{"id":36408,"date":"2026-05-26T22:20:24","date_gmt":"2026-05-26T15:20:24","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/05\/26\/komdigi-ungkap-lebih-dari-separuh-anak-indonesia-terpapar-konten-seksual-dari-media-sosial\/"},"modified":"2026-05-26T22:20:24","modified_gmt":"2026-05-26T15:20:24","slug":"komdigi-ungkap-lebih-dari-separuh-anak-indonesia-terpapar-konten-seksual-dari-media-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/05\/26\/komdigi-ungkap-lebih-dari-separuh-anak-indonesia-terpapar-konten-seksual-dari-media-sosial\/","title":{"rendered":"Komdigi Ungkap Lebih dari Separuh Anak Indonesia Terpapar Konten Seksual dari Media Sosial"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Alfreno Kautsar, mengatakan perkembangan teknologi digital yang semakin masif membawa tantangan baru terhadap pelindungan anak di ruang digital, terutama bagi kelompok usia rentan.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Menurut Alfreno, kelompok usia rentan kini menjadi sasaran berbagai kasus kekerasan di ruang digital.<\/p>\n<p>\u201cSebanyak 50,3 persen anak terpapar konten bermuatan seksual melalui media sosial. Jadi bisa dibayangkan, dari 80 juta anak, setengahnya terpapar. Selain itu, 48 persen mengalami kekerasan berbasis gender secara\u00a0<em>online<\/em>,\u201d ujar Alfreno dalam acara Literasi Digital Hari Pendidikan Nasional di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta Pusat, Senin (25\/5\/2026).<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap lebih dari separuh anak Indonesia telah terpapar konten bermuatan seksual melalui media sosial. Kondisi tersebut dinilai membuat pelindungan anak di ruang digital semakin mendesak di tengah meningkatnya risiko perundungan siber, predator digital, hingga penyalahgunaan internet pada usia dini.<\/p>\n<p>Alfreno mengatakan terdapat dua jenis risiko utama yang dihadapi anak-anak di ruang digital, yakni risiko konten dan risiko kontak.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read611370\/pp-tunas-dan-komisi-mencekik-jadi-ujian-baru-industri-e-commerce\">PP Tunas dan Komisi Mencekik Jadi Ujian Baru Industri E-Commerce<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read609636\/komdigi-apresiasi-tiktok-17-juta-akun-anak-dinonaktifkan-sejak-pp-tunas-berlaku\">Komdigi Apresiasi TikTok: 1,7 Juta Akun Anak Dinonaktifkan Sejak PP TUNAS Berlaku<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia menjelaskan risiko konten terjadi ketika anak-anak terpapar berbagai jenis konten negatif akibat akses bebas ke media sosial dan platform digital.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>\u201cAnak-anak dengan akses ke media sosial bisa terpapar konten apa pun, baik negatif maupun positif. Semua menjadi yurisdiksi mereka sendiri,\u201d jelasnya.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div>\n<p class=\"fs-7 m-0 p-3\">Mau Berita Terbaru Lainnya dari Wacana Berita? Yuk Follow Kami di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAiEJQekbu_XfrMeCH3tRfl7kkqFAgKIhCUHpG7v136zHgh97UX5e5J?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\" class=\"fw-bold\" target=\"_blank\">Google News<\/a> dengan <strong>Klik Simbol Bintang<\/strong>.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read613663\/komdigi-ungkap-lebih-dari-separuh-anak-indonesia-terpapar-konten-seksual-dari-media-sosial\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Alfreno Kautsar, mengatakan perkembangan teknologi digital yang semakin masif membawa tantangan baru terhadap pelindungan anak di ruang digital, terutama bagi kelompok usia rentan. Menurut Alfreno, kelompok usia rentan kini menjadi sasaran berbagai kasus kekerasan di ruang digital. \u201cSebanyak 50,3 persen anak terpapar konten bermuatan seksual [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":36409,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-36408","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36408","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36408"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36408\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36409"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36408"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36408"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36408"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}