{"id":44009,"date":"2026-06-17T23:33:09","date_gmt":"2026-06-17T16:33:09","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/06\/17\/prabowo-minta-lonjakan-harga-pangan-ditekan-kementan-gandeng-kopdes-merah-putih-bangun-cold-storage\/"},"modified":"2026-06-17T23:33:09","modified_gmt":"2026-06-17T16:33:09","slug":"prabowo-minta-lonjakan-harga-pangan-ditekan-kementan-gandeng-kopdes-merah-putih-bangun-cold-storage","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/06\/17\/prabowo-minta-lonjakan-harga-pangan-ditekan-kementan-gandeng-kopdes-merah-putih-bangun-cold-storage\/","title":{"rendered":"Prabowo Minta Lonjakan Harga Pangan Ditekan, Kementan Gandeng Kopdes Merah Putih Bangun Cold Storage"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan lemahnya infrastruktur rantai pasok pendingin (<em>cold chain<\/em>) menjadi salah satu penyebab utama fluktuasi harga komoditas pangan segar seperti cabai, bawang merah, sayuran, buah-buahan, hingga protein hewani di pasar tradisional.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan kendala terbesar dalam upaya stabilisasi harga pangan menggunakan instrumen negara maupun BUMN terletak pada penanganan komoditas segar yang memiliki masa simpan terbatas. Akibatnya, risiko kerusakan dan pembusukan selama distribusi masih tinggi sehingga pasokan di pasar kerap berfluktuasi.<\/p>\n<p>\u201cNah yang menjadi kendala metode menggunakan instrumen BUMN atau negara ini adalah untuk barang-barang fresh. Ya cabai, bawang merah, kemudian yang fresh-fresh ini, sayur dan seterusnya itu, itu kendalanya adalah cold chain,\u201d ujar Sudaryono kepada awak media di Kantor Kementerian Pertanian, Rabu (17\/6\/2026).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21863669784\/WartaEkonomi\/wartaekonomi.co.id\/mid_display_1 --><\/p>\n<p>Untuk mengatasi persoalan tersebut, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Kementan memperkuat sistem penyimpanan dan distribusi komoditas pangan segar melalui pembangunan jaringan\u00a0<em>cold chain<\/em>\u00a0di berbagai daerah.<\/p>\n<p>Menurut Sudaryono, keberadaan rantai pendingin akan menjaga kualitas komoditas selama proses distribusi sekaligus mengurangi potensi kehilangan pasokan akibat pembusukan. Infrastruktur tersebut akan mencakup penyediaan\u00a0<em>cold storage<\/em>\u00a0yang melibatkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).<\/p>\n<p>\u201cCold chain ini nanti berguna di untuk fresh, misalnya daging ayam, daging sapi, daging kerbau, kemudian telur, kemudian sayur-sayuran, buah-buahan, dan lain-lain. Yang salah satunya juga melibatkan Koperasi Desa Merah Putih itu ada cold storage-nya,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, pembangunan rantai pendingin ditujukan untuk memperlancar arus distribusi pangan dari sentra produksi ke wilayah konsumsi, sekaligus menyerap hasil pertanian dan peternakan dari desa agar tetap terjaga kualitasnya saat dipasarkan ke kota.<\/p>\n<p>\u201cJadi membangun cold chain ini dalam rangka untuk bagaimana membawa barang dari produsen di kota ke desa, dan bagaimana meng-absorb barang-barang fresh, baik itu peternakan maupun sayur dan buah, termasuk cabai hortikultura, itu dari desa dibawa dalam bentuk yang baik ke kota,\u201d ujar Sudaryono.<\/p>\n<p>Kebutuhan penguatan infrastruktur rantai dingin juga tercermin dari masih terbatasnya kapasitas gudang pendingin nasional. Sebelumnya, CEO dan Founder Fresh Factory Larry Ridwan menyebut Indonesia masih mengalami kekurangan kapasitas\u00a0<em>cold storage<\/em>\u00a0yang berdampak pada tingginya risiko kehilangan hasil pangan dan\u00a0<em>food waste<\/em>.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Mengacu pada data Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI), kapasitas gudang pendingin nasional saat ini sekitar 2,8 juta palet, sedangkan kebutuhan mencapai 4 juta palet. Artinya, terdapat kekurangan kapasitas sekitar 1,2 juta palet yang berpotensi menghambat distribusi komoditas pangan segar dan menjaga kestabilan pasokan di pasar.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div>\n<p class=\"fs-7 m-0 p-3\">Mau Berita Terbaru Lainnya dari Wacana Berita? Yuk Follow Kami di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAiEJQekbu_XfrMeCH3tRfl7kkqFAgKIhCUHpG7v136zHgh97UX5e5J?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\" class=\"fw-bold\" target=\"_blank\">Google News<\/a> dengan <strong>Klik Simbol Bintang<\/strong>.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read617485\/prabowo-minta-lonjakan-harga-pangan-ditekan-kementan-gandeng-kopdes-merah-putih-bangun-cold-storage\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan lemahnya infrastruktur rantai pasok pendingin (cold chain) menjadi salah satu penyebab utama fluktuasi harga komoditas pangan segar seperti cabai, bawang merah, sayuran, buah-buahan, hingga protein hewani di pasar tradisional. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan kendala terbesar dalam upaya stabilisasi harga pangan menggunakan instrumen negara maupun BUMN terletak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":44010,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-44009","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"3 months ago","modified":"3 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44009","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44009"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44009\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44010"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44009"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44009"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44009"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}