{"id":42366,"date":"2026-06-14T20:22:54","date_gmt":"2026-06-14T13:22:54","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/06\/14\/alarm-bank-dunia-kelas-menengah-ri-telah-susut-lebih-dari-50\/"},"modified":"2026-06-14T20:22:54","modified_gmt":"2026-06-14T13:22:54","slug":"alarm-bank-dunia-kelas-menengah-ri-telah-susut-lebih-dari-50","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/06\/14\/alarm-bank-dunia-kelas-menengah-ri-telah-susut-lebih-dari-50\/","title":{"rendered":"Alarm Bank Dunia! Kelas Menengah RI Telah Susut Lebih dari 50%"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Bank Dunia mengungkap penyusutan signifikan kelas menengah di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Lembaga tersebut mencatat proporsi pekerja yang memperoleh pendapatan kelas menengah turun dari 14,5% pada 2018 menjadi sekitar 7% pada 2025, atau menyusut lebih dari separuh dalam kurun tujuh tahun.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Temuan tersebut tercantum dalam laporan\u00a0<span class=\"s1\"><em>Indonesia Economic Prospects Juni 2026<\/em><\/span>\u00a0yang menyoroti tantangan struktural pasar tenaga kerja Indonesia di tengah pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil. Menurut Bank Dunia, penyusutan kelas menengah terjadi seiring menurunnya kualitas lapangan kerja dan melemahnya pertumbuhan pendapatan pekerja.<\/p>\n<p>\u201cProporsi pekerja yang memperoleh pendapatan kelas menengah turun tajam dari 14,5 persen pada tahun 2018 menjadi sekitar 7 persen pada tahun 2025,\u201d tulis Bank Dunia dalam laporannya.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21863669784\/WartaEkonomi\/wartaekonomi.co.id\/mid_display_1 --><\/p>\n<p>Laporan tersebut menjelaskan bahwa pasar tenaga kerja Indonesia memang menunjukkan perbaikan dari sisi kuantitas. Sebanyak 1,9 juta lapangan kerja baru tercipta selama periode Agustus 2024 hingga Agustus 2025 dan tingkat pengangguran turun menjadi 4,9%. Namun, kualitas pekerjaan yang tersedia dinilai masih menjadi persoalan utama.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Bank Dunia mencatat hampir separuh lapangan kerja baru justru berasal dari sektor-sektor dengan produktivitas relatif rendah, seperti pertanian dan akomodasi serta makanan-minuman. Sebaliknya, sektor yang membutuhkan keterampilan lebih tinggi, termasuk jasa keuangan, mengalami stagnasi bahkan kontraksi.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Selain itu, tingkat pengangguran terselubung terus meningkat. Pada 2025, sekitar 32,7% pekerja tercatat bekerja dengan jam kerja yang lebih sedikit dibandingkan yang mereka inginkan. Angka tersebut menunjukkan masih besarnya kelompok pekerja yang belum memperoleh pekerjaan secara optimal.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Bank Dunia juga menyoroti tekanan terhadap pendapatan pekerja. Upah riil pekerja berketerampilan menengah dan tinggi tercatat menurun sekitar 1%-2% per tahun sejak 2018. Kondisi tersebut dinilai ikut menghambat mobilitas ekonomi masyarakat menuju kelompok berpendapatan lebih tinggi.\u00a0<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read616882\/kelas-menengah-mulai-terjepit-dpr-wanti-wanti-jangan-sampai-jadi-korban-kebijakan-2027\">Kelas Menengah Mulai Terjepit, DPR Wanti-wanti Jangan Sampai Jadi Korban Kebijakan 2027<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read616775\/rupiah-dan-bbm-lagi-wadidaw-kelas-menengah-kita-sebenarnya-disayang-tidak-sama-pemerintah-prabowo\">Rupiah dan BBM Lagi Wadidaw, Kelas Menengah Kita Sebenarnya Disayang Tidak Sama Pemerintah Prabowo?<\/a><\/strong>\u00a0<\/p>\n<p>Menurut Bank Dunia, tren tersebut mencerminkan adanya ketidaksesuaian struktural dalam perekonomian. Meski lapangan kerja baru terus tercipta, jumlah pekerjaan produktif dengan upah lebih tinggi belum cukup untuk memperluas kelompok kelas menengah dan mendorong mobilitas sosial ke atas.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Dalam laporan yang sama, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,0% pada 2026 sebelum meningkat menjadi 5,2% pada 2027 dan 2028. Namun, lembaga tersebut mengingatkan bahwa keberlanjutan pertumbuhan ekonomi akan sangat bergantung pada keberhasilan reformasi struktural yang mampu meningkatkan produktivitas, kualitas pekerjaan, dan daya saing ekonomi nasional. \u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div>\n<p class=\"fs-7 m-0 p-3\">Mau Berita Terbaru Lainnya dari Wacana Berita? Yuk Follow Kami di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAiEJQekbu_XfrMeCH3tRfl7kkqFAgKIhCUHpG7v136zHgh97UX5e5J?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\" class=\"fw-bold\" target=\"_blank\">Google News<\/a> dengan <strong>Klik Simbol Bintang<\/strong>.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read616956\/alarm-bank-dunia-kelas-menengah-ri-telah-susut-lebih-dari-50\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Bank Dunia mengungkap penyusutan signifikan kelas menengah di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Lembaga tersebut mencatat proporsi pekerja yang memperoleh pendapatan kelas menengah turun dari 14,5% pada 2018 menjadi sekitar 7% pada 2025, atau menyusut lebih dari separuh dalam kurun tujuh tahun.\u00a0\u00a0 Temuan tersebut tercantum dalam laporan\u00a0Indonesia Economic Prospects Juni 2026\u00a0yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":42367,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-42366","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42366","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42366"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42366\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42367"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42366"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42366"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42366"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}