{"id":49264,"date":"2026-07-01T16:05:31","date_gmt":"2026-07-01T09:05:31","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/07\/01\/pdip-terus-begini-bakal-gali-kuburnya-sendiri\/"},"modified":"2026-07-01T16:05:31","modified_gmt":"2026-07-01T09:05:31","slug":"pdip-terus-begini-bakal-gali-kuburnya-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/07\/01\/pdip-terus-begini-bakal-gali-kuburnya-sendiri\/","title":{"rendered":"PDIP Terus Begini, Bakal Gali Kuburnya Sendiri"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Politisi Ade Armando menilai PDI Perjuangan (PDIP) akan menggali kuburnya sendiri jika terus merespons isu terkait Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) secara berlebihan, khususnya dalam polemik ritual adat injak kepala kerbau di Lampung.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Ade menyarankan agar PDIP lebih selektif dalam menyikapi isu yang beredar, sehingga hanya memperdebatkan hal-hal yang relevan di hadapan publik dan tidak mempermalukan diri sendiri.<\/p>\n<p>&#8220;Tapi kalau PDI Perjuangan marah-marah hanya karena Pak Jokowi blusukan dan menginjak kepala kerbau, itu justru akan mempermalukan PDI Perjuangan,&#8221; ucapnya dalam kanal YouTube COKRO TV, dikutip Rabu (1\/7).<\/p>\n<p>&#8220;Karena itu, yang menjadi tantangan bagi PDI Perjuangan ke depan adalah memilih isu mana yang benar-benar layak dijadikan perdebatan politik. Kalau tidak, PDI Perjuangan akan terus menggali lubang kuburnya sendiri,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Ade menutup pernyataannya dengan ajakan menggunakan akal sehat. &#8216;Ayo gunakan akal sehat, karena hanya kalau kita gunakan akal sehat, Indonesia akan selamat.&#8221;\u00a0<\/p>\n<p>Sebelumnya, Guntur Romli melontarkan kritik terkait foto viral Jokowi saat menerima gelar adat \u2018Baginda Pemuka Bangsa\u2019 di Lampung, Sabtu (27\/6\/2026). Dalam prosesi itu, Jokowi mengenakan pakaian kebesaran dan menginjak kepala kerbau di atas karpet merah di Kedatun Keagungan Lampung.<\/p>\n<p>Menurut Guntur, visual tersebut menunjukkan gaya kepemimpinan Jokowi yang selaras dengan isi disertasi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengenai the triangle of authoritarian populism.<\/p>\n<p>Pertama, ada nuansa feodalisme, di mana Jokowi digambarkan bak seorang raja absolut yang dikelilingi oleh pengikut yang terbuai. Kedua, unsur populisme terlihat dari praktik bagi-bagi amplop dan sembako untuk menarik simpati rakyat.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read620076\/ade-armando-murka-rakyat-cinta-jokowi-bukan-karena-amplop-dan-sembako\">Ade Armando Murka: Rakyat Cinta Jokowi Bukan Karena Amplop dan Sembako<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Dan karakter Machiavelianisme yang menempatkan kekuasaan sebagai segala-galanya,&#8221; jelas Guntur. &#8220;<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>&#8220;Tidak heran meskipun sudah menjadi Presiden 2 periode dan menjadikan anaknya Gibran sebagai Wapres melalui manipulasi MK, dan menantunya Bobby sebagai Gubernur Sumut, serta Kaesang sebagai Ketua Umum PSI,&#8221; tutupnya.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div>\n<p class=\"fs-7 m-0 p-3\">Mau Berita Terbaru Lainnya dari Wacana Berita? Yuk Follow Kami di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAiEJQekbu_XfrMeCH3tRfl7kkqFAgKIhCUHpG7v136zHgh97UX5e5J?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\" class=\"fw-bold\" target=\"_blank\">Google News<\/a> dengan <strong>Klik Simbol Bintang<\/strong>.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read620084\/ade-armando-pdip-terus-begini-bakal-gali-kuburnya-sendiri\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Politisi Ade Armando menilai PDI Perjuangan (PDIP) akan menggali kuburnya sendiri jika terus merespons isu terkait Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) secara berlebihan, khususnya dalam polemik ritual adat injak kepala kerbau di Lampung. Ade menyarankan agar PDIP lebih selektif dalam menyikapi isu yang beredar, sehingga hanya memperdebatkan hal-hal yang relevan di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":49265,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-49264","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"3 months ago","modified":"3 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49264","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49264"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49264\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49265"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49264"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49264"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49264"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}