{"id":47505,"date":"2026-06-26T20:47:43","date_gmt":"2026-06-26T13:47:43","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/06\/26\/dedi-mulyadi-beberkan-tahap-negosiasi-pengalihan-bijb-kertajati-ke-kemenhan\/"},"modified":"2026-06-26T20:47:43","modified_gmt":"2026-06-26T13:47:43","slug":"dedi-mulyadi-beberkan-tahap-negosiasi-pengalihan-bijb-kertajati-ke-kemenhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/06\/26\/dedi-mulyadi-beberkan-tahap-negosiasi-pengalihan-bijb-kertajati-ke-kemenhan\/","title":{"rendered":"Dedi Mulyadi Beberkan Tahap Negosiasi Pengalihan BIJB Kertajati ke Kemenhan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\">WACANA BERITA<\/a><\/strong> \u2013\u00a0Peluang pengalihan pengelolaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati ke Kementerian Pertahanan (Kemenhan) semakin menguat. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut kecenderungan pengelolaan bandara tersebut berada di bawah Kemenhan telah mencapai sekitar 90 persen, meski keputusan final masih menunggu pemerintah pusat.<\/p>\n<p>Dedi mengatakan, hingga kini belum ada kepastian mengenai kelanjutan pemanfaatan komersial BIJB Kertajati. Menurutnya, seluruh keputusan terkait pengelolaan bandara berada di tangan pemerintah pusat.<\/p>\n<p>\u201cSampai sekarang belum (ada kepastian komersil). Ya kita nunggu saja karena itu kan keputusan pemerintah pusat,\u201d kata Dedi, Jumat (26\/6\/2026).<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, pembahasan saat ini tidak lagi berfokus pada kemungkinan pengambilalihan, melainkan pada mekanisme transisi pengelolaan yang harus disepakati antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n<p>\u201cTetapi kecenderungan bahwa itu menjadi pengelolaannya di bawah Kemenhan itu sangat kuat, sudah mendekati 90 persen,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Meski demikian, Dedi mengungkapkan masih terdapat sejumlah persoalan strategis yang harus diselesaikan sebelum pengalihan pengelolaan BIJB Kertajati dapat direalisasikan. Salah satunya menyangkut status aset bandara yang dibangun menggunakan investasi besar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n<p>Selain itu, penyelesaian kewajiban keuangan juga menjadi perhatian. Pemprov Jabar masih memiliki utang yang berkaitan dengan pembangunan aset BIJB sehingga perlu dibahas dalam proses negosiasi dengan pemerintah pusat.<\/p>\n<p>\u201cTinggal negosiasinya bagaimana status asetnya, bagaimana hutang yang ditimbulkan karena pengadaan aset itu? Kan masih punya hutang ke Bank Jateng,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Dedi menambahkan, pemerintah juga harus memastikan skema penghitungan investasi yang telah dikeluarkan Pemprov Jabar beserta bentuk kompensasi apabila pengelolaan BIJB resmi dialihkan.<\/p>\n<p>\u201cTerus bagaimana investasi pemerintah provinsi yang sudah diberikan nanti dihitungnya apa? Nanti kemudian bentuk kompensasinya dari pemerintah pusat apa terhadap Provinsi Jawa Barat? Sistem tuker-tukerannya bagaimana,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Dedi memastikan rencana pengalihan pengelolaan BIJB Kertajati tidak akan memengaruhi operasional Bandara Husein Sastranegara di Bandung.<\/p>\n<p>\u201cKalau (Bandara) Husein Sastranegara sih tidak akan terganggu,\u201d Pungkasnya<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/daerah\/219313\/dedi-mulyadi-beberkan-tahap-negosiasi-pengalihan-bijb-kertajati-ke-kemenhan\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WACANA BERITA \u2013\u00a0Peluang pengalihan pengelolaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati ke Kementerian Pertahanan (Kemenhan) semakin menguat. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut kecenderungan pengelolaan bandara tersebut berada di bawah Kemenhan telah mencapai sekitar 90 persen, meski keputusan final masih menunggu pemerintah pusat. Dedi mengatakan, hingga kini belum ada kepastian mengenai kelanjutan pemanfaatan komersial BIJB [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":26705,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-47505","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47505","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47505"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47505\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26705"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47505"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47505"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47505"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}