{"id":44876,"date":"2026-06-19T20:39:49","date_gmt":"2026-06-19T13:39:49","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/06\/19\/openai-masih-bakar-uang-rugi-capai-rp327-triliun\/"},"modified":"2026-06-19T20:39:49","modified_gmt":"2026-06-19T13:39:49","slug":"openai-masih-bakar-uang-rugi-capai-rp327-triliun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/06\/19\/openai-masih-bakar-uang-rugi-capai-rp327-triliun\/","title":{"rendered":"OpenAI Masih Bakar Uang, Rugi Capai Rp327 Triliun"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Ledakan popularitas ChatGPT dan berbagai layanan kecerdasan buatan (<em>artificial intelligence<\/em>\/AI) belum mampu membawa OpenAI mencetak keuntungan. Sepanjang 2025, perusahaan yang dipimpin\u00a0<span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\">Sam Altman<\/span>\u00a0itu membukukan rugi operasional sebesar US$20,1 miliar meski pendapatannya mencapai US$13,1 miliar.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Data yang diungkap jurnalis teknologi\u00a0<span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\">Ed Zitron<\/span>\u00a0dan telah diverifikasi oleh\u00a0<span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\">Financial Times<\/span>\u00a0menunjukkan tingginya biaya pengembangan teknologi AI masih menjadi tantangan utama bagi perusahaan-perusahaan di sektor tersebut.<\/p>\n<p>Sebagian besar pengeluaran OpenAI berasal dari investasi besar-besaran untuk memperkuat kemampuan model AI dan memperluas bisnisnya. Sepanjang 2025, perusahaan menghabiskan sekitar US$20 miliar untuk riset dan pengembangan (<em>research and development<\/em>\/R&amp;D), sementara biaya penjualan dan pemasaran mencapai US$5,7 miliar.<\/p>\n<p>Besarnya pengeluaran tersebut menjadikan OpenAI sebagai salah satu perusahaan teknologi dengan tingkat pembakaran kas (<em>cash burn<\/em>) tertinggi saat ini.<\/p>\n<p>Di sisi lain, laporan keuangan perusahaan menunjukkan rugi bersih mencapai US$38,5 miliar pada 2025, melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Financial Times, lonjakan tersebut terutama dipengaruhi perubahan struktur OpenAI dari organisasi nirlaba menjadi entitas berorientasi profit.<\/p>\n<p>Perubahan itu mengharuskan perusahaan melakukan penyesuaian akuntansi terhadap berbagai instrumen investasi yang dimiliki investor awal. Akibatnya, OpenAI membukukan beban akuntansi senilai US$41,6 miliar yang tidak berkaitan langsung dengan aktivitas operasional.<\/p>\n<p>Meski demikian, sejumlah analis menilai kondisi keuangan OpenAI tidak seburuk yang tercermin dalam laporan laba rugi. Sebagian besar kerugian tersebut bersifat non-tunai sehingga tidak menyebabkan arus kas keluar secara langsung.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read616906\/ipo-spacex-openai-dan-anthropic-berpotensi-sedot-likuiditas-pasar-kripto\">IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic Berpotensi Sedot Likuiditas Pasar Kripto<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read617716\/satu-lagi-calon-emiten-meluncur-anak-usaha-prodia-bidik-dana-rp62-miliar-dari-ipo\">Satu Lagi Calon Emiten Meluncur, Anak Usaha Prodia Bidik Dana Rp62 Miliar dari IPO<\/a><\/strong><\/strong><\/p>\n<p>Bahkan, menurut sumber yang dikutip Financial Times, jika komponen non-tunai, kompensasi berbasis saham, biaya satu kali, serta kredit komputasi dari\u00a0<span>Microsoft<\/span>\u00a0dikeluarkan dari perhitungan, pembakaran kas riil OpenAI sepanjang 2025 diperkirakan sekitar US$8 miliar.<\/p>\n<p>Posisi keuangan perusahaan juga masih ditopang cadangan kas sekitar US$25 miliar yang berasal dari berbagai putaran pendanaan investor global.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Laporan tersebut turut menunjukkan besarnya ketergantungan OpenAI terhadap investor strategis. Pada 2025,\u00a0<span>SoftBank<\/span>tercatat membayar sekitar US$867 juta kepada OpenAI, sementara Microsoft menyumbang sekitar US$303 juta. Gabungan kontribusi keduanya setara hampir 9% dari total pendapatan perusahaan.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div>\n<p class=\"fs-7 m-0 p-3\">Mau Berita Terbaru Lainnya dari Wacana Berita? Yuk Follow Kami di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAiEJQekbu_XfrMeCH3tRfl7kkqFAgKIhCUHpG7v136zHgh97UX5e5J?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\" class=\"fw-bold\" target=\"_blank\">Google News<\/a> dengan <strong>Klik Simbol Bintang<\/strong>.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read617950\/openai-masih-bakar-uang-rugi-capai-rp327-triliun\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Ledakan popularitas ChatGPT dan berbagai layanan kecerdasan buatan (artificial intelligence\/AI) belum mampu membawa OpenAI mencetak keuntungan. Sepanjang 2025, perusahaan yang dipimpin\u00a0Sam Altman\u00a0itu membukukan rugi operasional sebesar US$20,1 miliar meski pendapatannya mencapai US$13,1 miliar. Data yang diungkap jurnalis teknologi\u00a0Ed Zitron\u00a0dan telah diverifikasi oleh\u00a0Financial Times\u00a0menunjukkan tingginya biaya pengembangan teknologi AI masih menjadi tantangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33913,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-44876","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44876","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44876"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44876\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33913"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44876"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44876"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44876"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}