{"id":48476,"date":"2026-06-29T18:35:41","date_gmt":"2026-06-29T11:35:41","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/06\/29\/kebakaran-pesantren-al-falah-dago-santri-panik-selamatkan-barang-tidak-ada-korban-jiwa\/"},"modified":"2026-06-29T18:35:41","modified_gmt":"2026-06-29T11:35:41","slug":"kebakaran-pesantren-al-falah-dago-santri-panik-selamatkan-barang-tidak-ada-korban-jiwa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/06\/29\/kebakaran-pesantren-al-falah-dago-santri-panik-selamatkan-barang-tidak-ada-korban-jiwa\/","title":{"rendered":"Kebakaran Pesantren Al Falah Dago: Santri Panik Selamatkan Barang, Tidak Ada Korban Jiwa"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\">WACANA BERITA<\/a><\/strong> \u2013 Kebakaran hebat melanda Pesantren Al Falah Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, pada Sabtu (27\/6\/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa ini di sebabkan oleh kosleting Listrik. Yang enyebabkan sejumlah bangunan pondok hangus terbakar dan kerugian material.<br \/>\u200e<br \/>\u200eSalah satu pengurus pesantren, Muthi\u2019ah Habibatul Haq santriat sekaligus bendahara pondok pesantren.<br \/>\u200e menceritakan detik-detik awal kebakaran saat dirinya baru tiba di area pesantren dari luar.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cSaya datang jam 5 sore habis dari luar. Waktu itu kita belum salat Asar, terus tiba-tiba terdengar kebakaran dari arah pom bensin,\u201d ujarnya. Senin 29\/6\/2026<br \/>\u200e<br \/>\u200eIa menuturkan, api pertama kali terlihat dari arah belakang masjid dan dengan cepat membesar. Situasi panik membuat para santri langsung berupaya menyelamatkan diri dan barang-barang seadanya.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cLangsung naik ke atas kobong, teman saya masih ada yang tidur. Saya bilang kebakaran, langsung pada bangun,\u201d katanya.<br \/>\u200e<br \/>\u200ePara santri sempat beberapa kali bolak-balik naik turun kobong untuk mengambil barang sebelum api semakin meluas.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cKita bolak-balik naik turun sampai empat kali, ambil barang-barang yang masih bisa diselamatkan,\u201d ujarnya.<br \/>\u200e<br \/>\u200eWarga sekitar kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pemadam kebakaran. Petugas tiba sekitar pukul 17.30 WIB, namun proses pemadaman sempat terkendala akses jalan yang sempit serta posisi bangunan yang dekat dengan area pom bensin.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cPemadam datang sekitar setengah enam, tapi susah masuk karena jalan sempit, ada kabel juga, Jadi proses pemadaman api itu di sekitar pom bensin\u201d ungkapnya.<br \/>\u200e<br \/>\u200eDalam peristiwa ini, delapan ruangan terdampak, mulai dari kobong santri, kobong guru, madrasah, hingga fasilitas masjid dan toilet. Sekitar 25 orang santri dan pengurus ikut terdampak.<br \/>\u200e<br \/>\u200eKerugian material juga tidak sedikit. Uang santri,\u00a0 serta uang milik guru yang disebut mencapai Rp20\u201330 juta. Sejumlah barang pribadi seperti ijazah, bahkan emas.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cGuru kami ada sampai 20 sampai 30 juta, Dokumen penting seperti\u00a0 ijazah asli\u00a0 dan emas. Enggak ada yang ketolong \u201d ujarnya.<br \/>\u200e<br \/>\u200eSelain itu, beberapa laptop milik mahasiswa santri juga ikut terdampak.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cEmpat laptop, yang laki-laki, yang perempuan tiga laptop,\u201d katanya.<br \/>\u200e<br \/>\u200eMeski kerugian cukup besar, seluruh santri berhasil dievakuasi ke lokasi aman di sekolah terdekat dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.<br \/>\u200e<br \/>\u200eIa juga menjelaskan bahwa para santri saat ini sementara dipindahkan ke sekolah untuk melanjutkan aktivitas belajar.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cPara santri dipindahin semuanya ke sekolah sekarang,\u201d tambahnya.<br \/>\u200e<br \/>\u200eDi tengah puing-puing kebakaran yang melanda Pesantren Al Falah Dago, harapan untuk kembali menjalankan aktivitas belajar dan ibadah menjadi hal yang paling dinantikan para santri.<\/p>\n<p>Mereka berharap proses pemulihan dan pembangunan kembali pesantren dapat segera selesai agar kegiatan seperti biasa bisa kembali dilakukan.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cHarapan ke depannya ini cepat selesai, cepat beres pembangunan ini karena kita pengen belajar lagi seperti biasa, pengen salat lagi seperti biasa. Apalagi yang terdampak itu kobong santriat, kobong santri, madrasah buat ngaji kita sehari-hari, terus kita salat juga di situ. Pokoknya lebih baik lagi, lebih sukses lagi, lebih maju lagi.\u201d Pungkasnya<br \/>\u200e<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/daerah\/219394\/kebakaran-pesantren-al-falah-dago-santri-panik-selamatkan-barang-tidak-ada-korban-jiwa\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WACANA BERITA \u2013 Kebakaran hebat melanda Pesantren Al Falah Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, pada Sabtu (27\/6\/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa ini di sebabkan oleh kosleting Listrik. Yang enyebabkan sejumlah bangunan pondok hangus terbakar dan kerugian material.\u200e\u200eSalah satu pengurus pesantren, Muthi\u2019ah Habibatul Haq santriat sekaligus bendahara pondok pesantren.\u200e menceritakan detik-detik awal kebakaran saat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48477,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-48476","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48476","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48476"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48476\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48477"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48476"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48476"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48476"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}