{"id":44939,"date":"2026-06-19T23:51:28","date_gmt":"2026-06-19T16:51:28","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/06\/19\/banyak-usaha-kreatif-gagal-karena-salah-membaca-kebutuhan-pasar\/"},"modified":"2026-06-19T23:51:28","modified_gmt":"2026-06-19T16:51:28","slug":"banyak-usaha-kreatif-gagal-karena-salah-membaca-kebutuhan-pasar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/06\/19\/banyak-usaha-kreatif-gagal-karena-salah-membaca-kebutuhan-pasar\/","title":{"rendered":"Banyak Usaha Kreatif Gagal karena Salah Membaca Kebutuhan Pasar"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Kreativitas dan inovasi produk belum cukup untuk menjamin keberhasilan sebuah usaha. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengingatkan bahwa salah satu faktor utama kegagalan bisnis, khususnya di sektor industri kreatif, adalah minimnya pemahaman terhadap kebutuhan dan perilaku konsumen.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pelaku industri kreatif perlu memiliki fondasi pengetahuan dan riset pasar yang kuat agar mampu bertahan dan memenangkan persaingan bisnis yang semakin ketat.<\/p>\n<p>\u201cPelaku industri kreatif perlu memiliki pondasi pengetahuan dan riset pasar yang kuat untuk dapat memenangkan persaingan bisnis pada masa mendatang,\u201d ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (19\/6\/2026).<\/p>\n<p>Menurutnya, kreativitas harus berjalan beriringan dengan kemampuan membaca tren dan kebutuhan pasar yang terus berubah. Produk yang menarik secara desain belum tentu berhasil di pasaran jika tidak sesuai dengan preferensi konsumen yang dituju.<\/p>\n<p>\u201cSudah saatnya produk kreatif Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kita memiliki banyak perancang dan pelaku industri yang kreatif, inovatif, serta harus adaptif dalam memahami produk yang relevan untuk target pasar yang disasar,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Senada dengan itu, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menegaskan bahwa pemahaman terhadap perilaku konsumen merupakan fondasi penting dalam pengembangan produk maupun penyusunan strategi bisnis.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read617885\/sambut-500-tahun-jakarta-jkf-2026-jadi-penggerak-ekonomi-kreatif\">Sambut 500 Tahun Jakarta, JKF 2026 Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurut Reni, keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh kualitas dan kreativitas perancangnya, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam menjawab kebutuhan pasar.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>\u201cKeberhasilan suatu produk tidak hanya ditentukan oleh kualitas dan kreativitas perancangnya, tetapi juga oleh kemampuan menjawab kebutuhan serta preferensi konsumen. Oleh karena itu, pelaku IKM perlu memahami perubahan perilaku pasar agar dapat menghasilkan produk yang tepat sasaran,\u201d ujarnya.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div>\n<p class=\"fs-7 m-0 p-3\">Mau Berita Terbaru Lainnya dari Wacana Berita? Yuk Follow Kami di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAiEJQekbu_XfrMeCH3tRfl7kkqFAgKIhCUHpG7v136zHgh97UX5e5J?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\" class=\"fw-bold\" target=\"_blank\">Google News<\/a> dengan <strong>Klik Simbol Bintang<\/strong>.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read617948\/kemenperin-banyak-usaha-kreatif-gagal-karena-salah-membaca-kebutuhan-pasar\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Kreativitas dan inovasi produk belum cukup untuk menjamin keberhasilan sebuah usaha. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengingatkan bahwa salah satu faktor utama kegagalan bisnis, khususnya di sektor industri kreatif, adalah minimnya pemahaman terhadap kebutuhan dan perilaku konsumen. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pelaku industri kreatif perlu memiliki fondasi pengetahuan dan riset pasar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":44940,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-44939","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44939","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44939"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44939\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44940"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44939"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44939"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44939"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}