{"id":49921,"date":"2026-07-03T10:44:03","date_gmt":"2026-07-03T03:44:03","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/07\/03\/kutukan-menit-ke-86-hantui-wakil-afrika-di-piala-dunia-2026-tiga-tim-tumbang-dengan-pola-yang-sama\/"},"modified":"2026-07-03T10:44:03","modified_gmt":"2026-07-03T03:44:03","slug":"kutukan-menit-ke-86-hantui-wakil-afrika-di-piala-dunia-2026-tiga-tim-tumbang-dengan-pola-yang-sama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/07\/03\/kutukan-menit-ke-86-hantui-wakil-afrika-di-piala-dunia-2026-tiga-tim-tumbang-dengan-pola-yang-sama\/","title":{"rendered":"Kutukan Menit Ke-86 Hantui Wakil Afrika di Piala Dunia 2026, Tiga Tim Tumbang dengan Pola yang Sama"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Babak gugur Piala Dunia 2026 menghadirkan pola unik yang justru menjadi mimpi buruk bagi wakil Afrika.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Tiga negara Afrika tersingkir setelah kebobolan gol penentu pada menit ke-86, sebuah momen yang berulang dan mengubah jalannya pertandingan secara dramatis.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Senegal menjadi korban terbaru setelah gagal mempertahankan keunggulan 2-0 saat menghadapi Belgia pada babak 32 besar.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Romelu Lukaku memperkecil ketertinggalan Belgia pada menit ke-86 sebelum tim berjuluk Setan Merah itu memaksakan laga ke babak tambahan dan akhirnya menang 3-2 lewat penalti Youri Tielemans.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Beberapa hari sebelumnya, Republik Demokratik Kongo juga mengalami nasib serupa ketika menghadapi Inggris.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Saat pertandingan memasuki menit ke-86, Harry Kane mencetak gol yang mematahkan perlawanan Kongo dan membawa Inggris mengamankan kemenangan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Pantai Gading menjadi tim Afrika pertama yang merasakan kutukan tersebut saat berjumpa Norwegia.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Erling Haaland mencetak gol kemenangan pada menit ke-86 setelah sebelumnya Amad Diallo sempat menghidupkan harapan Pantai Gading melalui gol penyeimbang pada babak kedua.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Rangkaian kejadian itu memunculkan anggapan bahwa menit ke-86 menjadi momen paling menyakitkan bagi wakil Afrika sepanjang fase gugur Piala Dunia 2026.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Di media sosial, banyak pendukung sepak bola menyebut kemiripan waktu kebobolan tersebut sebagai &#8220;kutukan&#8221; yang terus berulang.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Pelatih Belgia, Rudi Garcia, menilai penyebab utama bukan semata faktor keberuntungan, melainkan perubahan pendekatan permainan lawan ketika sudah unggul.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Kami mengenal tim-tim ini; mereka sering kehilangan struktur taktik mereka menjelang akhir pertandingan. Kami juga tahu bahwa ketika skor 2-0, mereka akan melakukan segala cara untuk mempertahankan gawang mereka, yang menurut saya adalah kesalahan serius. Jadi, ketika Anda unggul 2-0, jangan lakukan itu,&#8221; ujar Garcia seusai laga melawan Senegal.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Meski demikian, tidak semua wakil Afrika mengalami akhir yang sama.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Maroko justru menjadi pengecualian setelah mampu membalikkan keadaan melawan Belanda.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read620493\/baru-18-tahun-lamine-yamal-lewati-rekor-mbappe-jelang-lawan-portugal\">Baru 18 Tahun, Lamine Yamal Lewati Rekor Mbappe Jelang Lawan Portugal<\/a><\/strong><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Mereka mencetak gol penyeimbang pada menit-menit akhir sebelum akhirnya menyingkirkan Belanda melalui drama adu penalti.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Sementara itu, Afrika Selatan memang tidak kebobolan pada menit ke-86, tetapi tetap harus menerima kenyataan pahit usai Kanada mencetak gol kemenangan pada masa injury time.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Hasil tersebut membuat mayoritas wakil Afrika gagal melewati babak 32 besar, dengan pola kebobolan di penghujung laga yang menjadi sorotan sepanjang Piala Dunia 2026.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div>\n<p class=\"fs-7 m-0 p-3\">Mau Berita Terbaru Lainnya dari Wacana Berita? Yuk Follow Kami di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAiEJQekbu_XfrMeCH3tRfl7kkqFAgKIhCUHpG7v136zHgh97UX5e5J?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\" class=\"fw-bold\" target=\"_blank\">Google News<\/a> dengan <strong>Klik Simbol Bintang<\/strong>.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read620495\/kutukan-menit-ke-86-hantui-wakil-afrika-di-piala-dunia-2026-tiga-tim-tumbang-dengan-pola-yang-sama\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Babak gugur Piala Dunia 2026 menghadirkan pola unik yang justru menjadi mimpi buruk bagi wakil Afrika. Tiga negara Afrika tersingkir setelah kebobolan gol penentu pada menit ke-86, sebuah momen yang berulang dan mengubah jalannya pertandingan secara dramatis. Senegal menjadi korban terbaru setelah gagal mempertahankan keunggulan 2-0 saat menghadapi Belgia pada babak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":37763,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-49921","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49921","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49921"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49921\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37763"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49921"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49921"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49921"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}