{"id":4101,"date":"2024-06-28T03:26:56","date_gmt":"2024-06-27T20:26:56","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2024\/06\/28\/seniman-jateng-butuh-sosok-pemimpin-muda-majukan-kesenian\/"},"modified":"2024-06-28T03:26:58","modified_gmt":"2024-06-27T20:26:58","slug":"seniman-jateng-butuh-sosok-pemimpin-muda-majukan-kesenian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2024\/06\/28\/seniman-jateng-butuh-sosok-pemimpin-muda-majukan-kesenian\/","title":{"rendered":"Seniman: Jateng butuh sosok pemimpin muda majukan kesenian"},"content":{"rendered":"<div>\n\t\t\t\t\t\t\t\tSemarang (ANTARA) &#8211; Sejumlah seniman di Jawa Tengah mengatakan bahwa mereka butuh sosok pemimpin muda sebagai Gubernur Jateng agar cekatan dan berani mengambil kebijakan dalam memajukan kesenian dan kebudayaan di daerahnya.<\/p>\n<p>&#8220;Menurut saya, muda itu penting ya. Karena lebih &#8216;njamani&#8217;, adaptif dengan anak-anak muda yang sekarang masanya berkreasi,&#8221; kata Ketua Dewan Kesenian Kota Semarang (Dekase) Adhitia Armitrianto, di Semarang, Kamis malam.<\/p>\n<p>Menurut dia, calon gubernur Jateng ke depan harus mendukung keberlangsungan seni budaya, termasuk memperjuangkan peraturan daerah tentang pemajuan kebudayaan yang sampai saat ini ditunggu-tunggu.<\/p>\n<p>Perda Pemajuan Kebudayaan, kata dia, penting sebagai implementasi turunan dari Undang-Undang Nomor 5\/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan sebagai acuan legal formal pertama untuk mengelola kekayaan budaya di Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Jateng belum punya. Saya dengar saat ini tengah disusun, tetapi sayangnya teman-teman seniman dan budayawan tidak dilibatkan dalam pembahasannya,&#8221; kata Adit yang baru saja terpilih sebagai Ketua Dewan Kesenian Jateng.<\/p>\n<p>Pada Mei lalu, kata dia, Dewan Kesenian kabupaten\/kota se-Jateng berkumpul di Solo, namun tidak ada pembahasan khusus mengenai kontestasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2024.<\/p>\n<p>Sejauh ini, ia juga mengaku belum ada seniman yang diajak berkomunikasi oleh para bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jateng meski baliho dan spanduk para kandidat sudah bertebaran.<\/p>\n<p>Di berbagai wilayah di Jateng, marak baliho dan poster sosok yang digadang-gadang maju pada Pilgub Jateng 2024, seperti Sudaryono (Ketua DPD Partai Gerindra Jateng), Dico Ganinduto (Bupati Kendal), KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), dan Achmad Luthfi (Kapolda Jateng).<\/p>\n<p>Selain sosok-sosok itu, Adit melihat Kepala LKPP RI Hendrar Prihadi (Hendi) juga memiliki kans besar jika diusung pada Pilgub Jateng meski nyaris tidak terlihat baliho bergambar mantan Wali Kota Semarang tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau Mas Hendi, beliau sudah menunjukkan hal itu (keberpihakan terhadap seni budaya, red.) ketika menjadi Wali Kota Semarang. Baik saat saya jadi Ketua Dekase maupun masih jadi pengurus,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Terobosan Hendi yang dinilainya penting adalah revitalisasi Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang yang dilakukannya, sebab keberadaan taman budaya yang representatif sangat penting.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk pengembangan kesenian, Mas Hendi <em>care<\/em>\u00a0dan akomodatif. Beliau berani merevitalisasi TBRS, artinya tidak lantas menjual ke investor. Karena ramai saat itu mau dibangun Trans Studio,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Senada, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Semarang Sarwoto juga menilai pentingnya sosok muda sebagai pemimpin yang mencintai dan peduli dengan pengembangan seni budaya di Jateng.<\/p>\n<p>&#8220;Prinsipnya, kami dan tamen-teman seniman dan budayawan berharap figur muda, cekatan, berani bertindak dalam mendampingi dan mengakomodasi,&#8221; kata sosok yang akrab disapa &#8220;Ndower&#8221; itu.<\/p>\n<p>Sosok muda, dinilainya memiliki kemampuan untuk melingkupi semuanya, kreatif, cekatan, dan berani mengambil keputusan, apalagi pewaris seni budaya nantinya adalah generasi muda.<\/p>\n<p>&#8220;&#8216;Track record&#8217; juga penting. Seperti Mas Hendi saat jadi Wali Kota Semarang kan bisa dilihat bagaimana keperdulian dia dengan seni budaya, misalnya SNC (Semarang Night Carnival), revitalisasi gedung-gedung di Kota Lama,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Sebagai seniman, Ndower mengenal dan mengetahui sepak terjang Hendi yang juga kader PDI Perjuangan itu, mulai kebijakan hingga kepribadiannya yang <em>nguwongke<\/em>\u00a0terhadap seluruh kalangan, termasuk seniman dan budayawan.<\/p>\n<p>&#8220;Mas Hendi itu &#8216;entengan&#8217; orangnya, diundang sedekah desa datang, diundang &#8216;wayangan&#8217; gampang. Yang pasti, beliau orangnya juga gampang diajak bicara, luwes, dan mau menerima masukan orang lain,&#8221; katanya.<\/p>\n<p class=\"text-muted mt-2 small\">Pewarta: Zuhdiar Laeis<br \/>Editor: Hisar Sitanggang<br \/>Copyright \u00a9 ANTARA 2024<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/4171836\/seniman-jateng-butuh-sosok-pemimpin-muda-majukan-kesenian\">Source<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semarang (ANTARA) &#8211; Sejumlah seniman di Jawa Tengah mengatakan bahwa mereka butuh sosok pemimpin muda sebagai Gubernur Jateng agar cekatan dan berani mengambil kebijakan dalam memajukan kesenian dan kebudayaan di daerahnya. &#8220;Menurut saya, muda itu penting ya. Karena lebih &#8216;njamani&#8217;, adaptif dengan anak-anak muda yang sekarang masanya berkreasi,&#8221; kata Ketua Dewan Kesenian Kota Semarang (Dekase) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4102,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,16,5],"tags":[],"class_list":["post-4101","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-news","category-politics"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4101","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4101"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4101\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4103,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4101\/revisions\/4103"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4102"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4101"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4101"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4101"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}