{"id":44851,"date":"2026-06-19T19:27:13","date_gmt":"2026-06-19T12:27:13","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/06\/19\/inklusi-keuangan-indonesia-90-literasi-rendah-jadi-tantangan-umkm\/"},"modified":"2026-06-19T19:27:13","modified_gmt":"2026-06-19T12:27:13","slug":"inklusi-keuangan-indonesia-90-literasi-rendah-jadi-tantangan-umkm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/06\/19\/inklusi-keuangan-indonesia-90-literasi-rendah-jadi-tantangan-umkm\/","title":{"rendered":"Inklusi Keuangan Indonesia 90%, Literasi Rendah Jadi Tantangan UMKM"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Kesenjangan antara tingkat inklusi dan literasi keuangan masih menjadi tantangan besar dalam membangun ekosistem keuangan yang benar-benar inklusif di Indonesia. Meski tingkat inklusi keuangan nasional telah mencapai 90%, literasi keuangan masyarakat masih berada di kisaran 25%-30%.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Kondisi tersebut menjadi sorotan dalam gelaran\u00a0<em>The 2026 Asia Grassroots Forum<\/em>. Para pemangku kepentingan menilai peningkatan akses terhadap layanan keuangan harus dibarengi dengan pemahaman yang memadai agar masyarakat mampu memanfaatkan produk keuangan secara optimal.<\/p>\n<p>Komisaris Utama Amartha,\u00a0<span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\">Rudiantara<\/span>, menegaskan bahwa perluasan akses keuangan tidak cukup jika tidak diiringi peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan.<\/p>\n<p>\u201cInklusi keuangan saja tidak cukup. Masyarakat perlu memahami cara mengelola keuangan secara bijak, bukan sekadar memiliki akses terhadap produk keuangan,\u201d ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (19\/6\/2026).<\/p>\n<p>Menurutnya, pendekatan literasi keuangan perlu disesuaikan dengan karakteristik masyarakat yang dilayani. Di wilayah pedesaan, pendampingan langsung masih menjadi faktor penting dalam membentuk perilaku keuangan yang sehat.<\/p>\n<p>Amartha mencatat sekitar 70% mitranya berada di luar Pulau Jawa dan didukung lebih dari 9.000 tenaga lapangan yang memberikan edukasi dan pendampingan secara langsung kepada masyarakat.<\/p>\n<p>Sementara itu,\u00a0<span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\">Sandiaga Uno<\/span>\u00a0menilai pelaku usaha mikro dan akar rumput tidak hanya membutuhkan akses pembiayaan, tetapi juga akses pendidikan dan pasar agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cTahap awal, akses pasar sering kali menjadi kebutuhan yang lebih mendesak dibandingkan pembiayaan karena pelaku usaha kecil perlu memastikan produknya dapat terserap pasar. Untuk itu, edukasi keuangan sangat penting agar pelaku usaha kecil tidak terjebak pada skema pembiayaan yang tidak sehat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dari sisi industri perbankan digital, Presiden Direktur\u00a0<span>Superbank<\/span>,\u00a0<span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\">Tigor M. Siahaan<\/span>, menilai produk keuangan digital harus dirancang lebih sederhana dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.<\/p>\n<p>Senada dengan itu, Direktur dan Chief Information Technology Officer\u00a0<span>XLSMART Telecom Sejahtera Tbk<\/span>,\u00a0<span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\">Yessie D. Yosetya<\/span>, menekankan pentingnya pemerataan konektivitas digital untuk memperluas akses layanan keuangan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang masih memiliki keterbatasan akses internet.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Para pembicara sepakat bahwa penguatan literasi keuangan, perluasan akses digital, serta pendampingan bagi pelaku UMKM menjadi faktor kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat akar rumput sekaligus meningkatkan kualitas inklusi keuangan nasional.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div>\n<p class=\"fs-7 m-0 p-3\">Mau Berita Terbaru Lainnya dari Wacana Berita? Yuk Follow Kami di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAiEJQekbu_XfrMeCH3tRfl7kkqFAgKIhCUHpG7v136zHgh97UX5e5J?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\" class=\"fw-bold\" target=\"_blank\">Google News<\/a> dengan <strong>Klik Simbol Bintang<\/strong>.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read617893\/inklusi-keuangan-indonesia-90-literasi-rendah-jadi-tantangan-umkm\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Kesenjangan antara tingkat inklusi dan literasi keuangan masih menjadi tantangan besar dalam membangun ekosistem keuangan yang benar-benar inklusif di Indonesia. Meski tingkat inklusi keuangan nasional telah mencapai 90%, literasi keuangan masyarakat masih berada di kisaran 25%-30%. Kondisi tersebut menjadi sorotan dalam gelaran\u00a0The 2026 Asia Grassroots Forum. Para pemangku kepentingan menilai peningkatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":44852,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-44851","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44851","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44851"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44851\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44852"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44851"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44851"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44851"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}