/>\u200eMenurutnya, tren penjualan emas lebih banyak terjadi pada masyarakat menengah. Kelompok ini sebelumnya masih memiliki tabungan atau aset, namun kini terpaksa menggunakannya akibat tekanan ekonomi yang dipicu kehilangan pendapatan maupun pemutusan hubungan kerja (PHK).<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201dSalah satu penyebabnya adalah tingginya PHK. Mereka yang sebelumnya memiliki pendapatan untuk membeli peralatan sekolah, akhirnya kehilangan pekerjaan atau usahanya sedang tidak baik-baik saja, sehingga terpaksa menggunakan tabungan atau menjual aset seperti emas,\u201d Ujarnya<br \/>\u200e<br \/>\u200eDeni mengingatkan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi ke depan. Ia menilai kebijakan yang kurang tepat berpotensi memperburuk kondisi masyarakat menengah yang saat ini berada pada posisi paling rentan.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201dKe depan saya lihat kalau kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah melihat fenomena-fenomena saat ini, terutama yang berhubungan dengan ekonomi, ini ke depannya akan sangat banyak orang yang kena PHK dan lain sebagainya. Ini juga hati-hati dalam pengambilan kebijakannya sehingga dampaknya tidak begitu buruk kepada masyarakat, terutama masyarakat menengah,\u201d katanya.<br \/>\u200e<br \/>\u200eIa juga menyinggung pelaksanaan sensus ekonomi yang sedang berlangsung sebagai momentum untuk melihat perubahan kondisi ekonomi masyarakat.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201dKita lihat bagaimana sensus ekonomi yang lagi berjalan ini. Apakah sekarang masyarakat yang tadinya masyarakat menengah malah nantinya jadi masyarakat bawah. Saya yakin pasti ada penurunan masyarakat-masyarakat rentan itu, yaitu masyarakat menengah,\u201d Pungkasnya<br \/>\u200e<br \/>\u200e<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/ekonomi\/219630\/pengamat-tren-jual-emas-jelang-tahun-ajaran-baru-cerminkan-tekanan-ekonomi-masyarakat-menengah\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WACANA BERITA \u2013 Tren masyarakat menjual emas untuk memenuhi kebutuhan biaya sekolah menjelang tahun ajaran baru menjadi sorotan Pengamat Ekonomi Universitas Insan Cendekia Mandiri, Deni Rizky. Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan masih adanya tekanan ekonomi yang dialami masyarakat, khususnya kelompok menengah.\u200e\u200eDeni mengatakan pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten\/kota, perlu mencermati fenomena tersebut. Pasalnya, masih adanya masyarakat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":50663,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-50662","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50662","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50662"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50662\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50663"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50662"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50662"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50662"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}