{"id":46273,"date":"2026-06-23T21:56:33","date_gmt":"2026-06-23T14:56:33","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/06\/23\/indonesia-harus-naik-kelas-dari-pasar-digital-menjadi-kekuatan-teknologi-global\/"},"modified":"2026-06-23T21:56:33","modified_gmt":"2026-06-23T14:56:33","slug":"indonesia-harus-naik-kelas-dari-pasar-digital-menjadi-kekuatan-teknologi-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/06\/23\/indonesia-harus-naik-kelas-dari-pasar-digital-menjadi-kekuatan-teknologi-global\/","title":{"rendered":"Indonesia Harus Naik Kelas dari Pasar Digital Menjadi Kekuatan Teknologi Global"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan Indonesia saat ini menyumbang sekitar 40 persen ekonomi digital ASEAN. Dalam beberapa tahun mendatang, nilai ekonomi digital nasional bahkan diproyeksikan dapat mencapai US$360 miliar.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Meski demikian, menurut Nezar, potensi tersebut hanya dapat diwujudkan jika seluruh pemangku kepentingan mampu membangun ekosistem digital yang kuat dan terintegrasi, mulai dari infrastruktur, talenta digital, industri, hingga pengembangan teknologi baru.<\/p>\n<p>\u201cKita sudah mengeksplorasi delapan prioritas untuk pembangunan ekosistem digital di Indonesia dengan spektrum yang cukup luas dan rentang yang beragam, mulai dari peningkatan nilai tambah industri telekomunikasi sampai dengan peningkatan efisiensi biaya logistik nasional,\u201d ujar Nezar dalam forum <em>Digital Ecosystem Alignment<\/em> (DEAL) 2026 di Jakarta Selatan, Selasa (23\/6\/2026).<\/p>\n<p>Ia menegaskan pembangunan ekosistem digital menjadi bagian penting dari visi Indonesia Digital 2045. Menurutnya, berbagai langkah yang dilakukan saat ini akan menentukan apakah Indonesia mampu mencapai kemandirian teknologi pada saat peringatan 100 tahun kemerdekaan.<\/p>\n<p>\u201cTahap yang kita lalui sekarang akan menentukan apakah pada 2045 kita bisa mencapai tujuan strategis nasional kita untuk kemandirian teknologi. Penguatan kolaborasi adalah kata kunci yang paling penting yang harus sama-sama kita internalisasi dan bagaimana kita eksekusi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Nezar menilai Indonesia dapat belajar dari sejumlah negara yang berhasil membangun fondasi ekonomi digital melalui penguatan infrastruktur publik digital. Salah satu contoh yang disebutnya adalah India, yang sejak satu dekade lalu mengembangkan sistem identitas digital Aadhaar dan platform pembayaran digital <em>Unified Payments Interface<\/em> (UPI).<\/p>\n<p>Menurutnya, kedua sistem tersebut berhasil menjadi fondasi pertumbuhan layanan keuangan digital dan mempercepat perkembangan ekonomi digital di negara tersebut.<\/p>\n<p>\u201cKita tahu India mencoba membangun satu sistem yang inklusif dengan membuat <em>Unified Payment Interface<\/em> atau UPI dan sistem Aadhaar. Dan itu bisa menjadi <em>driver<\/em> untuk <em>financial services<\/em> yang ada di India dan kemudian menjadi backbone untuk tumbuhnya ekosistem ekonomi digital yang ada di India,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Selain memperkuat fondasi domestik, Nezar menilai Indonesia juga perlu meningkatkan peran dalam rantai pasok global teknologi digital, khususnya pada sektor kecerdasan buatan (AI). Penguasaan teknologi strategis tersebut dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.<\/p>\n<p>\u201cKita lihat bagaimana setelah kekuatan ekosistem ini dibangun, perlu juga untuk diperhatikan bagaimana dengan kekuatan nasional yang kita miliki kita bisa menembus rantai pasar global. Saya kira ini yang paling penting, global <em>supply chain<\/em> dalam ekonomi digital, khususnya adopsi teknologi-teknologi yang <em>advanced<\/em> atau <em>emerging technology<\/em>, seperti misalnya <em>artificial intelligence<\/em>,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Saat ini, Indonesia masih berada pada tahap awal pengembangan AI dan belum memiliki posisi dominan dalam rantai nilai global teknologi tersebut. Karena itu, pembangunan ekosistem digital nasional harus diarahkan pada penciptaan inovasi dan nilai tambah agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi asing.<\/p>\n<p>Nezar menyebut nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai sekitar US$105 miliar pada 2025 dan berpotensi tumbuh hingga US$260 miliar sampai US$360 miliar pada masa mendatang. Dengan kontribusi sekitar 40 persen terhadap ekonomi digital ASEAN, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi motor pertumbuhan digital kawasan.<\/p>\n<p>Namun, ia menekankan bahwa peluang tersebut hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama yang kuat di seluruh ekosistem digital.<\/p>\n<p>\u201cKontribusi Indonesia untuk ASEAN sekitar 40 persen. Kalau kawasan ASEAN bertumbuh 1 triliun USD, kita menyumbang 365 miliar USD. Saya kira kita punya share yang cukup besar dari pertumbuhan ekonomi digital di kawasan. Dan itu sangat ditentukan oleh kolaborasi yang kita buat di dalam ekosistem digital ini,\u201d katanya.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read618312\/indonesia-jepang-perluas-kerja-sama-ai-lewat-next-generation-ai-talent-factory\">Indonesia-Jepang Perluas Kerja Sama AI Lewat Next Generation AI Talent Factory<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read618522\/komdigi-resmi-luncurkan-deal-2026-targetkan-indonesia-tak-lagi-sekadar-pasar-teknologi\">Komdigi Resmi Luncurkan DEAL 2026, Targetkan Indonesia Tak Lagi Sekadar Pasar Teknologi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Melalui forum DEAL 2026, pemerintah berharap kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, investor, dan komunitas digital dapat semakin kuat sehingga mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi digital sekaligus mewujudkan target kemandirian teknologi nasional pada 2045.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>\u201cIndonesia tidak kekurangan talenta. Indonesia tidak kekurangan ide. Indonesia tidak kekurangan semangat. Yang kita perlukan adalah keberanian untuk bergerak bersama,\u201d pungkas Nezar.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div>\n<p class=\"fs-7 m-0 p-3\">Mau Berita Terbaru Lainnya dari Wacana Berita? Yuk Follow Kami di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAiEJQekbu_XfrMeCH3tRfl7kkqFAgKIhCUHpG7v136zHgh97UX5e5J?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\" class=\"fw-bold\" target=\"_blank\">Google News<\/a> dengan <strong>Klik Simbol Bintang<\/strong>.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read618595\/nezar-patria-indonesia-harus-naik-kelas-dari-pasar-digital-menjadi-kekuatan-teknologi-global\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan Indonesia saat ini menyumbang sekitar 40 persen ekonomi digital ASEAN. Dalam beberapa tahun mendatang, nilai ekonomi digital nasional bahkan diproyeksikan dapat mencapai US$360 miliar. Meski demikian, menurut Nezar, potensi tersebut hanya dapat diwujudkan jika seluruh pemangku kepentingan mampu membangun ekosistem digital yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46274,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-46273","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46273","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46273"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46273\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46274"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46273"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46273"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46273"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}