{"id":47748,"date":"2026-06-27T15:08:47","date_gmt":"2026-06-27T08:08:47","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/06\/27\/guyur-likuiditas-rp400-triliun-ke-himbara-purbaya-kredit-bisa-tumbuh-14-15\/"},"modified":"2026-06-27T15:08:47","modified_gmt":"2026-06-27T08:08:47","slug":"guyur-likuiditas-rp400-triliun-ke-himbara-purbaya-kredit-bisa-tumbuh-14-15","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/06\/27\/guyur-likuiditas-rp400-triliun-ke-himbara-purbaya-kredit-bisa-tumbuh-14-15\/","title":{"rendered":"Guyur Likuiditas Rp400 Triliun ke Himbara, Purbaya: Kredit Bisa Tumbuh 14-15%"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p class=\"p3\">Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah memperkuat likuiditas perbankan melalui penempatan dana hingga Rp400 triliun di bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kebijakan tersebut ditujukan untuk menjaga fungsi intermediasi perbankan dan mendorong pertumbuhan kredit yang diproyeksikan dapat mencapai 14-15 persen pada 2026.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p class=\"p3\">Purbaya mengatakan tambahan likuiditas diberikan sebagai respons atas kondisi likuiditas perbankan yang mulai mengetat. Dengan ruang likuiditas yang lebih besar, perbankan diharapkan dapat kembali memperluas penyaluran kredit kepada sektor riil.<\/p>\n<p class=\"p3\">\u201cJadi akan cukup likuiditas di sektor perbankan kita. Jadi harusnya bunga di pasar akan turun. Ekonomi siap lari lagi,\u201d ujar Purbaya dalam media briefing di Jakarta, Jumat (26\/6\/2026).<\/p>\n<p class=\"p3\">Menurut Purbaya, kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden untuk menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menahan laju pertumbuhan ekonomi. Pemerintah menilai perbaikan likuiditas akan meningkatkan kepercayaan dunia usaha sekaligus mendorong investasi.<\/p>\n<p class=\"p3\">\u201cPak Presiden ingin ekonominya tetap jalan, semua gangguan dihilangkan. Kalau kita balikan perspektif ekonomi, ekonomi akan lari lagi. Orang cenderung investasi di negara yang ekonominya akan lari,\u201d katanya.<\/p>\n<p class=\"p3\">Ia menambahkan, penguatan likuiditas juga bertujuan mengembalikan mekanisme pasar agar fungsi intermediasi perbankan berjalan lebih efektif.<\/p>\n<p class=\"p3\">\u201cJadi saya memaksa\u00a0<span class=\"s1\"><em>market mechanism<\/em><\/span>\u00a0berjalan,\u201d ujar Purbaya.<\/p>\n<p class=\"p3\">Berdasarkan komunikasi pemerintah dengan industri perbankan, tambahan likuiditas tersebut memungkinkan bank kembali merealisasikan ekspansi kredit yang sebelumnya ditahan karena mengantisipasi keterbatasan dana.<\/p>\n<p class=\"p3\">\u201cMereka bilang kalau nggak dibantu, kredit akan tumbuh turun pertumbuhannya ke 8 persen, 7 persen, 6 persen. Ketika kita balikin lagi, rencana kredit yang mereka selama ini tahan karena antisipasi kurangnya likuiditas akan dijalankan lagi. Pasti kreditnya tumbuh\u00a0<span class=\"s1\"><em>double digit<\/em><\/span>, mungkin 13-14 persen,\u201d katanya.<\/p>\n<p class=\"p3\">Purbaya optimistis apabila likuiditas tetap terjaga sesuai desain pemerintah, pertumbuhan kredit nasional dapat meningkat hingga kisaran 14-15 persen pada tahun ini.<\/p>\n<p class=\"p3\">\u201cKalau uangnya diatur cukup seperti yang kita desain, pertumbuhan kredit tahun ini tebakan saya bisa 14-15 persen,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p class=\"p3\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read619210\/usai-ditarik-purbaya-kini-tambah-dana-sal-di-himbara-jadi-rp400-triliun\">Usai Ditarik, Purbaya Kini Tambah Dana SAL di Himbara jadi Rp400 Triliun<\/a><\/strong><\/p>\n<p class=\"p3\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read617912\/prabowo-minta-himbara-tak-hanya-cari-untung\">Prabowo Minta Himbara Tak Hanya Cari Untung<\/a><\/strong><\/p>\n<p class=\"p3\">Selain itu, Purbaya memastikan kebijakan penempatan dana pemerintah di perbankan tidak akan mengganggu kondisi fiskal negara. Menurut dia, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap berada di bawah batas maksimal 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p class=\"p4\">\u201cYang jelas, kondisi fiskal aman, defisit tidak akan lebih 3 persen, hampir pasti. Kita bisa kendalikan dengan baik karena ruangnya semakin terbuka lebar,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div>\n<p class=\"fs-7 m-0 p-3\">Mau Berita Terbaru Lainnya dari Wacana Berita? Yuk Follow Kami di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAiEJQekbu_XfrMeCH3tRfl7kkqFAgKIhCUHpG7v136zHgh97UX5e5J?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\" class=\"fw-bold\" target=\"_blank\">Google News<\/a> dengan <strong>Klik Simbol Bintang<\/strong>.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read619352\/guyur-likuiditas-rp400-triliun-ke-himbara-purbaya-kredit-bisa-tumbuh-14-15\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah memperkuat likuiditas perbankan melalui penempatan dana hingga Rp400 triliun di bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kebijakan tersebut ditujukan untuk menjaga fungsi intermediasi perbankan dan mendorong pertumbuhan kredit yang diproyeksikan dapat mencapai 14-15 persen pada 2026. Purbaya mengatakan tambahan likuiditas diberikan sebagai respons [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":38153,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-47748","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47748","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47748"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47748\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38153"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47748"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47748"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47748"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}