{"id":33489,"date":"2026-05-14T10:09:12","date_gmt":"2026-05-14T03:09:12","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/05\/14\/media-asing-soroti-tuntutan-18-tahun-penjara-untuk-nadiem-makarim\/"},"modified":"2026-05-14T10:09:12","modified_gmt":"2026-05-14T03:09:12","slug":"media-asing-soroti-tuntutan-18-tahun-penjara-untuk-nadiem-makarim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/05\/14\/media-asing-soroti-tuntutan-18-tahun-penjara-untuk-nadiem-makarim\/","title":{"rendered":"Media Asing Soroti Tuntutan 18 Tahun Penjara untuk Nadiem Makarim"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Media asing ikut menyoroti tuntutan berat terhadap mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\">Nadiem Makarim<\/span> dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan <em>Chrome Device Management<\/em> (CDM).<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Media asal Amerika Serikat, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\">The New York Times<\/span>, mengangkat kasus tersebut dalam artikel berjudul \u201c<em>A Tech Tycoon\u2019s Prosecution Raises Fears of Authoritarian Overreach<\/em>\u201d.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read611593\/dituntut-18-tahun-penjara-nadiem-makarim-lebih-besar-dari-pembunuh-dan-teroris\">Dituntut 18 Tahun Penjara, Nadiem Makarim: Lebih Besar dari Pembunuh dan Teroris<\/a><\/strong><\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Dalam laporannya, media tersebut menyoroti latar belakang Nadiem sebagai pendiri perusahaan teknologi yang kemudian masuk ke pemerintahan Indonesia sebelum akhirnya menghadapi tuntutan pidana berat.<\/p>\n<p>\u201c<em>Nadiem Makarim founded a popular app before joining Indonesia\u2019s government. Now he could face 18 years in prison, targeted in what critics call a dubious anticorruption campaign<\/em>,\u201d tulis The New York Times.<\/p>\n<p>\u201cNadiem Makarim mendirikan aplikasi populer sebelum bergabung dengan pemerintahan Indonesia. Kini ia menghadapi ancaman 18 tahun penjara dalam apa yang disebut para pengkritik sebagai kampanye antikorupsi yang meragukan,\u201d demikian terjemahan kutipan tersebut.<\/p>\n<p>Sorotan media internasional itu muncul setelah Jaksa Penuntut Umum menuntut Nadiem dengan hukuman 18 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (13\/5\/2026).<\/p>\n<p>Jaksa juga menuntut denda Rp1 miliar serta uang pengganti dengan total mencapai Rp5,68 triliun terkait kasus pengadaan Chromebook dan CDM periode 2020-2022.<\/p>\n<p>Usai sidang, Nadiem secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap tuntutan yang dinilai sangat berat.<\/p>\n<p>\u201cTidak ada kesalahan administrasi apa pun, tidak ada unsur korupsi apa pun dalam kasus saya, dan seluruh masyarakat sudah mengetahui. Jadi, saya bingung kenapa. Kenapa tuntutan saya lebih besar daripada pembunuh? Tuntutan saya lebih besar daripada teroris?\u201d kata Nadiem kepada awak media.<\/p>\n<p>Mantan bos <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\">Gojek<\/span> itu juga mengaku sakit hati karena merasa telah mengabdi kepada negara saat menjadi menteri.<\/p>\n<p>\u201cBahwa negara bisa melakukan ini kepada saya setelah semua pengabdian saya, ya, iya, saya sakit hati,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Meski demikian, Nadiem menegaskan dirinya tidak menyesal pernah bergabung dalam pemerintahan <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\">Joko Widodo<\/span>.<\/p>\n<p>\u201cSaya tidak pernah menyesal bergabung dalam pemerintah,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>\u201cMau saya gagal pun, risiko gagal, risiko masuk penjara pasti saya ambil karena masa depan Indonesia itu lebih penting dari segala risiko ini,\u201d lanjut Nadiem.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read611588\/nadiem-syok-ibam-divonis-4-tahun-padahal-2-hakim-minta-bebas\">Nadiem Syok Ibam Divonis 4 Tahun, Padahal 2 Hakim Minta Bebas<\/a><\/strong><\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Kasus yang menjerat Nadiem kini terus menjadi perhatian publik, termasuk di media internasional, karena dinilai berkaitan dengan isu pemberantasan korupsi, penggunaan teknologi di sektor pendidikan, hingga dinamika politik dan hukum di Indonesia.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div>\n<p class=\"fs-7 m-0 p-3\">Mau Berita Terbaru Lainnya dari Wacana Berita? Yuk Follow Kami di <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAiEJQekbu_XfrMeCH3tRfl7kkqFAgKIhCUHpG7v136zHgh97UX5e5J?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aid\" class=\"fw-bold\" target=\"_blank\">Google News<\/a> dengan <strong>Klik Simbol Bintang<\/strong>.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read611614\/media-asing-soroti-tuntutan-18-tahun-penjara-untuk-nadiem-makarim\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Media asing ikut menyoroti tuntutan berat terhadap mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM). Media asal Amerika Serikat, The New York Times, mengangkat kasus tersebut dalam artikel berjudul \u201cA Tech Tycoon\u2019s Prosecution Raises Fears of Authoritarian Overreach\u201d. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33490,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-33489","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 months ago","modified":"5 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33489","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33489"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33489\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33490"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33489"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33489"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33489"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}