{"id":34677,"date":"2026-05-20T11:48:34","date_gmt":"2026-05-20T04:48:34","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/05\/20\/ada-fraud-dan-manipulasi-harga-komoditas\/"},"modified":"2026-05-20T11:48:34","modified_gmt":"2026-05-20T04:48:34","slug":"ada-fraud-dan-manipulasi-harga-komoditas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/05\/20\/ada-fraud-dan-manipulasi-harga-komoditas\/","title":{"rendered":"Ada &#8216;Fraud&#8217; dan Manipulasi Harga Komoditas"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Presiden Prabowo Subianto mengungkap dugaan kebocoran kekayaan negara hingga ratusan miliar dolar AS dalam pidatonya di Rapat Paripurna DPR RI terkait penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Gedung Nusantara MPR\/DPR\/DPD RI, Jakarta pada Rabu (20\/5\/2026).<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Di hadapan anggota dewan, Prabowo menyebut kebocoran tersebut terjadi akibat praktik manipulasi perdagangan dan sistem ekonomi yang dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.<\/p>\n<p>\u201cTerjadi apa yang saya namakan outflow of national wealth. Yang terjadi adalah apa yang disebut under-invoicing. Under-invoicing adalah sebenarnya fraud atau penipuan,\u201d kata Prabowo.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Prabowo menjelaskan, praktik itu dilakukan melalui manipulasi laporan ekspor komoditas. Salah satu modus yang disorot yakni pengurangan jumlah barang yang dilaporkan dalam dokumen ekspor dibanding jumlah sebenarnya yang dikirim ke luar negeri.<\/p>\n<p>\u201cKatakanlah kita bisa bohong di pelabuhan Indonesia. Kita kirim 10.000 ton batu bara, kita hanya laporkan 5.000 ton. Di sana dicatat. Itu terjadi pada kelapa sawit, itu terjadi hampir semua komoditas. Itu adalah penipuan di atas kertas,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read612415\/alasan-kenapa-prabowo-sampaikan-langsung-di-paripurna-dpr\">Alasan Kenapa Prabowo Sampaikan Langsung di Paripurna DPR<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurut Prabowo, praktik semacam itu telah berlangsung selama puluhan tahun dan menyebabkan aliran kekayaan nasional mengendap di luar negeri. Ia menyebut kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab anggaran negara kerap terasa terbatas untuk membiayai sektor-sektor penting.<\/p>\n<p>\u201cIni yang menjadi sebabnya gaji-gaji guru kecil, gaji-gaji aparat penegak hukum kecil, gaji-gaji ASN kecil. Ini yang selalu anggaran tidak cukup,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Dalam pidato yang sama, Prabowo juga menyoroti paradoks pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia menyebut selama tujuh tahun terakhir ekonomi nasional tumbuh rata-rata 5% per tahun atau setara sekitar 35% secara kumulatif. Namun, menurutnya, pertumbuhan itu belum sepenuhnya dinikmati masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cHarusnya kita tambah kaya 35%. Tapi apa yang terjadi? Rakyat kita yang miskin tambah, yang kelas menengah turun,\u201d ujar Prabowo.<\/p>\n<p>Presiden mengaku terkejut setelah menerima sejumlah data ekonomi beberapa pekan usai dilantik. Ia bahkan menyebut dirinya merasa seperti \u201cdipukul di ulu hati\u201d melihat kondisi tersebut.<\/p>\n<p>Prabowo kemudian mempertanyakan mengapa pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil justru diiringi meningkatnya tekanan terhadap kelompok kelas menengah dan masyarakat miskin.<\/p>\n<p>\u201cSaya bertanya kepada semua partai politik, semua ormas, semua pakar-pakar dan semua guru besar, bagaimana bisa pertumbuhan 35% tapi kelas menengah menurun, kemiskinan meningkat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan sistemik dalam arah perekonomian nasional. Prabowo menilai Indonesia perlu melakukan evaluasi besar terhadap sistem ekonomi yang selama ini dijalankan.<\/p>\n<p>\u201cSaya yakin sistem perekonomian yang kita jalankan berada pada trajektori yang tidak tepat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read612413\/prabowo-mengaku-terpukul-ekonomi-tumbuh-35-persen-tapi-kelas-menengah-turun-dan-kemiskinan-naik\">\u200bPrabowo Mengaku Terpukul: Ekonomi Tumbuh 35 Persen, tapi Kelas Menengah Turun dan Kemiskinan Naik<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Prabowo juga membandingkan Indonesia dengan sejumlah negara berkembang lain seperti India, Filipina, dan Meksiko. Menurutnya, perbedaan hasil pembangunan bisa dipengaruhi oleh sistem ekonomi yang diterapkan masing-masing negara.<\/p>\n<p>Ia menegaskan Indonesia harus berani membenahi sistem ekonomi agar pertumbuhan nasional benar-benar berdampak pada kesejahteraan rakyat dan penguatan kedaulatan negara.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>\u201cKalau kita teruskan sistem seperti ini untuk sekian tahun lagi, saya yakin tidak mungkin kita jadi bangsa yang makmur. Tanpa kemakmuran kita tidak mungkin bisa menjaga kedaulatan kita,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div>\n<p class=\"fs-7 m-0 p-3\">Mau Berita Terbaru Lainnya dari Wacana Berita? Yuk Follow Kami di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAiEJQekbu_XfrMeCH3tRfl7kkqFAgKIhCUHpG7v136zHgh97UX5e5J?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\" class=\"fw-bold\" target=\"_blank\">Google News<\/a> dengan <strong>Klik Simbol Bintang<\/strong>.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read612417\/presiden-prabowo-bongkar-modus-kebocoran-rp14000-triliun-ada-fraud-dan-manipulasi-harga-komoditas\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Presiden Prabowo Subianto mengungkap dugaan kebocoran kekayaan negara hingga ratusan miliar dolar AS dalam pidatonya di Rapat Paripurna DPR RI terkait penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Gedung Nusantara MPR\/DPR\/DPD RI, Jakarta pada Rabu (20\/5\/2026). Di hadapan anggota dewan, Prabowo menyebut kebocoran tersebut terjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33917,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-34677","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 months ago","modified":"5 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34677","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34677"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34677\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33917"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34677"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34677"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34677"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}