{"id":36585,"date":"2026-05-27T04:37:39","date_gmt":"2026-05-26T21:37:39","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/05\/27\/itb-minta-maaf-usai-bobotoh-disebut-hama-rektor-kutuk-narasi-provokatif\/"},"modified":"2026-05-27T04:37:39","modified_gmt":"2026-05-26T21:37:39","slug":"itb-minta-maaf-usai-bobotoh-disebut-hama-rektor-kutuk-narasi-provokatif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/05\/27\/itb-minta-maaf-usai-bobotoh-disebut-hama-rektor-kutuk-narasi-provokatif\/","title":{"rendered":"ITB Minta Maaf Usai Bobotoh Disebut Hama, Rektor Kutuk Narasi Provokatif"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Konvoi kemenangan Persib Bandung yang awalnya menjadi momen perayaan justru berubah menjadi polemik setelah muncul unggahan bernada provokatif di media sosial yang menyebut Bobotoh sebagai \u201chama\u201d. Situasi itu memicu kegaduhan hingga menyeret nama <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\">Institut Teknologi Bandung<\/span> ke tengah sorotan publik dan suporter Maung Bandung.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Pihak kampus akhirnya turun tangan meredam polemik yang semakin meluas di media sosial. Rektor <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\">Institut Teknologi Bandung<\/span>, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\">Tatacipta Dirgantara<\/span>, menyampaikan permintaan maaf sekaligus menegaskan bahwa kampus tidak membenarkan unggahan bernada provokatif yang beredar melalui akun tidak resmi ITBFess.<\/p>\n<p>Tatacipta menilai narasi yang berkembang telah memicu suasana tidak kondusif dan berpotensi merusak kerukunan di Kota Bandung. Ia menegaskan budaya akademik tidak pernah mengajarkan ujaran provokatif maupun tindakan yang menghasut dan memecah belah masyarakat.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>\u201cSaya mohon maaf sekali bahwa telah terjadi kegaduhan yang sudah disampaikan di media sosial. Kita tahu bahwa kehidupan di media sosial ini kadang-kadang kemudian bergulir menjadi bola salju yang besar dan berdampak pada kerukunan,\u201d ujar Tatacipta.<\/p>\n<p>Menurutnya, tidak ada upaya dari pihak kampus untuk membenturkan keluarga besar ITB dengan Bobotoh Persib Bandung. Ia juga memastikan pihak kampus akan mengambil langkah tegas terhadap pihak yang terbukti menyebarkan narasi provokatif sesuai aturan internal yang berlaku.<\/p>\n<p>\u201cKami sama sekali tidak membenarkan dan menyesalkan, bahkan mengutuk pernyataan-pernyataan yang sifatnya provokatif, menghasut, memecah belah gitu,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Di tengah polemik yang berkembang, perwakilan Viking Persib Club turut merespons situasi tersebut dengan mengajak Bobotoh tidak terpancing emosi. Ketua Viking Persib Club, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\">Tobias Ginanjar<\/span>, menegaskan banyak civitas akademika ITB juga merupakan pendukung Persib Bandung sehingga narasi bahwa kampus anti-Bobotoh dinilai tidak benar.<\/p>\n<p>\u201cTernyata Pak Rektor juga Bobotoh, Pak Wakil Rektor juga Bobotoh, Pak Dekan Bobotoh juga. Jadi kalau ada narasi yang menyebut bahwa ITB anti Bobotoh itu tidak benar,\u201d ujar Tobias.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read613641\/tak-cari-pelatih-baru-persib-pilih-tangan-kanan-bojan-hodak-lanjutkan-dinasti-juara\">Tak Cari Pelatih Baru, Persib Pilih Tangan Kanan Bojan Hodak Lanjutkan Dinasti Juara<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Polemik ini bermula setelah viral unggahan akun ITBFess yang menyoroti aksi vandalisme di area tugu masuk kampus usai konvoi juara Persib pada 24 Mei 2026. Situasi memanas setelah muncul komentar bernada rasis dan provokatif yang menyebut Bobotoh dengan istilah menghina hingga memicu reaksi keras dari para suporter.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Kini akun tersebut sudah tidak dapat diakses dan pihak kampus berupaya memulihkan suasana agar hubungan antara civitas akademika dan Bobotoh tetap kondusif. Polemik ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penggunaan media sosial tanpa kontrol dapat dengan cepat memicu konflik yang lebih luas di ruang publik.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div>\n<p class=\"fs-7 m-0 p-3\">Mau Berita Terbaru Lainnya dari Wacana Berita? Yuk Follow Kami di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAiEJQekbu_XfrMeCH3tRfl7kkqFAgKIhCUHpG7v136zHgh97UX5e5J?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\" class=\"fw-bold\" target=\"_blank\">Google News<\/a> dengan <strong>Klik Simbol Bintang<\/strong>.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read613734\/itb-minta-maaf-usai-bobotoh-disebut-hama-rektor-kutuk-narasi-provokatif\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Konvoi kemenangan Persib Bandung yang awalnya menjadi momen perayaan justru berubah menjadi polemik setelah muncul unggahan bernada provokatif di media sosial yang menyebut Bobotoh sebagai \u201chama\u201d. Situasi itu memicu kegaduhan hingga menyeret nama Institut Teknologi Bandung ke tengah sorotan publik dan suporter Maung Bandung. Pihak kampus akhirnya turun tangan meredam polemik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":36586,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-36585","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36585","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36585"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36585\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36586"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36585"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36585"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36585"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}