{"id":46744,"date":"2026-06-25T01:31:36","date_gmt":"2026-06-24T18:31:36","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/06\/25\/transaksi-deposit-judol-di-jakbar-capai-rp600-miliar-dari-89-320-pemain\/"},"modified":"2026-06-25T01:31:36","modified_gmt":"2026-06-24T18:31:36","slug":"transaksi-deposit-judol-di-jakbar-capai-rp600-miliar-dari-89-320-pemain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/06\/25\/transaksi-deposit-judol-di-jakbar-capai-rp600-miliar-dari-89-320-pemain\/","title":{"rendered":"Transaksi Deposit Judol di Jakbar Capai Rp600 Miliar dari 89.320 Pemain"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Sejumlah wilayah tercatat sebagai daerah dengan jumlah pemain judi <em>online<\/em> (judol) terbesar di Indonesia berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Empat wilayah dengan jumlah pemain terbanyak tersebut memiliki total nilai deposit mencapai sekitar Rp1,78 triliun.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Berdasarkan unggahan resmi Instagram PPATK, wilayah Jabodetabek masuk dalam zona merah judi <em>online<\/em> nasional. Dari sejumlah daerah yang tercatat, Jakarta Barat menjadi wilayah dengan nilai deposit terbesar, yakni mencapai Rp600,6 miliar dari 89.320 pemain.<\/p>\n<p>Posisi berikutnya ditempati Jakarta Timur dengan total deposit sebesar Rp425,9 miliar yang berasal dari 81.750 pemain. Sementara Kabupaten Bogor mencatat nilai deposit Rp414,4 miliar dengan jumlah pemain sebanyak 103.092 orang, menjadikannya wilayah dengan jumlah pemain terbanyak secara nasional.<\/p>\n<p>Adapun Kota Bandung berada di posisi keempat dengan 80.549 pemain dan nilai deposit mencapai Rp341,7 miliar.<\/p>\n<p>Secara keseluruhan, empat wilayah tersebut menyumbang nilai deposit sekitar Rp1,78 triliun. Temuan ini menunjukkan besarnya perputaran dana yang terkait dengan aktivitas judi <em>online<\/em> di sejumlah daerah dengan jumlah pemain tertinggi.<\/p>\n<p>PPATK juga mencatat bahwa jika diklasifikasikan berdasarkan 10 wilayah terbesar, Provinsi DKI Jakarta menyumbang empat wilayah, Jawa Barat empat wilayah, serta dua wilayah lainnya berasal dari Provinsi Banten. Dalam unggahannya, PPATK menyebut Jabodetabek sebagai pusat aktivitas judi <em>online<\/em> nasional.<\/p>\n<p>\u201cMembentuk klaster Jabodetabek sebagai pusat aktivitas judi <em>online<\/em> nasional,\u201d tulis PPATK dalam unggahannya yang dikutip Rabu (24\/6\/2026).<\/p>\n<p>Berdasarkan data per kecamatan, jumlah pemain terbanyak di wilayah Jakarta berasal dari Cengkareng dengan 21.497 pemain, disusul Cakung sebanyak 14.664 pemain, Tanjung Priok 13.769 pemain, Kebayoran Lama 9.948 pemain, dan Bekasi Utara 7.793 pemain.<\/p>\n<p>PPATK menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa judi <em>online<\/em> telah hadir di berbagai lingkungan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cIni menunjukkan bahwa judi <em>online<\/em> bukan lagi fenomena yang jauh atau abstrak. Ia sudah hadir di lingkungan tempat tinggal, sekolah, kampus, tempat kerja, hingga komunitas sekitar kita,\u201d tulis PPATK.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read617674\/polri-buru-situs-judi-bola-dan-telusuri-aliran-dana-di-balik-piala-dunia-2026\">Polri Buru Situs Judi Bola dan Telusuri Aliran Dana di Balik Piala Dunia 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dari sisi demografi, mayoritas pemain judi <em>online<\/em> berasal dari kelompok usia 20\u201330 tahun, diikuti kelompok usia 31\u201340 tahun. Sebagian besar pemain juga berasal dari kelompok laki-laki.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>\u201cArtinya, kelompok usia produktif yang menjadi motor ekonomi justru menjadi kelompok yang paling rentan terpapar judi <em>online<\/em>. Yang dipertaruhkan bukan hanya uang, tetapi juga masa depan produktif,\u201d jelas PPATK.<\/p>\n<blockquote class=\"instagram-media\" data-instgrm-permalink=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/DZ7XpJIE2yO\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\">\n<div>\n<div>\n<p>View this post on Instagram<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/blockquote><\/div>\n<div>\n<p class=\"fs-7 m-0 p-3\">Mau Berita Terbaru Lainnya dari Wacana Berita? Yuk Follow Kami di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAiEJQekbu_XfrMeCH3tRfl7kkqFAgKIhCUHpG7v136zHgh97UX5e5J?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\" class=\"fw-bold\" target=\"_blank\">Google News<\/a> dengan <strong>Klik Simbol Bintang<\/strong>.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script async src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read618856\/transaksi-deposit-judol-di-jakbar-capai-rp600-miliar-dari-89320-pemain\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Sejumlah wilayah tercatat sebagai daerah dengan jumlah pemain judi online (judol) terbesar di Indonesia berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Empat wilayah dengan jumlah pemain terbanyak tersebut memiliki total nilai deposit mencapai sekitar Rp1,78 triliun. Berdasarkan unggahan resmi Instagram PPATK, wilayah Jabodetabek masuk dalam zona merah judi online [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46745,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-46744","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46744","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46744"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46744\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46745"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46744"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46744"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46744"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}