{"id":4329,"date":"2024-07-01T08:25:25","date_gmt":"2024-07-01T01:25:25","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2024\/07\/01\/memahami-kerja-sama-pertahanan-indonesia-sebuah-tinjauan-mendalam\/"},"modified":"2024-07-01T08:25:25","modified_gmt":"2024-07-01T01:25:25","slug":"memahami-kerja-sama-pertahanan-indonesia-sebuah-tinjauan-mendalam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2024\/07\/01\/memahami-kerja-sama-pertahanan-indonesia-sebuah-tinjauan-mendalam\/","title":{"rendered":"Memahami Kerja Sama Pertahanan Indonesia: Sebuah Tinjauan Mendalam"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>Manfaat apa yang akan didapat oleh Indonesia dalam membangun kerja sama pertahanan dengan negara lain? Tanggapan ini mungkin muncul saat pemerintah akan mengesahkan kerja sama pertahanan dengan Brasil, Prancis, Kamboja, India, dan Uni Emirat Arab (UEA).<\/p>\n<p>Kerja sama pertahanan dengan kelima negara sahabat tersebut menjadi perhatian Menlu Retno Marsudi dan Wamenhan Letjen (Purn) M Herindra dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR. Rencananya, ratifikasi untuk menjadi undang-undang (UU) akan dilakukan setelah Komisi I DPR melakukan RDP lanjutan dengan beberapa kementerian terkait, seperti Kemlu, Kemhan, dan Kemenkumham.<\/p>\n<p>Menurut Retno Marsudi, kerja sama pertahanan akan membantu pengembangan industri pertahanan Indonesia, memperkuat kerja sama pertahanan, dan menetapkan dasar hukum kerja sama pertahanan. Hubungan tersebut akan didasarkan pada prinsip kesetaraan, keuntungan bersama, dan penghormatan penuh terhadap kedaulatan dan integritas teritorial.<\/p>\n<p>Selanjutnya, bagaimana implementasi kerja sama dengan kelima negara tersebut? Setiap negara memiliki target yang berbeda-beda. Secara umum, kerja sama pertahanan ditujukan untuk pertukaran kunjungan, dialog, penguatan SDM, pengembangan iptek alutsista, dan produk bersama alutsista.<\/p>\n<p>Dalam kerja sama dengan India, diharapkan dapat membuka pintu untuk pengembangan teknologi dan industri pertahanan serta peningkatan kualitas SDM pertahanan. Sedangkan dengan Prancis, kerja sama mencakup bidang intelijen pertahanan, pendidikan dan pelatihan, ilmu pengetahuan dan teknologi pertahanan, pemeliharaan perdamaian, bantuan kemanusiaan, produk, dan pengembangan peralatan pertahanan bersama.<\/p>\n<p>Dengan Uni Emirat Arab (UEA), kerja sama difokuskan pada pengembangan produksi bersama industri pertahanan kedua negara, termasuk produksi amunisi dan komponen senjata. Sementara itu, kerja sama dengan Kamboja ditujukan pada dialog, pertukaran kunjungan, pertukaran informasi ilmu dan teknologi pertahanan, serta peningkatan kapasitas SDM. <\/p>\n<p>Kerja sama dengan Brasil dipandang tepat karena merupakan kekuatan militer di belahan bumi barat dan memiliki jaringan industri pertahanan yang mapan. Rencananya, kerja sama mencakup kunjungan dan pertemuan antar-institusi, pengembangan SDM, dan pengetahuan serta pengalaman.<\/p>\n<p>Dengan demikian, pondasi kerja sama pertahanan didasarkan pada kewajiban pemerintah untuk memperkuat pertahanan guna melindungi negara dan rakyatnya. Kerja sama pertahanan adalah bagian dari hubungan internasional dan bertujuan untuk mendukung perdamaian dunia dan keamanan internasional. Sesuai dengan prinsip bebas aktif, Indonesia menjalankan politik luar negeri melalui diplomasi kreatif dan aktif.<\/p>\n<p>\t\t\t<!-- .entry-footer -->\n\t\t\t\t\t<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/portalberita.info\/2024\/07\/01\/memahami-kerja-sama-pertahanan-indonesia-sebuah-tinjauan-mendalam\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manfaat apa yang akan didapat oleh Indonesia dalam membangun kerja sama pertahanan dengan negara lain? Tanggapan ini mungkin muncul saat pemerintah akan mengesahkan kerja sama pertahanan dengan Brasil, Prancis, Kamboja, India, dan Uni Emirat Arab (UEA). Kerja sama pertahanan dengan kelima negara sahabat tersebut menjadi perhatian Menlu Retno Marsudi dan Wamenhan Letjen (Purn) M Herindra [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4330,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-4329","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4329","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4329"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4329\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4330"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4329"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4329"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4329"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}