{"id":45399,"date":"2026-06-21T12:45:12","date_gmt":"2026-06-21T05:45:12","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/06\/21\/kasus-dugaan-wanita-disekap-pacar-tiga-tahun-viral-atalia-praratya-bersuara\/"},"modified":"2026-06-21T12:45:12","modified_gmt":"2026-06-21T05:45:12","slug":"kasus-dugaan-wanita-disekap-pacar-tiga-tahun-viral-atalia-praratya-bersuara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/06\/21\/kasus-dugaan-wanita-disekap-pacar-tiga-tahun-viral-atalia-praratya-bersuara\/","title":{"rendered":"Kasus Dugaan Wanita Disekap Pacar Tiga Tahun Viral, Atalia Praratya Bersuara"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\">WACANA BERITA<\/a><\/strong> \u2013 Kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan selama tiga tahun menyita perhatian publik. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka berat di sejumlah bagian tubuh.<\/p>\n<p>\u200eKasus tersebut memicu keprihatinan luas, termasuk dai Anggota\u00a0 DPR RI Atalia Praratya. Melalui unggahan di media sosial, ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201dTiga tahun. Bukan tiga hari. Bukan tiga minggu. Bukan tiga bulan. Tiga tahun seorang perempuan diduga hidup dalam penyekapan dan penderitaan,\u201d tulis Atalia melalui unggahan Instagram Pribadinya dikutip Minggu, (21\/6\/2026)<br \/>\u200e<br \/>\u200eIa mempertanyakan bagaimana penderitaan korban dapat berlangsung begitu lama tanpa terdeteksi.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201dKemana kita semua selama tiga tahun itu? Orang-orang yang mungkin melihat sesuatu yang janggal, apakah benar tidak ada satu pun tanda yang terlihat?\u201d tulisnya.<br \/>\u200e<br \/>\u200eMenurut Atalia, kasus ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tidak cukup hanya sebatas menyapa atau bertegur sapa dengan tetangga.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201dTerkadang, satu pertanyaan sederhana, satu bentuk perhatian kecil, bisa menjadi jalan penyelamat bagi seseorang yang sedang berada dalam situasi berbahaya,\u201d ujarnya.<br \/>\u200e<br \/>\u200eAtalia juga menyampaikan dukungan moril kepada korban dan keluarganya.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201dTeteh, hati dan pikiran saya sepenuhnya bersama teteh dan keluarga,\u201d tulisnya.<br \/>\u200e<br \/>\u200eIa turut mengajak masyarakat yang mengetahui keberadaan terduga pelaku untuk segera melapor kepada aparat penegak hukum.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201dJika Anda melihat, mengenali, atau mengetahui keberadaannya, segera laporkan dan hubungi pihak berwajib melalui saluran resmi Humas Polda Jabar atau kepolisian setempat. Cari dan hukum pelaku seberat-beratnya,\u201d Ujarnya<\/p>\n<p>\u200eSementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, mengatakan pihaknya masih terus melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang diketahui kerap berpindah-pindah lokasi.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201dKami sudah beberapa hari ini mengejar tersangka yang memang dari beberapa hasil pemetaan, dia suka berpindah-pindah dan hampir beberapa waktu lalu bisa kami gerebek, tapi pelaku mampu kabur,\u201d kata Hendra, Kamis (18\/6\/2026).<br \/>\u200e<br \/>\u200ePolisi juga mengimbau masyarakat untuk segera memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan terduga pelaku guna mempercepat proses penangkapan.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/daerah\/219096\/kasus-dugaan-wanita-disekap-pacar-tiga-tahun-viral-atalia-praratya-bersuara\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WACANA BERITA \u2013 Kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan selama tiga tahun menyita perhatian publik. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka berat di sejumlah bagian tubuh. \u200eKasus tersebut memicu keprihatinan luas, termasuk dai Anggota\u00a0 DPR RI Atalia Praratya. Melalui unggahan di media sosial, ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.\u200e\u200e\u201dTiga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":26644,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-45399","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45399","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45399"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45399\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26644"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45399"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45399"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45399"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}